alexametrics
27C
Malang
Tuesday, 2 March 2021

Lewat Tiga Jalur, PTN di Malang Bersiap Sambut Mahasiswa Baru

MALANG KOTA – Mulai bulan depan, gerbang pendaftaran seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) akan mulai dibuka. Namun, dari tiga perguruan tinggi negeri di Kota Malang, baru satu kampus yang sudah menetapkan kuota penerimaan mahasiswa di tahun ajaran baru 2021/2022 mendatang. Yakni Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang.

Melalui tiga jalur seleksi, yakni SNMPTN, seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN), dan jalur mandiri, tahun ini UIN bakal menerima 2.500 mahasiswa. Kepala Bagian (Kabag) Akademik UIN Maliki Imam Ahmad menyebutkan, tahun lalu mahasiswa yang diterima di kampusnya sejumlah 3.810 mahasiswa. ”Untuk tahun ini berdasarkan hasil keputusan rapat jajaran rektorat, kuota yang kami ajukan ke LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi) 2.500 mahasiswa. Dengan rincian 30 persen untuk SNMPTN, 50 persen dari jalur SBMPTN, dan 20 persennya jalur mandiri,” kata Imam.

Dari kuota tersebut, jurusan sastra Inggris, psikologi, dan manajemen menjadi tiga jurusan yang diprediksi paling banyak menerima mahasiswa baru (maba), yakni 300 maba untuk masing-masing jurusan. Sementara itu, kuota paling sedikit berada pada jurusan pendidikan dokter yang hanya akan menerima 50 mahasiswa.

Sementara itu, Kabag Akademik Universitas Brawijaya Hery Prawoto mengungkapkan, sementara saat ini Kampus Biru itu baru mengantongi persentase dari masing-masing jalur seleksi. ”Untuk jumlah yang akan diterima masih belum kami tetapkan,” ujar Hery.

Dia menjelaskan, kuota minimum maba UB yang diterima di jalur SNMPTN adalah sebesar 30 persen, sedangkan untuk SBMPTN UB menetapkan kuota minimum sebesar 40 persen dan 30 persen untuk jalur mandiri. Mengacu pada kuota penerimaan tahun lalu, UB menjadi kampus yang menduduki peringkat pertama paling favorit secara nasional untuk jalur SNMPTN. Sementara itu, untuk jalur SBMPTN kampus UB menempati posisi kedua secara nasional setelah Universitas Gadjah Mada (UGM).

Hal serupa juga dilakukan Universitas Negeri Malang (UM). Staf Wakil Rektor I UM Prof Dr Suyono MPd menyampaikan, kampusnya bakal merilis jumlah kuota maba yang akan diterima tahun ini pekan depan. ”Saat ini kami masih merapatkan bersama jajaran pimpinan, sebab masih perlu banyak pertimbangan. Apalagi perkuliahan juga masih dilakukan secara daring,” ujar Suyono.

Namun, jika mengacu pada penerimaan mahasiswa di tahun ajaran 2020 lalu, jumlah mahasiswa baru yang diterima UM mencapai 6.543 maba. Rinciannya terdiri dari 1.451 maba dari jalur SNMPTN, 3.184 untuk jalur SBMPTN, serta sebanyak 1.908 maba dari seleksi jalur mandiri. (rmc/cho/c1/iik)

MALANG KOTA – Mulai bulan depan, gerbang pendaftaran seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) akan mulai dibuka. Namun, dari tiga perguruan tinggi negeri di Kota Malang, baru satu kampus yang sudah menetapkan kuota penerimaan mahasiswa di tahun ajaran baru 2021/2022 mendatang. Yakni Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang.

Melalui tiga jalur seleksi, yakni SNMPTN, seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN), dan jalur mandiri, tahun ini UIN bakal menerima 2.500 mahasiswa. Kepala Bagian (Kabag) Akademik UIN Maliki Imam Ahmad menyebutkan, tahun lalu mahasiswa yang diterima di kampusnya sejumlah 3.810 mahasiswa. ”Untuk tahun ini berdasarkan hasil keputusan rapat jajaran rektorat, kuota yang kami ajukan ke LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi) 2.500 mahasiswa. Dengan rincian 30 persen untuk SNMPTN, 50 persen dari jalur SBMPTN, dan 20 persennya jalur mandiri,” kata Imam.

Dari kuota tersebut, jurusan sastra Inggris, psikologi, dan manajemen menjadi tiga jurusan yang diprediksi paling banyak menerima mahasiswa baru (maba), yakni 300 maba untuk masing-masing jurusan. Sementara itu, kuota paling sedikit berada pada jurusan pendidikan dokter yang hanya akan menerima 50 mahasiswa.

Sementara itu, Kabag Akademik Universitas Brawijaya Hery Prawoto mengungkapkan, sementara saat ini Kampus Biru itu baru mengantongi persentase dari masing-masing jalur seleksi. ”Untuk jumlah yang akan diterima masih belum kami tetapkan,” ujar Hery.

Dia menjelaskan, kuota minimum maba UB yang diterima di jalur SNMPTN adalah sebesar 30 persen, sedangkan untuk SBMPTN UB menetapkan kuota minimum sebesar 40 persen dan 30 persen untuk jalur mandiri. Mengacu pada kuota penerimaan tahun lalu, UB menjadi kampus yang menduduki peringkat pertama paling favorit secara nasional untuk jalur SNMPTN. Sementara itu, untuk jalur SBMPTN kampus UB menempati posisi kedua secara nasional setelah Universitas Gadjah Mada (UGM).

Hal serupa juga dilakukan Universitas Negeri Malang (UM). Staf Wakil Rektor I UM Prof Dr Suyono MPd menyampaikan, kampusnya bakal merilis jumlah kuota maba yang akan diterima tahun ini pekan depan. ”Saat ini kami masih merapatkan bersama jajaran pimpinan, sebab masih perlu banyak pertimbangan. Apalagi perkuliahan juga masih dilakukan secara daring,” ujar Suyono.

Namun, jika mengacu pada penerimaan mahasiswa di tahun ajaran 2020 lalu, jumlah mahasiswa baru yang diterima UM mencapai 6.543 maba. Rinciannya terdiri dari 1.451 maba dari jalur SNMPTN, 3.184 untuk jalur SBMPTN, serta sebanyak 1.908 maba dari seleksi jalur mandiri. (rmc/cho/c1/iik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru