alexametrics
24.2 C
Malang
Saturday, 28 May 2022

Pingin Jadi Dokter? Coba ke UM Saja, Mumpung Masih Dibatasi Jalur Mandiri

MALANG KOTA – Kesempatan calon mahasiswa masuk Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Negeri Malang (UM) tak seperti fakultas lainnya. Karena UM tidak membuka pendaftaran lewat jalur SNMPTN maupun SBMPTN. Peluang masuk FK UM hanya bisa dipilih lewat jalur mandiri yang akan digelar pertengahan tahun ini.

Wakil Rektor IV UM Prof Dr Ibrahim Bafadal MPd menjelaskan, belum dibukanya jalur SNMPTN dan SBMPTN karena pihaknya masih menyiapkan sarana dan prasarana penunjang fakultas kedokteran. “Sekarang ini terus kami siapkan. Ada tim yang menyusun naskah akademik, akreditasi, juga mempersiapkan rencana strategisnya,” ucap Prof Ibrahim.

Pihaknya menargetkan, pembukaan FK UM akan dilaksanakan bersamaan dengan pembukaan Jalur Mandiri pertengahan tahun ini. Dia menjelaskan, sesuai rencana, gedung FK UM bakal menggunakan gedung B1,B2 dan B3 yang menghadap jalan Surabaya. Tempat tersebut akan dijadikan tempat kuliah sekaligus laboratorium. Sebelumnya, beberapa waktu lalu, sempat muncul wacana gedung FK UM akan menggunakan Kampus II yang berada di Madyopuro. “Kami juga mempersiapkan SDM-nya, baik yang dari kami maupun dokter-dokter spesialis,” katanya.

Lebih lanjut, FK UM nantinya juga tidak hanya program studi (prodi) pendidikan kedokteran saja. Menurut Prof Ibrahim, bakal ditambah dengan jurusan lainnya. Mulai dari prodi keperawatan, prodi kebidanan, ada prodi farmasi dan gizi. “Kami sudah cukup lama mempersiapkan dari sisi SDM dosen-nya.

Hanya saja memang masih ada sebagian dosen yang sedang kuliah S2. Sehingga kami lakukan perekrutan SDM. Kalau ada yang kurang kami rekrut lagi,” tuturnya. Dia menambahkan, saat ini prodi kedokteran sudah menyiapkan 26 dosen. Prodi ilmu kesehatan masyarakat sekitar 12 dosen berkualifikasi S2. (adk/nay)

 

MALANG KOTA – Kesempatan calon mahasiswa masuk Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Negeri Malang (UM) tak seperti fakultas lainnya. Karena UM tidak membuka pendaftaran lewat jalur SNMPTN maupun SBMPTN. Peluang masuk FK UM hanya bisa dipilih lewat jalur mandiri yang akan digelar pertengahan tahun ini.

Wakil Rektor IV UM Prof Dr Ibrahim Bafadal MPd menjelaskan, belum dibukanya jalur SNMPTN dan SBMPTN karena pihaknya masih menyiapkan sarana dan prasarana penunjang fakultas kedokteran. “Sekarang ini terus kami siapkan. Ada tim yang menyusun naskah akademik, akreditasi, juga mempersiapkan rencana strategisnya,” ucap Prof Ibrahim.

Pihaknya menargetkan, pembukaan FK UM akan dilaksanakan bersamaan dengan pembukaan Jalur Mandiri pertengahan tahun ini. Dia menjelaskan, sesuai rencana, gedung FK UM bakal menggunakan gedung B1,B2 dan B3 yang menghadap jalan Surabaya. Tempat tersebut akan dijadikan tempat kuliah sekaligus laboratorium. Sebelumnya, beberapa waktu lalu, sempat muncul wacana gedung FK UM akan menggunakan Kampus II yang berada di Madyopuro. “Kami juga mempersiapkan SDM-nya, baik yang dari kami maupun dokter-dokter spesialis,” katanya.

Lebih lanjut, FK UM nantinya juga tidak hanya program studi (prodi) pendidikan kedokteran saja. Menurut Prof Ibrahim, bakal ditambah dengan jurusan lainnya. Mulai dari prodi keperawatan, prodi kebidanan, ada prodi farmasi dan gizi. “Kami sudah cukup lama mempersiapkan dari sisi SDM dosen-nya.

Hanya saja memang masih ada sebagian dosen yang sedang kuliah S2. Sehingga kami lakukan perekrutan SDM. Kalau ada yang kurang kami rekrut lagi,” tuturnya. Dia menambahkan, saat ini prodi kedokteran sudah menyiapkan 26 dosen. Prodi ilmu kesehatan masyarakat sekitar 12 dosen berkualifikasi S2. (adk/nay)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/