alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Cara Belajar Siswa PAUD di Malang Bakal Diganti, Begini Gambarannya

MALANG KOTA – Pola pembelajaran di tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kota Malang bakal berganti. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang sedang mengujicoba sistem baru tersebut di beberapa sekolah. Tahun ini pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics alias (STEAM) tersebut akan diberlakukan ke semua PAUD.

Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana SE MM menyebut, metode STEAM sangat tepat untuk diterapkan pada jenjang PAUD karena metode pembelajaran ini sangat mengedepankan kemampuan motorik serta kreativitas siswa. Pihaknya menargetkan, tahun ini seluruh PAUD di Kota Malang sudah menerapkan sistem tersebut. ”(STEAM) ini nantinya akan nyambung dengan target penambahan mata pelajaran (mapel) muatan lokal (mulok) budi pekerti. Jadi pengembangan dan nilai-nilainya sudah kami terapkan dari jenjang bawah, yaitu PAUD,” ujar Suwarjana. Dalam metode pembelajaran STEAM, siswa pada jenjang PAUD tidak hanya sekadar mendapatkan pelajaran baca tulis hitung (calistung). Namun juga materi pelajaran lain yang dapat mengasah kreativitas mereka.

Data Disdikbud Kota Malang mencatat, saat ini total PAUD yang terdiri dari taman kanak-kanak (TK), kelompok belajar (KB), taman penitipan anak (TPA), serta satuan PAUD sejenis (SPS) yang ada di Kota Malang mencapai 791 satuan pendidikan. Diluncurkan sejak tahun 2020 lalu, hingga kemarin (21/3) baru 5 sekolah saja yang sudah menerapkan metode STEAM. Di antaranya yakni TK Al Ghoniya, TK Anak Saleh, TK Permata Iman, TK Santa Maria, dan TK Taman Harapan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Pendidikan Non-Formal (PNF) Disdikbud Kota Malang Dra RR Andayoen Sri Afriana MAP mengungkapkan, kelima sekolah tersebut ditunjuk sebagai pilot project dalam penerapan metode pembelajaran STEAM. Meski pembelajaran masih dilaksanakan secara daring, metode STEAM tetap dapat dilakukan dengan memberikan contoh kepada anak-anak melalui video pembelajaran. ”Pelaksanaan (metodenya) sebenarnya sudah berjalan, tapi memang belum maksimal karena baru 5 sekolah itu yang menerapkan secara full. Kelima sekolah itu juga sudah dimonitoring oleh Dirjen PAUD dari Kemendikbud RI,” terang Andayoen.

Alasan baru 5 sekolah yang menerapkan metode tersebut, masih kata Andayoen, sebab jatah kuota yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk Kota Malang hanya itu. Dalam pelaksanaannya, kelima sekolah tersebut juga mendapatkan pembiayaan langsung dari Kemendikbud RI untuk menjadi pilot project. Namun, berkaca pada hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan, pihaknya optimistis seluruh PAUD di Kota Malang siap menerapkan metode pembelajaran STEAM mulai semester depan.

”Kami sudah melakukan bimtek (bimbingan teknis) dan sekarang sedang kami siapkan rancangan tindak lanjut (RTL) dari kegiatan itu. Jadi nanti sekolah yang penerapan STEAM-nya terbaik akan kami beri reward,” imbuh dia. Selain penghargaan bagi satuan pendidikan, reward juga akan diberikan kepada gugus sekolah yang berhasil melakukan sosialisasi metode pembelajaran STEAM terbaik. Reward tersebut nantinya akan dialokasikan dari anggaran pendidikan yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang 2022 mendatang. (rmc/cho/c1/iik)

MALANG KOTA – Pola pembelajaran di tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kota Malang bakal berganti. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang sedang mengujicoba sistem baru tersebut di beberapa sekolah. Tahun ini pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics alias (STEAM) tersebut akan diberlakukan ke semua PAUD.

Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana SE MM menyebut, metode STEAM sangat tepat untuk diterapkan pada jenjang PAUD karena metode pembelajaran ini sangat mengedepankan kemampuan motorik serta kreativitas siswa. Pihaknya menargetkan, tahun ini seluruh PAUD di Kota Malang sudah menerapkan sistem tersebut. ”(STEAM) ini nantinya akan nyambung dengan target penambahan mata pelajaran (mapel) muatan lokal (mulok) budi pekerti. Jadi pengembangan dan nilai-nilainya sudah kami terapkan dari jenjang bawah, yaitu PAUD,” ujar Suwarjana. Dalam metode pembelajaran STEAM, siswa pada jenjang PAUD tidak hanya sekadar mendapatkan pelajaran baca tulis hitung (calistung). Namun juga materi pelajaran lain yang dapat mengasah kreativitas mereka.

Data Disdikbud Kota Malang mencatat, saat ini total PAUD yang terdiri dari taman kanak-kanak (TK), kelompok belajar (KB), taman penitipan anak (TPA), serta satuan PAUD sejenis (SPS) yang ada di Kota Malang mencapai 791 satuan pendidikan. Diluncurkan sejak tahun 2020 lalu, hingga kemarin (21/3) baru 5 sekolah saja yang sudah menerapkan metode STEAM. Di antaranya yakni TK Al Ghoniya, TK Anak Saleh, TK Permata Iman, TK Santa Maria, dan TK Taman Harapan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Pendidikan Non-Formal (PNF) Disdikbud Kota Malang Dra RR Andayoen Sri Afriana MAP mengungkapkan, kelima sekolah tersebut ditunjuk sebagai pilot project dalam penerapan metode pembelajaran STEAM. Meski pembelajaran masih dilaksanakan secara daring, metode STEAM tetap dapat dilakukan dengan memberikan contoh kepada anak-anak melalui video pembelajaran. ”Pelaksanaan (metodenya) sebenarnya sudah berjalan, tapi memang belum maksimal karena baru 5 sekolah itu yang menerapkan secara full. Kelima sekolah itu juga sudah dimonitoring oleh Dirjen PAUD dari Kemendikbud RI,” terang Andayoen.

Alasan baru 5 sekolah yang menerapkan metode tersebut, masih kata Andayoen, sebab jatah kuota yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk Kota Malang hanya itu. Dalam pelaksanaannya, kelima sekolah tersebut juga mendapatkan pembiayaan langsung dari Kemendikbud RI untuk menjadi pilot project. Namun, berkaca pada hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan, pihaknya optimistis seluruh PAUD di Kota Malang siap menerapkan metode pembelajaran STEAM mulai semester depan.

”Kami sudah melakukan bimtek (bimbingan teknis) dan sekarang sedang kami siapkan rancangan tindak lanjut (RTL) dari kegiatan itu. Jadi nanti sekolah yang penerapan STEAM-nya terbaik akan kami beri reward,” imbuh dia. Selain penghargaan bagi satuan pendidikan, reward juga akan diberikan kepada gugus sekolah yang berhasil melakukan sosialisasi metode pembelajaran STEAM terbaik. Reward tersebut nantinya akan dialokasikan dari anggaran pendidikan yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang 2022 mendatang. (rmc/cho/c1/iik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/