alexametrics
26.5 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Kelola Beasiswa Rp 70,1 T, Kemenkeu Minta LPDP Lakukan Ini

RADAR MALANG – Jumlah penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus diperbanyak. Karena jenis dan cakupan beasiswa yang bisa didapatkan juga bertambah. Kini beasiswa juga dibuka untuk program studi S1, pertukaran pelajar sampai dengan kegiatan magang bersertifikat di industri.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pun menyatakan dukungannya atas program tersebut dalam rangka membangun kualitas SDM Indonesia yang unggul. Kata dia, Program Merdeka Belajar episode 10 ini merupakan kolaborasi yang sangat baik antara Kemendikbud dengan Kemenkeu sebagai pengelola Badan Layanan Umum (BLU) dana abadi khususnya di bidang pendidikan.

“Efektifitas dari belanja anggaran pendidikan sangat tergantung kualitas dari programnya. Alokasi dana abadi pendidikan digunakan untuk membiayai beasiswa baik yang sifatnya regular, afirmasi maupun ASN/TNI/Polri,” terang dia dalam siaran YouTube Kemendikbud RI, Jumat (23/4).

Menkeu mengatakan, kebijakan dana abadi tumbuh dari pemikiran untuk menciptakan dana yang bermanfaat antar generasi. Diharapkan Kemendikbud serta Kemenag juga memikirkan desain dari penggunaan dana ini agar bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Selain itu keberadaan dana tersebut tidak harus terburu-buru untuk dihabiskan pada satu tahun anggaran.

“LPDP sudah mengalokasikan dana abadinya sebesar Rp 70,1 triliun. Dari jumlah tersebut, terdapat dana abadi pendidikan sebesar Rp 61,1 triliun, dana abadi pendidikan penelitian sebesar Rp 4,99 triliun, dana abadi untuk perguruan tinggi sebesar Rp 3 trilliun, dan dana abadi untuk kebudayaan Rp1 triliun,” ungkap Menkeu.

Kemenkeu melalui BLU berharap pemanfaatan hasil investasi dari dana abadi ini bisa memberikan dukungan yang fleksibel dan efektif bagi program yang didesain oleh Kemendikbud, Kemenag maupun kementerian lain yang bertanggung jawab di bidang pendidikan dan penelitian.

Terkait dengan perluasan cakupan capaian LPDP, Sri Mulyani menyatakan dukungannya dan menekankan bahwa fokus Kemenkeu adalah mendukung program yang paling dibutuhkan anak didik. Selain itu juga untuk menjaga tata kelola, dan meyakinkan bahwa belanja-belanja ini memberikan dampak terbaik.

“Monitoring dan evaluasi menjadi sangat penting, kami mendukung pengelolaan dana LPDP yang berhati-hati dan bertanggung jawab mengingat dana abadi ini sifatnya antar generasi untuk dapat dimanfaatkan generasi Indonesia yang akan datang,” ucap Sri Mulyani.

Sementara itu, Mendikbud Nadiem Makarim mengungkapkan, terjadinya ketimpangan salah satunya dikarenakan distribusi kualitas pendidikan kurang merata di sejumlah wilayah. Salah satunya mencakup kompetensi pendidik. “Kemendikbud terus berkomitmen untuk mengatasi ketimpangan kualitas pendidikan antar daerah yang masih perlu diatasi,” tandasnya.

Sumber: Jawapos

RADAR MALANG – Jumlah penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus diperbanyak. Karena jenis dan cakupan beasiswa yang bisa didapatkan juga bertambah. Kini beasiswa juga dibuka untuk program studi S1, pertukaran pelajar sampai dengan kegiatan magang bersertifikat di industri.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pun menyatakan dukungannya atas program tersebut dalam rangka membangun kualitas SDM Indonesia yang unggul. Kata dia, Program Merdeka Belajar episode 10 ini merupakan kolaborasi yang sangat baik antara Kemendikbud dengan Kemenkeu sebagai pengelola Badan Layanan Umum (BLU) dana abadi khususnya di bidang pendidikan.

“Efektifitas dari belanja anggaran pendidikan sangat tergantung kualitas dari programnya. Alokasi dana abadi pendidikan digunakan untuk membiayai beasiswa baik yang sifatnya regular, afirmasi maupun ASN/TNI/Polri,” terang dia dalam siaran YouTube Kemendikbud RI, Jumat (23/4).

Menkeu mengatakan, kebijakan dana abadi tumbuh dari pemikiran untuk menciptakan dana yang bermanfaat antar generasi. Diharapkan Kemendikbud serta Kemenag juga memikirkan desain dari penggunaan dana ini agar bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Selain itu keberadaan dana tersebut tidak harus terburu-buru untuk dihabiskan pada satu tahun anggaran.

“LPDP sudah mengalokasikan dana abadinya sebesar Rp 70,1 triliun. Dari jumlah tersebut, terdapat dana abadi pendidikan sebesar Rp 61,1 triliun, dana abadi pendidikan penelitian sebesar Rp 4,99 triliun, dana abadi untuk perguruan tinggi sebesar Rp 3 trilliun, dan dana abadi untuk kebudayaan Rp1 triliun,” ungkap Menkeu.

Kemenkeu melalui BLU berharap pemanfaatan hasil investasi dari dana abadi ini bisa memberikan dukungan yang fleksibel dan efektif bagi program yang didesain oleh Kemendikbud, Kemenag maupun kementerian lain yang bertanggung jawab di bidang pendidikan dan penelitian.

Terkait dengan perluasan cakupan capaian LPDP, Sri Mulyani menyatakan dukungannya dan menekankan bahwa fokus Kemenkeu adalah mendukung program yang paling dibutuhkan anak didik. Selain itu juga untuk menjaga tata kelola, dan meyakinkan bahwa belanja-belanja ini memberikan dampak terbaik.

“Monitoring dan evaluasi menjadi sangat penting, kami mendukung pengelolaan dana LPDP yang berhati-hati dan bertanggung jawab mengingat dana abadi ini sifatnya antar generasi untuk dapat dimanfaatkan generasi Indonesia yang akan datang,” ucap Sri Mulyani.

Sementara itu, Mendikbud Nadiem Makarim mengungkapkan, terjadinya ketimpangan salah satunya dikarenakan distribusi kualitas pendidikan kurang merata di sejumlah wilayah. Salah satunya mencakup kompetensi pendidik. “Kemendikbud terus berkomitmen untuk mengatasi ketimpangan kualitas pendidikan antar daerah yang masih perlu diatasi,” tandasnya.

Sumber: Jawapos

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/