alexametrics
22.3 C
Malang
Saturday, 1 October 2022

MIN 1 Kota Malang Ajak Siswa Kokohkan Karakter Beragama dan Kebangsaan

MALANG KOTA – Moderasi beragama di dunia pendidikan harus dijunjung tinggi. Agar siswa memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan tidak ekstrim yang berakibat pada retaknya hubungan antar umat beragama, suku, etnis maupun ras. Moderasi beragama merupakan salah satu progam dari Kementrian Agama untuk pendidikan di Madrasah.

Salah satunya Madrasah Ibtidaiyah Negeri I Kota Malang (MIN 1 Kota Malang) yang telah mengimplementasikannya. Yakni melalui gelaran moderasi beragama di rangkaian HUT MIN 1 Kota Malang yang Ke-44, Kamis (22/9). Dalam acara tersebut siswa dari enam agama yang berbeda melakukan dialog tentang moderasi beragama.

Acara selanjutnya disusul dengan salah satu siswa memaparkan tentang bagaimana penerapan toleransi di sekolah. Dilanjutkan dengan Pembacaan dan penandatanganan deklarasi 6 siswa dan siswi perwakilan dari 6 agama etnis dan suku bangsa.

Kepala MIN 1 Kota Malang, Drs Suyanto MPd mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk membangun sinergi antar umat beragama, suku, etnis dan ras. Pun membangun Kota Malang yang “Gemah Ripah Loh Jinawi Toto Tentrem Kerto Raharjo”. “Upaya ini dimulai dari kerukunan umat beragama dengan kegiatan moderasi beragama ini salah satunya,”kata dia.

Upaya lain yang dilakukan MIN 1 Kota Malang yaitu melalui permainan tradisional, penggunaan bahasa daerah setiap hari Kamis untuk menambah khasanah bahasa daerah, lainching Pangkas (Panggung Kreatifitas Anak Sholeh). “Anak akan menampilkan khasanah budaya baik itu taru maupun nyanyi, lalu stand up comedy dan lainnya. Ini untuk melatih keberanian anak dan berbudaya,”papar Suyanto.

Sementara, Kepala Kantor Kemenag Kota Malang Dr H Muhtar Hazawawi MAg menuturkan bahwa moderasi beragama merupakan salah satu tujuh program dari Kemanag. Ini menunjukkan bahwa Kemenag konsen dalam pembangunan manusia yang berkarakter moderat melalui pendidikan.

” Tentu ini menjadi satu esensi kehidupan saling toleransi dan cinta tanah air, komitmen kebangsaan yang kokoh, adaptif dalam budaya kearifan lokal, dan anti kekerasan. Empat hal intisari moderasi beragama,”kata dia.

Sehingga Dia berpesan agar Madrasah menguatkan karakter keagamaannya. Selain harus kokoh, juga harus militan, dan terintegrasi dengan kebangsaan. Artinya disamping memiliki karakter keagamaan yang kuat, siswa harus memiliki jiwa toleransi dan menghargai budaya, adat istiadat, suku dan budaya lain.

Sebagai informasi dalam moderasi beragama ini dihadiri oleh Ketua FKUB Kota Malang Drs H Ahmad Taufik Kusuma, Komandan Kodim 0833 Kota Malang Letkol Korps Kavaleri Heru Wibowo Sofa, Kapolresta Malang diwakili Kasat Binmas Kompol Sumarno. (Rof)

MALANG KOTA – Moderasi beragama di dunia pendidikan harus dijunjung tinggi. Agar siswa memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan tidak ekstrim yang berakibat pada retaknya hubungan antar umat beragama, suku, etnis maupun ras. Moderasi beragama merupakan salah satu progam dari Kementrian Agama untuk pendidikan di Madrasah.

Salah satunya Madrasah Ibtidaiyah Negeri I Kota Malang (MIN 1 Kota Malang) yang telah mengimplementasikannya. Yakni melalui gelaran moderasi beragama di rangkaian HUT MIN 1 Kota Malang yang Ke-44, Kamis (22/9). Dalam acara tersebut siswa dari enam agama yang berbeda melakukan dialog tentang moderasi beragama.

Acara selanjutnya disusul dengan salah satu siswa memaparkan tentang bagaimana penerapan toleransi di sekolah. Dilanjutkan dengan Pembacaan dan penandatanganan deklarasi 6 siswa dan siswi perwakilan dari 6 agama etnis dan suku bangsa.

Kepala MIN 1 Kota Malang, Drs Suyanto MPd mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk membangun sinergi antar umat beragama, suku, etnis dan ras. Pun membangun Kota Malang yang “Gemah Ripah Loh Jinawi Toto Tentrem Kerto Raharjo”. “Upaya ini dimulai dari kerukunan umat beragama dengan kegiatan moderasi beragama ini salah satunya,”kata dia.

Upaya lain yang dilakukan MIN 1 Kota Malang yaitu melalui permainan tradisional, penggunaan bahasa daerah setiap hari Kamis untuk menambah khasanah bahasa daerah, lainching Pangkas (Panggung Kreatifitas Anak Sholeh). “Anak akan menampilkan khasanah budaya baik itu taru maupun nyanyi, lalu stand up comedy dan lainnya. Ini untuk melatih keberanian anak dan berbudaya,”papar Suyanto.

Sementara, Kepala Kantor Kemenag Kota Malang Dr H Muhtar Hazawawi MAg menuturkan bahwa moderasi beragama merupakan salah satu tujuh program dari Kemanag. Ini menunjukkan bahwa Kemenag konsen dalam pembangunan manusia yang berkarakter moderat melalui pendidikan.

” Tentu ini menjadi satu esensi kehidupan saling toleransi dan cinta tanah air, komitmen kebangsaan yang kokoh, adaptif dalam budaya kearifan lokal, dan anti kekerasan. Empat hal intisari moderasi beragama,”kata dia.

Sehingga Dia berpesan agar Madrasah menguatkan karakter keagamaannya. Selain harus kokoh, juga harus militan, dan terintegrasi dengan kebangsaan. Artinya disamping memiliki karakter keagamaan yang kuat, siswa harus memiliki jiwa toleransi dan menghargai budaya, adat istiadat, suku dan budaya lain.

Sebagai informasi dalam moderasi beragama ini dihadiri oleh Ketua FKUB Kota Malang Drs H Ahmad Taufik Kusuma, Komandan Kodim 0833 Kota Malang Letkol Korps Kavaleri Heru Wibowo Sofa, Kapolresta Malang diwakili Kasat Binmas Kompol Sumarno. (Rof)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/