alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

53 Mahasiswa Unikama Lolos Program Kampus Mengajar

MALANG KOTA – 53 mahasiswa universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) lolos dalam seleksi program Kampus Mengajar yang digelar Kemendikbud RI yang diadakan sejak bulan Febuari itu.

Wakil Rektor 1 Unikama Dr Sudi Dul Aji M Si mengungkapkan, Unikama menjadi salah satu perguruan tinggi yang terpilih untuk mengirimkan mahasiswanya. Pasalnya, tak semua kampus di Indonesia memiliki kesempatan tersebut. Tentunya hal ini disambut baik oleh pihaknya.

“Apalagi ini memberikan manfaat bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar di luar kampus. Dari Unikama yang berhasil lolos tahap administrasi tak hanya dari jurusan kependidikan saja, namun non kependidikan pun juga ada,” jelas Sudi saat dihubungi Jawa Pos Radar Malang, Rabu (24/3).

Dia menjelaskan, untuk penempatan mahasiswa mayoritas masih berada di kawasan Provinsi Jawa Timur. Namun tak sedikit pula yang ditempatkan di luar pulau Jawa. Namun tentunya mayoritas pada jenjang Sekolah Dasar (SD). Penempatan tersebut pun disesuaikan dengan pilihan dari mahasiswa yang bersangkutan.

“Harapannya di pendaftaran tahap kedua nantinya lebih banyak lagi yang mendaftar. Apalagi dalam kegiatan akademik, kampus mengajar dikonversikan dalam 12 sistem kredit semester (SKS),” tutupnya.

Pewarta : Chosa Setya Ayu Widodo/Defi

MALANG KOTA – 53 mahasiswa universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) lolos dalam seleksi program Kampus Mengajar yang digelar Kemendikbud RI yang diadakan sejak bulan Febuari itu.

Wakil Rektor 1 Unikama Dr Sudi Dul Aji M Si mengungkapkan, Unikama menjadi salah satu perguruan tinggi yang terpilih untuk mengirimkan mahasiswanya. Pasalnya, tak semua kampus di Indonesia memiliki kesempatan tersebut. Tentunya hal ini disambut baik oleh pihaknya.

“Apalagi ini memberikan manfaat bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar di luar kampus. Dari Unikama yang berhasil lolos tahap administrasi tak hanya dari jurusan kependidikan saja, namun non kependidikan pun juga ada,” jelas Sudi saat dihubungi Jawa Pos Radar Malang, Rabu (24/3).

Dia menjelaskan, untuk penempatan mahasiswa mayoritas masih berada di kawasan Provinsi Jawa Timur. Namun tak sedikit pula yang ditempatkan di luar pulau Jawa. Namun tentunya mayoritas pada jenjang Sekolah Dasar (SD). Penempatan tersebut pun disesuaikan dengan pilihan dari mahasiswa yang bersangkutan.

“Harapannya di pendaftaran tahap kedua nantinya lebih banyak lagi yang mendaftar. Apalagi dalam kegiatan akademik, kampus mengajar dikonversikan dalam 12 sistem kredit semester (SKS),” tutupnya.

Pewarta : Chosa Setya Ayu Widodo/Defi

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/