alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Ngeyel Pakai Headset, 2 Peserta UM-PTKIN UIN Malang Terima Akibatnya

MALANG KOTA – Keputusan tegas diberlakukan UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang terhadap dua peserta UM-PTKIN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) hari ini (24/5). Mereka tak bisa melanjutkan ujian yang digelar secara daring dengan sistem seleksi elektronik (SSE) karena tidak mematuhi peraturan.

”Yang dihentikan (ikut ujian) itu sebelumnya sudah ada peringatan. Mungkin ada yang tidak memperhatikan sehingga saat ujian masih belum siap,” ujar Koordinator UM-PTKIN UIN Maliki Malang, Mujtahid MAg. Ia menjelaskan, kedua peserta tak bisa melanjutkan ujian karena ketahuan memakai headset. “Sudah ditegur 3 kali dan memang petunjuk teknis (juknis) seperti itu, jadi kita off kan,”ujarnya.

Selama ujian peserta memang dilarang memakai headset, karena dikhawatirkan bisa berkomunikasi dengan pihak lain. Agar aman dari kecurangan, panitia lantas mengambil kebijakan tegas kepada peserta yang tetap ngeyel menggunakan alat bantu tersebut.

Selain larangan menggunakan headset, yang termasuk pelanggaran adalah membaca referensi atau mencontek. Untuk mengantisipasi kecurangan, dalam radius 3 meter harus steril dari orang lain. “Cara memastikannya dengan setiap 5-10 menit akan muncul gambar yang ada di sekelilingnya secara otomatis dari aplikasinya,” sambungnya.

Sementara itu, tahapan seleksi UM-PTKIN hari ini digelar dalam 3 sesi. “Satu sesi 200 peserta. Tadi yang hadir 185, yang tidak hadir 15. Kalau dibuat prosentase yang hadir 92,5 persen dan tidak hadir 7,5 persen,” lanjut Mujtahid.

Pewarta: Intan Refa Septiana

MALANG KOTA – Keputusan tegas diberlakukan UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang terhadap dua peserta UM-PTKIN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) hari ini (24/5). Mereka tak bisa melanjutkan ujian yang digelar secara daring dengan sistem seleksi elektronik (SSE) karena tidak mematuhi peraturan.

”Yang dihentikan (ikut ujian) itu sebelumnya sudah ada peringatan. Mungkin ada yang tidak memperhatikan sehingga saat ujian masih belum siap,” ujar Koordinator UM-PTKIN UIN Maliki Malang, Mujtahid MAg. Ia menjelaskan, kedua peserta tak bisa melanjutkan ujian karena ketahuan memakai headset. “Sudah ditegur 3 kali dan memang petunjuk teknis (juknis) seperti itu, jadi kita off kan,”ujarnya.

Selama ujian peserta memang dilarang memakai headset, karena dikhawatirkan bisa berkomunikasi dengan pihak lain. Agar aman dari kecurangan, panitia lantas mengambil kebijakan tegas kepada peserta yang tetap ngeyel menggunakan alat bantu tersebut.

Selain larangan menggunakan headset, yang termasuk pelanggaran adalah membaca referensi atau mencontek. Untuk mengantisipasi kecurangan, dalam radius 3 meter harus steril dari orang lain. “Cara memastikannya dengan setiap 5-10 menit akan muncul gambar yang ada di sekelilingnya secara otomatis dari aplikasinya,” sambungnya.

Sementara itu, tahapan seleksi UM-PTKIN hari ini digelar dalam 3 sesi. “Satu sesi 200 peserta. Tadi yang hadir 185, yang tidak hadir 15. Kalau dibuat prosentase yang hadir 92,5 persen dan tidak hadir 7,5 persen,” lanjut Mujtahid.

Pewarta: Intan Refa Septiana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/