alexametrics
27C
Malang
Sunday, 24 January 2021

Konsep Stasiun Modern Antarkan ITN Menangi Lomba Gambar Nasional

MALANG KOTA – Konsep “Stasiun Kereta Api Modern dengan Prinsip Green Architecture” membawa dua tim Lomba Gambar Teknik (LGT) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menyabet juara 3 dan 4 besar tingkat nasional pada ajang Student Day of Civil Engineering 15th, Politeknik Negeri Malang (Polinema).

Tim mahasiswa Jurusan Arsitektur ITN Malang itu bersaing dengan total 27 tim dari berbagai universitas di Indonesia. Kegiatan tahunan Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Polinema ini diharapkan menjadi ajang untuk mengasah kreatifitas, ilmu, dan inovasi.

“Menjadi tiga besar nasional sebenarnya di luar ekspektasi kami. Sebenarnya yang mendaftar lumayan banyak, tetapi yang mengumpulkan karya hanya 27 tim. Kemudian dipilih 10 besar, lalu diambil 3 besar untuk menuju final,” kata Rikzan Ketua Tim Creature1 ITN.

Event kali ini mengusung tema “Inovasi Stasiun Kereta Api Modern yang Ramah Lingkungan”. Maka, Tim Creature menghadirkan inovasi ruang tunggu berkonsep Ruang Terbuka Hijau (RTH) di dalam stasiun. Sehingga calon penumpang atau pengguna stasiun dapat menikmati ruangan yang nyaman dengan pepohonan sambil menanti kedatangan kereta api.

“Kami ingin memberikan inovasi stasiun kereta api yang ramah lingkungan dengan hadirnya pepohonan. Selain itu atap ruang tunggu juga dapat terbuka secara otomatis, sehingga mengalirkan sirkulasi udara yang baik di ruangan tersebut,” imbuh mahasiswa semester tiga ini.

Dikatakan Rikzan, untuk konsep stasiun KAI dipilih dan diambil dari lokalitas kereta api. Dengan menggunakan konsep bentuk dari logo KAI sehingga menghasilkan design bentuk yang unik.

Dengan menggunakan metode bentuk antaranya layering (kanvas untuk sebuah objek layer dalam photoshop), fraktal (komponen dari bangunan yang mengulangi bentuknya kembali dengan skala yang berbeda), aditif (penambahan), dan folding (proses menghasilkan bentukan dalam desain arsitektur).

“Memang lawannya cukup berat. Apa lagi Lomba Gambar Teknik baru kali ini kami ikuti. Dan kami selain menggambar teknik juga harus menghitung konstruksi, menyajikan konsep, pemilihan bahan material bangunan yang tepat. Itulah kira-kira penilaian juri,” pungkas mahasiswa asal Probolinggo ini.

Sebagai info, tim yang masuk 10 besar selain ITN Malang dan ITS ada juga dari UNS, Undip, Polinema, Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), dan Politeknik Negeri Bandung (POLBAN).

Pewarta : Errica Vannie

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Wajib Dibaca