alexametrics
26.1 C
Malang
Wednesday, 1 December 2021

Bangun Desa Wisata Edukasi, UM Lakukan Peningkatan Potensi Lokal

Potensi lokal merupakan seluruh sumber daya yang dimiliki masyarakat lokal baik berbentuk fisik yang terdiri dari arisitektur, transportasi, flora dan fauna, sumber daya alam dan sumber daya manusia, maupun non fisik yang berupa tradisi, aturan/norma, dan keyakinan masyarakat. Potensi lokal yang dimiliki oleh sebuah desa harus dirawat dan ditingkatkan agar tidak semakin berkurang atau bahkan hilang. Berbagai cara dapat dilakukan oleh manusia untuk merawat dan mengembangkan potensi lokal yang ada didesa. Salah satunya melalui peningkatan potensi lokal.

Tim Pengabdian dari jurusan Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Malang melakukan upaya untuk meningkatkan potensi lokal desa  dengan menggelar pelatihan peningkatan potensi lokal berbasis desa wisata edukasi dalam meningkatkan kecakapan vokasional masyarakat di Desa Pait, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Ketua tim pengabdian Drs. M. Ihsom, M.Pd. mengatakan bahwa pengabdian ini yang menjadi fokus dalam pelatihan peningkatan potensi lokal adalah sumber daya manusia yang disiapkan untuk menjadi pelopor wisata di Desa Pait.

“Sumber daya manusia yang tergabung dalam kelompok sadar wisata (POKDARWIS) di berikan pelatihan untuk manajemen pengelolaan sumber daya alam yang ada di Desa Pait yang berpotensi untuk dijadikan obyek pariwisata” ujarnya.

Seperti diketahui, pelatihan yang digelar pada hari minggu tanggal 14 Agustus 2021 di Gedung Serba Guna dusun tangkil ini dihadiri oleh karang taruna dan tokoh masyarakat Dusun Tangkil. Peserta pelatihan yang hadir sejumlah 15 peserta pelatihan dengan menaati protokol kesehatan secara ketat. Selain itu, Drs. M. Ihsom, M.Pd berpesan kepada peserta pelatihan agar kegiatan ini di ikuti dengan semaksimal mungkin “kegiatan yang kami lakukan di Desa Pait ini adalah serius, sehingga harapannya dapat memberikan dampak yang baik terhadap  kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pelatihan ini dilakukan dengan semaksimal mungkin untuk menambah keterampilan pengetahuan terkait dengan pengelolaan desa wisata” pungkasnya.

Pada pelatihan ini, dibagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama, peserta pelatihan diberikan materi dan praktek terkait pengelolaan dan peningkatan potensi lokal untuk mewujudkan desa wisata edukasi yang terintegrasi dan berkelanjutan. Ada tiga aspek penting yang harus diperhatikan untuk mewujudkan hal tersebut yaitu entertainment, edukasi dan ekonomi.

Selanjutnya pada sesi kedua, peserta pelatihan dibekali dengan materi peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Hal itu penting dilakukan karena manusia merupakan subjek dari program pengembangan desa wisata edukasi. Peserta pelatihan di ajak untuk berpartisipasi dalam berlatih simulasi menjadi guide yang perofesional. Peserta yang terdiri dari karang taruna sangat antusias dalam mengikuti apa yang di instruksikan pemateri. Simulasi merupakan salah satu cara untuk berlatih sebelum melakukan yang sebenarnya.

Melalui pelatihan ini, diharapkan masyarakat mampu mengelola potensi lokal melalui pengembangan desa wisata edukasi. Terlebih lagi, pada saat ini desa wisata banyak diminati oleh wisatawan karena menawarkan pengalaman pariwisata yang berbeda. Wisatawan dapat berinteraksi dengan alam, budaya dan masyarakat lokal. Sehingga tak hanya mendapatkan hiburan namun juga edukasi.

Potensi lokal merupakan seluruh sumber daya yang dimiliki masyarakat lokal baik berbentuk fisik yang terdiri dari arisitektur, transportasi, flora dan fauna, sumber daya alam dan sumber daya manusia, maupun non fisik yang berupa tradisi, aturan/norma, dan keyakinan masyarakat. Potensi lokal yang dimiliki oleh sebuah desa harus dirawat dan ditingkatkan agar tidak semakin berkurang atau bahkan hilang. Berbagai cara dapat dilakukan oleh manusia untuk merawat dan mengembangkan potensi lokal yang ada didesa. Salah satunya melalui peningkatan potensi lokal.

Tim Pengabdian dari jurusan Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Malang melakukan upaya untuk meningkatkan potensi lokal desa  dengan menggelar pelatihan peningkatan potensi lokal berbasis desa wisata edukasi dalam meningkatkan kecakapan vokasional masyarakat di Desa Pait, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Ketua tim pengabdian Drs. M. Ihsom, M.Pd. mengatakan bahwa pengabdian ini yang menjadi fokus dalam pelatihan peningkatan potensi lokal adalah sumber daya manusia yang disiapkan untuk menjadi pelopor wisata di Desa Pait.

“Sumber daya manusia yang tergabung dalam kelompok sadar wisata (POKDARWIS) di berikan pelatihan untuk manajemen pengelolaan sumber daya alam yang ada di Desa Pait yang berpotensi untuk dijadikan obyek pariwisata” ujarnya.

Seperti diketahui, pelatihan yang digelar pada hari minggu tanggal 14 Agustus 2021 di Gedung Serba Guna dusun tangkil ini dihadiri oleh karang taruna dan tokoh masyarakat Dusun Tangkil. Peserta pelatihan yang hadir sejumlah 15 peserta pelatihan dengan menaati protokol kesehatan secara ketat. Selain itu, Drs. M. Ihsom, M.Pd berpesan kepada peserta pelatihan agar kegiatan ini di ikuti dengan semaksimal mungkin “kegiatan yang kami lakukan di Desa Pait ini adalah serius, sehingga harapannya dapat memberikan dampak yang baik terhadap  kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pelatihan ini dilakukan dengan semaksimal mungkin untuk menambah keterampilan pengetahuan terkait dengan pengelolaan desa wisata” pungkasnya.

Pada pelatihan ini, dibagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama, peserta pelatihan diberikan materi dan praktek terkait pengelolaan dan peningkatan potensi lokal untuk mewujudkan desa wisata edukasi yang terintegrasi dan berkelanjutan. Ada tiga aspek penting yang harus diperhatikan untuk mewujudkan hal tersebut yaitu entertainment, edukasi dan ekonomi.

Selanjutnya pada sesi kedua, peserta pelatihan dibekali dengan materi peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Hal itu penting dilakukan karena manusia merupakan subjek dari program pengembangan desa wisata edukasi. Peserta pelatihan di ajak untuk berpartisipasi dalam berlatih simulasi menjadi guide yang perofesional. Peserta yang terdiri dari karang taruna sangat antusias dalam mengikuti apa yang di instruksikan pemateri. Simulasi merupakan salah satu cara untuk berlatih sebelum melakukan yang sebenarnya.

Melalui pelatihan ini, diharapkan masyarakat mampu mengelola potensi lokal melalui pengembangan desa wisata edukasi. Terlebih lagi, pada saat ini desa wisata banyak diminati oleh wisatawan karena menawarkan pengalaman pariwisata yang berbeda. Wisatawan dapat berinteraksi dengan alam, budaya dan masyarakat lokal. Sehingga tak hanya mendapatkan hiburan namun juga edukasi.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru