alexametrics
26.1 C
Malang
Wednesday, 1 December 2021

Genjot Mutu, Unmer Malang Bentuk AMI

MALANG KOTA – Peningkatan mutu layanan pendidikan dilakukan Universitas Merdeka (Unmer) Malang dengan membentuk Auditor Mutu Internal (AMI). Kegiatan yang digelar mulai kemarin (23/11) diselenggarakan Badan Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (BP3M).

 

Keberadaan auditor internal tersebut untuk melaksanakan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) agar sesuai dengan Standar Nasional Perguruan Tinggi. Pembentukan AMI merupakan tindak lanjut dua tahap pertama siklus PPEPP. Yakni Unmer telah memenuhi kelengkapan penetapan dokumen penjaminan mutu SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) dan pelaksanaan pendidikan sesuai standar. Berikutnya diperlukan tiga tahap lanjutan hingga dicapai standar penjaminan mutu dan pelaksanaan pendidikan yang selaras.

 

Total ada 65 calon auditor dari 28 program studi dan 1 bidang pelaksana akademik yang disiapkan. Calon auditor diberikan pelatihan sehingga mampu melakukan audit pelaksanaan pendidikan di masing-masing prodi.

 

Kepala BP3M Unmer Malang Dr Harmono MSi menyatakan,  pihaknya telah memperoleh sertifikasi untuk melatih calon auditor mutu internal. “Sebelumnya kita mendapat pelatihan dari UGM dan IPB, kemudian diuji quantum dalam skala internasional hingga dapat passing grade untuk melatih auditor mutu internal,” terangnya.

Capaian sertifikasi yang dimiliki BP3M kemudian disalurkan pada auditor internal sehingga berkompetensi melakukan audit dari tahap evaluasi hingga pelaporan. Ke depannya auditor internal juga mendapatkan sertifikat dari BP3M untuk digunakan dalam jangka panjang. Sertifikat tersebut diberikan sebagai bukti capaian kompetensi yang menunjukkan Unmer memiliki sumber daya audit internal. ”Hal ini dilakukan agar program peningkatan budaya mutu perguruan tinggi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Harmono juga menyatakan saat ini Unmer memiliki 11 program studi terakreditasi A dan tujuh belas program studi terakreditasi B. “Ke depannya kita ingin melakukan konversi akreditasi dari B menjadi Baik Sekali dan akreditasi A mendapat predikat unggul,” ungkap Harmono.

Selain akreditasi, tujuan lain yang ingin dicapai adalah menyelaraskan budaya mutu yang berorientasi outcome based curriculum. Agenda ini merujuk pada capaian lulusan yang sesuai dengan standar dunia usaha dan industri.  Standar jaminan mutu yang ditetapkan juga terus diupayakan terhubung dengan mutu dunia usaha dan industri.

Harmono berharap, siklus PPEPP dapat dituntaskan pada hari terakhir pelaksanaan AMI. ”Dalam pelatihan ini sekaligus dilaksanakan praktik mengaudit secara langsung sampai menghasilkan laporan. Jika ditemui adanya ketidaksesuaian pelaksanaan pendidikan maka ditindaklanjuti dengan kontrak perbaikan dan dibahas pada rapat tinjauan manajemen,” jelasnya. (nj3/nay)

MALANG KOTA – Peningkatan mutu layanan pendidikan dilakukan Universitas Merdeka (Unmer) Malang dengan membentuk Auditor Mutu Internal (AMI). Kegiatan yang digelar mulai kemarin (23/11) diselenggarakan Badan Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (BP3M).

 

Keberadaan auditor internal tersebut untuk melaksanakan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) agar sesuai dengan Standar Nasional Perguruan Tinggi. Pembentukan AMI merupakan tindak lanjut dua tahap pertama siklus PPEPP. Yakni Unmer telah memenuhi kelengkapan penetapan dokumen penjaminan mutu SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) dan pelaksanaan pendidikan sesuai standar. Berikutnya diperlukan tiga tahap lanjutan hingga dicapai standar penjaminan mutu dan pelaksanaan pendidikan yang selaras.

 

Total ada 65 calon auditor dari 28 program studi dan 1 bidang pelaksana akademik yang disiapkan. Calon auditor diberikan pelatihan sehingga mampu melakukan audit pelaksanaan pendidikan di masing-masing prodi.

 

Kepala BP3M Unmer Malang Dr Harmono MSi menyatakan,  pihaknya telah memperoleh sertifikasi untuk melatih calon auditor mutu internal. “Sebelumnya kita mendapat pelatihan dari UGM dan IPB, kemudian diuji quantum dalam skala internasional hingga dapat passing grade untuk melatih auditor mutu internal,” terangnya.

Capaian sertifikasi yang dimiliki BP3M kemudian disalurkan pada auditor internal sehingga berkompetensi melakukan audit dari tahap evaluasi hingga pelaporan. Ke depannya auditor internal juga mendapatkan sertifikat dari BP3M untuk digunakan dalam jangka panjang. Sertifikat tersebut diberikan sebagai bukti capaian kompetensi yang menunjukkan Unmer memiliki sumber daya audit internal. ”Hal ini dilakukan agar program peningkatan budaya mutu perguruan tinggi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Harmono juga menyatakan saat ini Unmer memiliki 11 program studi terakreditasi A dan tujuh belas program studi terakreditasi B. “Ke depannya kita ingin melakukan konversi akreditasi dari B menjadi Baik Sekali dan akreditasi A mendapat predikat unggul,” ungkap Harmono.

Selain akreditasi, tujuan lain yang ingin dicapai adalah menyelaraskan budaya mutu yang berorientasi outcome based curriculum. Agenda ini merujuk pada capaian lulusan yang sesuai dengan standar dunia usaha dan industri.  Standar jaminan mutu yang ditetapkan juga terus diupayakan terhubung dengan mutu dunia usaha dan industri.

Harmono berharap, siklus PPEPP dapat dituntaskan pada hari terakhir pelaksanaan AMI. ”Dalam pelatihan ini sekaligus dilaksanakan praktik mengaudit secara langsung sampai menghasilkan laporan. Jika ditemui adanya ketidaksesuaian pelaksanaan pendidikan maka ditindaklanjuti dengan kontrak perbaikan dan dibahas pada rapat tinjauan manajemen,” jelasnya. (nj3/nay)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru