UIN Malang Produksi KAVi, Bilik Kabut Penangkal Corona

KOTA MALANG – Bilik sterilisasi dengan penyemprot disinfektan, sudah banyak digunakan di sejumlah tempat. Mulai dari Balai Kota Malang, hingga RSSA (Rumah Sakit dr Saiful Anwar).

Namun bilik sterilisasi bikinan Universitas Islam Negeri (UIN) Maliki Malang berbeda.

Bilik itu bernama KAVi. Yakni kepanjangan dari Kotak Anti Virus. Atau dalam bahasa arab, KAVi secara etimologis artinya mencukupi. Ya mencukupi untuk membasmi virus.

Pembuatan KAVi diinisiasi Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Dr Sri Harini bersama Dr Imam Tazi. Bilik tidak menyemprot disinfektan, namun memproduksi kabut yang fungsinya sama, yakni membunuh virus.

Rektor UIN Malang, Prof Abdul Haris, M.Ag pun pagi tadi (25/3) dengan bangga memperkenalkan bilik berwarna cokelat itu. Ia juga menunjukkan cara penggunaanya.

“Dengan bangga, kami ciptakan bilik KAVi ini untuk membasmi virus. Cukup dengan waktu 2 detik masuk KAVi dan badan diputar secara merata maka virus covid akan musnah,” ujarnya.

Cara kerjanya, bilik ini memiliki kotak yang diisi humidifizer hand sanitizer 70 persen sebanyak 1 liter. Kemudian humudifizer dinyalakan dan selang penghubung dimasukkan ke dalam bilik.

“Setelah kabut masuk dan penuh maka bilik bisa difungsikan. Satu liter hand sanitizer bisa diguanakan selama 5-7 jam,” tegasnya.

KAVi diklaim lebih efektif dari semprotan, karena menggunakan uap yang diyakini lebih merata menjangkau seluruh badan. Selain itu bilik ini pun ringan. Rencananya KAVi akan di pasang di masing-masing tituk pintu masuk keluar kampus.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Humas UIN Malang
Editor: Indra M