alexametrics
21 C
Malang
Wednesday, 10 August 2022

Ada 8.500 Mahasiswa Jalur SBMPTN Masuk UB-UM

MALANG KOTA- Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM) telah menerima 8.500 mahasiswa baru (maba). Itu hanya dari jalur seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN). Tentu belum termasuk dari berbagai jalur yang segera dibuka.  Jumlah maba via jalur SBMPTN ini tergolong menurun. Karena memang kuota yang diberikan dua kampus berstatus Perguruan Tinggi Negeri-Berbadan Hukum (PTN-BH) ada penurunan kuota pada jalur SBMPTN. Kalau tahun lalu 40 persen, kini tinggal 30 persen.

Menurut data yang didapat koran ini, Universitas Brawijaya menerima 5.160 mahasiswa lewat jalur SBMPTN. Sedangkan, Universitas Negeri Malang menerima total 3.358 mahasiswa pada jalur yang sama tahun ini. Penurunan kuota itu disebabkan perubahan status dari Badan Layanan Umum (BLU) berganti PTN-BH.  Selain kuota SBMPTN yang mengalami penurunan 10 persen, kuota SNMPTN juga mengalami hal yang sama. Dengan penurunan itu, otomatis membuat kuota mahasiswa jalur mandiri bertambah, dari 30 persen menjadi 50 persen.

Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik UB Hery Prawoto mengatakan, peminat SBMPTN tahun ini menurun dibandingkan tahun 2021. Yakni dari 69.887 orang menjadi 61.810 peserta, dengan dominasi peminat di prodi saintek sebanyak 35.616, sedangkan di prodi soshum 26.194 peminat. “5.160 mahasiswa yang diterima melalui SBMPTN, rinciannya saintek sebanyak 3.294 mahasiswa dan soshum 1.866 mahasiswa. Tersebar di 29 prodi soshum dan 50 prodi saintek,” terang Heri.

Ditambahkan Heri, dari 50 prodi saintek, prodi dengan peminat paling sedikit yaitu prodi akuakultur (PSDKU Kediri) dengan jumlah 79 orang. Peminat terbanyak adalah prodi Kedokteran dengan 3.321 pendaftar. Sedangkan dari 29 prodi soshum, peminat paling sedikit adalah prodi seni rupa murni dengan peminat 75 pendaftar. “Sementara peminat terbanyak adalah prodi Ilmu Hukum dengan peminat 2.814,” sambungnya. Sebelumnya, di jalur SNMPTN 2022, UB telah menerima 3.445 mahasiswa baru. Dengan total pendaftar mencapai 40.094 peserta.

Sedangkan di jalur penerimaan terakhir yakni mandiri, UB mematok kuota 50 persen atau sekitar 8.570 mahasiswa. Sementara, UM menerima 3.358 mahasiswa pada SBMPTN tahun ini. Jumlah peminat yang memilih UM pada pilihan pertama yakni 31.894 orang. Peminat kampus pendidikan itu menurun dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 34.348 peserta. Prodi dengan jumlah pendaftar terbanyak yakni psikologi, 2610 mahasiswa.

Disusul oleh manajemen dengan 2.487 pendaftar dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar 1.452. UM memiliki 70 prodi yang tersedia. Sebelumnya, pada penerimaan jalur SNMPTN yang sudah digelar beberapa waktu lalu, jumlah pendaftar mencapai 25.054 dengan daya tampung 1.604. Usai pendaftaran melalui SNMPTN dan SBMPTM, UM bakal membuka jalur mandiri dengan kuota 3.851 mahasiswa atau maksimal 50 persen dari jumlah total mahasiswa yang diterima. (adk/abm)

MALANG KOTA- Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM) telah menerima 8.500 mahasiswa baru (maba). Itu hanya dari jalur seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN). Tentu belum termasuk dari berbagai jalur yang segera dibuka.  Jumlah maba via jalur SBMPTN ini tergolong menurun. Karena memang kuota yang diberikan dua kampus berstatus Perguruan Tinggi Negeri-Berbadan Hukum (PTN-BH) ada penurunan kuota pada jalur SBMPTN. Kalau tahun lalu 40 persen, kini tinggal 30 persen.

Menurut data yang didapat koran ini, Universitas Brawijaya menerima 5.160 mahasiswa lewat jalur SBMPTN. Sedangkan, Universitas Negeri Malang menerima total 3.358 mahasiswa pada jalur yang sama tahun ini. Penurunan kuota itu disebabkan perubahan status dari Badan Layanan Umum (BLU) berganti PTN-BH.  Selain kuota SBMPTN yang mengalami penurunan 10 persen, kuota SNMPTN juga mengalami hal yang sama. Dengan penurunan itu, otomatis membuat kuota mahasiswa jalur mandiri bertambah, dari 30 persen menjadi 50 persen.

Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik UB Hery Prawoto mengatakan, peminat SBMPTN tahun ini menurun dibandingkan tahun 2021. Yakni dari 69.887 orang menjadi 61.810 peserta, dengan dominasi peminat di prodi saintek sebanyak 35.616, sedangkan di prodi soshum 26.194 peminat. “5.160 mahasiswa yang diterima melalui SBMPTN, rinciannya saintek sebanyak 3.294 mahasiswa dan soshum 1.866 mahasiswa. Tersebar di 29 prodi soshum dan 50 prodi saintek,” terang Heri.

Ditambahkan Heri, dari 50 prodi saintek, prodi dengan peminat paling sedikit yaitu prodi akuakultur (PSDKU Kediri) dengan jumlah 79 orang. Peminat terbanyak adalah prodi Kedokteran dengan 3.321 pendaftar. Sedangkan dari 29 prodi soshum, peminat paling sedikit adalah prodi seni rupa murni dengan peminat 75 pendaftar. “Sementara peminat terbanyak adalah prodi Ilmu Hukum dengan peminat 2.814,” sambungnya. Sebelumnya, di jalur SNMPTN 2022, UB telah menerima 3.445 mahasiswa baru. Dengan total pendaftar mencapai 40.094 peserta.

Sedangkan di jalur penerimaan terakhir yakni mandiri, UB mematok kuota 50 persen atau sekitar 8.570 mahasiswa. Sementara, UM menerima 3.358 mahasiswa pada SBMPTN tahun ini. Jumlah peminat yang memilih UM pada pilihan pertama yakni 31.894 orang. Peminat kampus pendidikan itu menurun dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 34.348 peserta. Prodi dengan jumlah pendaftar terbanyak yakni psikologi, 2610 mahasiswa.

Disusul oleh manajemen dengan 2.487 pendaftar dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar 1.452. UM memiliki 70 prodi yang tersedia. Sebelumnya, pada penerimaan jalur SNMPTN yang sudah digelar beberapa waktu lalu, jumlah pendaftar mencapai 25.054 dengan daya tampung 1.604. Usai pendaftaran melalui SNMPTN dan SBMPTM, UM bakal membuka jalur mandiri dengan kuota 3.851 mahasiswa atau maksimal 50 persen dari jumlah total mahasiswa yang diterima. (adk/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/