alexametrics
21.1 C
Malang
Friday, 1 July 2022

Geluti Dunia Broadcasting, Kuncinya Jangan Malu dan Nikmati Proses

RADAR MALANG – Dunia broadcasting sudah digeluti Defa Bekti Sartika sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD). Bagi Defa, broadcast dinilai sebagai kegiatan yang seru dan membuatnya senang.

“Awalnya dikasih kesempatan untuk nge-MC di salah satu acara. Saat itu aku masih SD, terus kalau ada kesempatan aku coba,” ucap gadis berusia 20 tahun itu.

Menapaki karir di dunia broadcast membuatnya terus belajar dan mengevaluasi diri. Berkat kegigihan itu pula Defa berhasil menjadi juara di salah satu lomba presenter. Tak hanya itu, dia juga mendapat beasiswa pembelajaran public speaking.

“Dulu masih awam dalam pembawaan saat jadi MC maupun presenter. Namun, ketika ikut beasiswa itu aku tahu pembawa acara itu harus memiliki perbedaan. Disitu aku tahu teknis membawa acara,” lanjut Mahasiswi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang itu.

Meski sudah cukup lama menggeluti dunia broadcasting, ternyata Defa juga pernah merasa malu untuk berbicara di depan publik. Namun rasa percaya dari orang tuanya membuat rasa malu tersebut hilang. Setiap kesalahan yang dia lakukan biasa diceritakan kepada orang tuanya sebagai bahan evaluasi.

“Orang tua itu selalu memberi wejangan, nggak usah malu, nikmati prosesnya,” katanya. Sampai sekarang, Defa mengaku belum puas dalam menapaki karir di dunia broadcast. Apabila ada kesempatan, dia berharap bisa menjadi presenter kondang di televisi.

“Sampai saat ini yang menjadi PR bagi aku adalah, cari karakter diri. Untuk cari yang beda dari aku masih aku gali, karena persaingannya juga semakin banyak,” tambahnya.

Tak hanya itu, dia juga ingin berkembang lebih baik sehingga ilmu yang didapat bisa dibagikan kepada teman-temannya. Apalagi belajar di dunia broadcast memerlukan biaya yang cukup menguras kantong.

“Mau, berani, proses dan belajar. Karena kita butuh yang namanya belajar dari orang lain. Jangan malu untuk belajar kepada orang lain. Karena banyak orang yang lebih dari diri kita,” tutupnya.

 

Pewarta : M. Ubaidillah

RADAR MALANG – Dunia broadcasting sudah digeluti Defa Bekti Sartika sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD). Bagi Defa, broadcast dinilai sebagai kegiatan yang seru dan membuatnya senang.

“Awalnya dikasih kesempatan untuk nge-MC di salah satu acara. Saat itu aku masih SD, terus kalau ada kesempatan aku coba,” ucap gadis berusia 20 tahun itu.

Menapaki karir di dunia broadcast membuatnya terus belajar dan mengevaluasi diri. Berkat kegigihan itu pula Defa berhasil menjadi juara di salah satu lomba presenter. Tak hanya itu, dia juga mendapat beasiswa pembelajaran public speaking.

“Dulu masih awam dalam pembawaan saat jadi MC maupun presenter. Namun, ketika ikut beasiswa itu aku tahu pembawa acara itu harus memiliki perbedaan. Disitu aku tahu teknis membawa acara,” lanjut Mahasiswi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang itu.

Meski sudah cukup lama menggeluti dunia broadcasting, ternyata Defa juga pernah merasa malu untuk berbicara di depan publik. Namun rasa percaya dari orang tuanya membuat rasa malu tersebut hilang. Setiap kesalahan yang dia lakukan biasa diceritakan kepada orang tuanya sebagai bahan evaluasi.

“Orang tua itu selalu memberi wejangan, nggak usah malu, nikmati prosesnya,” katanya. Sampai sekarang, Defa mengaku belum puas dalam menapaki karir di dunia broadcast. Apabila ada kesempatan, dia berharap bisa menjadi presenter kondang di televisi.

“Sampai saat ini yang menjadi PR bagi aku adalah, cari karakter diri. Untuk cari yang beda dari aku masih aku gali, karena persaingannya juga semakin banyak,” tambahnya.

Tak hanya itu, dia juga ingin berkembang lebih baik sehingga ilmu yang didapat bisa dibagikan kepada teman-temannya. Apalagi belajar di dunia broadcast memerlukan biaya yang cukup menguras kantong.

“Mau, berani, proses dan belajar. Karena kita butuh yang namanya belajar dari orang lain. Jangan malu untuk belajar kepada orang lain. Karena banyak orang yang lebih dari diri kita,” tutupnya.

 

Pewarta : M. Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/