alexametrics
29C
Malang
Tuesday, 19 January 2021

Awas, Alokasi Dana PIP Rp 96,2 Miliar Rawan Disalahgunakan

MALANG KOTA – Tahun 2020 ini, total dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk Malang Raya cukup besar, yakni mencapai Rp 92,6 miliar. Dari jumlah itu, Kabupaten Malang mendapat jatah senilai Rp 73 miliar atau yang tertinggi. Sementara Kota Malang mendapat Rp 15,4 miliar dan Kota Batu Rp 4,2 miliar.

Dari penelusuran Jawa Pos Radar Malang melalui laman Kemendikbud RI, diketahui rincian bantuan yang harusnya diterima siswa. Untuk pelajar SD di Kabupaten Malang, bakal mendapat bantuan Rp 415 ribu per siswa per tahun. Sedangkan pelajar SMP mendapat Rp 652 ribu. Sementara pelajar SMA mendapat Rp 914 ribu. Di Kota Malang, pelajar SD mendapat bantuan senilai Rp 404 ribu per siswa per tahun. Untuk pelajar SMP mendapat Rp 634 ribu, sementara SMA dapat Rp 883 ribu. Berikutnya, pelajar SD di Kota Batu mendapat Rp 339 ribu per siswa per tahun. Sementara pelajar SMP mendapat Rp 633 ribu, sedangkan pelajar SMA dapat Rp 902 ribu.

Besarnya dana PIP itu butuh pengawasan ekstra jika tidak ingin penyalurannya “salah kamar”. Pasalnya, indikasi adanya penyaluran dana PIP yang diduga tidak pada tempatnya ini terekam dari pantauan Jawa Pos Radar Malang pada salah satu sekolah dasar di Kecamatan Sigosari, Kabupaten Malang.

Siti (bukan nama sebenarnya) langsung curiga ketika kepala SD Negeri Ardimulyo 1 Singosari mengajak dia dan beberapa wali murid lainnya ikut dalam rapat tertutup awal Oktober lalu. Yang dibahas dalam pertemuan itu adalah pencairan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). ”Rapat itu tanpa undangan. Isi rapat meminta 50 persen dana PIP untuk sekolah,” terang perempuan yang mewanti-wanti agar nama aslinya tak dikorankan itu.

Setahu Siti, dana PIP yang disalurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) itu sepenuhnya diperuntukkan bagi keperluan studi siswa. Untuk membuktikan kecurigaannya, dia bersama sejumlah wali murid lainnya sempat mendatangi bank tempat penyaluran dana tersebut. ”Ternyata nama anak saya dan teman-temannya ada. Kami selaku orang tua murid tidak diberitahu sebelumnya,” imbuh dia.

Menanggapi keluhan itu, Kepala SD Ardimulyo 01 Sulis Setyaning Rahayu MPd turut memberikan pemaparan. Dia menyebut bila dana PIP yang dimaksud wali murid tersebut sebenarnya belum dicairkan. ”Dananya sudah didapat, namun belum kami cairkan,” kata dia. Dia menjelaskan jika dana PIP tersebut memang sepenuhnya untuk siswa. Sulis juga tidak menampik kabar bila pihaknya sempat mengajak wali murid untuk rapat.

”Wali murid saya ajak diskusi untuk bisa membagi dana tersebut demi kepentingan sekolah. Kebanyakan wali murid setuju, namun ada sekitar 3 sampai 4 orang yang tidak setuju,” jelasnya.

Tahu bila niatannya itu mendapat respons keras, ke depan dia bakal menyerahkan sepenuhnya proses pencairan dana PIP pada pihak bank. Secara rinci, Sulis menyebut bila di tempatnya ada 360 pelajar. Dari total itu, 295 siswa di antaranya mendapat bantuan PIP. Nominal yang didapat per siswa senilai Rp 415 ribu per tahun.

Problem soal dana PIP itu juga ditemui di sekolah lain. Salah satu sumber lain dari Jawa Pos Radar Malang menyebut bila di sekolah temannya ada yang sudah mengalokasikan dana PIP untuk kepentingan sekolah. ”Dibuat beli alat drum band, tapi itu sudah disetujui wali murid,” terang sumber yang enggan disebutkan namanya itu.

Guru perempuan itu juga menyebut bila ada sekolah lain yang langsung memotong dana PIP untuk keperluan sekolah tanpa meminta persetujuan wali murid sebelumnya.

Padahal, sesuai dengan Permendikbud Nomor 9 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis (Juknis) PIP, dana itu disalurkan Kemendikbud untuk kebutuhan siswa, bukan untuk biaya operasional sekolah. Sebab, sejak awal program itu di-plot untuk kalangan keluarga miskin, masyarakat rentan miskin yang memiliki kartu keluarga sejahtera, dan peserta Program Keluarga Harapan (PKH).

Program itu juga bekerja sama dengan Kementerian Agama RI dengan tujuan memprioritaskan anak usia sekolah yang berstatus yatim piatu, penyandang disabilitas, serta korban bencana atau musibah.

Pewarta: Chosa Setya Ayu Widodo, Septianur Aji Hariyanto

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Wajib Dibaca