alexametrics
29C
Malang
Tuesday, 19 January 2021

Tegas, Dana PIP Hanya untuk Siswa Bukan Sekolah

MALANG KOTA – Adanya indikasi adanya penyaluran dana PIP yang diduga tidak pada tempatnya pada salah satu sekolah dasar di Kecamatan Sigosari, Kabupaten Malang, ditanggapi oleh pemangku kebijakan dengan beragam. Namun, pada intinya pengawasan tetap dilakukan secara ketat dan penyaluran dana hanya diperuntukkan kepentingan siswa bukan sekolah.

Perlu diketahui, besarnya dana PIP tahun 2020 ini yang mencapai Rp 92,6 miliar butuh pengawasan ekstra jika tidak ingin penyalurannya “salah kamar”. Pasalnya, indikasi adanya penyaluran dana PIP yang diduga tidak pada tempatnya ini terekam dari pantauan Jawa Pos Radar Malang pada salah satu sekolah dasar di Kecamatan Sigosari, Kabupaten Malang.

Kepala Cabang (Kacab) Dinas Pendidikan Wilayah Malang–Batu Dra Ema Sumiarti MSi mengaku bila saat ini pihaknya hanya tahu soal besaran dana PIP yang akan disalurkan. ”Kalau tahun lalu semua (pencairannya) langsung ke rekening siswa yang dipegang masing-masing orang tuanya. Tahun ini kami bisa ikut mengawal karena kami dapat laporan jumlah penerimanya,” kata dia.

Di tempat terpisah, Kacab Disdik Wilayah Kabupaten Malang Drs Arif Khamzah MSi menambahkan, para pelajar penerima PIP itu sebelumnya memang ditunjuk oleh sekolah. ”Sekolah cuma input data, penyaluran dananya tidak melalui sekolah, tapi langsung masuk ke rekening yang bersangkutan, bukan juga rekening sekolah,” kata Arif.

Meski keduanya menjadi perwakilan Pemprov Jatim di Malang Raya, Arif menyebut bila sisi pengawasan tetap wajib dilakukan satuan dinas pendidikan di masing-masing daerah. Bentuk pengawasannya seperti melihat kendala sekolah dalam menginput data pokok pendidikan (dapodik) rekening siswa penerima PIP.

Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Kota Malang Drs Burhanuddin MPd memastikan bila pihak sekolah hanya bertugas untuk menyampaikan data. ”Kami hanya menyampaikan siapa yang berhak mendapatkan. Semua (urusan)-nya pure di Kemendikbud. Kalaupun ada yang belum dapat itu mereka yang tahu,” kata Burhanuddin.

Hal senada juga disampaikan Kepala SMAN 1 Turen Ibnu Harsoyo. Dia mengatakan jika dana PIP di sekolahnya langsung diterima oleh masing-masing siswa. Namun, karena masih pandemi dan untuk meminimalisasi kerumunan, pihaknya menjelaskan jika pengambilan dana tersebut ke Bank BRI kini harus diwakilkan. ”Khusus selama pandemi seperti ini yang mengambil petugas sekolah yang telah diberi surat kuasa. Dan dana tersebut semuanya diterima secara utuh oleh siswa yang berhak,” kata dia.

Demikian juga hal sama disampaikan Kepala SMPN 4 Kepanjen Suprianto. Dia mengatakan jika dana PIP di sekolahnya langsung diterima siswa yang terdaftar. Proses pengambilannya pun langsung dilakukan oleh siswa. ”Di sekolah saya antara 6 sampai 7 siswa yang menerima dana tersebut,” kata dia.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang Rachmat Hardijono memastikan bila pengawasan alokasi dana itu terus dilakukan. ”Kemarin kami mendampingi BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) yang mendapat tugas mengawasi hal tersebut. Kalau untuk hasilnya kami tidak tahu,” kata dia.

Rachmat menjelaskan bila mekanisme didapatnya dana itu dimulai dari pihak sekolah yang menginput usulan nama-nama siswa. ”Selanjutnya Kemendikbud yang memverifikasi dapat atau tidaknya, sebelumnya mereka juga berkoordinasi dengan data dari Kemensos (Kementerian Sosial),” jelasnya.

Disinggung soal dugaan pemotongan dana PIP oleh pihak sekolah, Hardijono memaparkan jika awalnya Kemendikbud membuka peluang bagi sekolah untuk mengoordinasi pengambilan dana tersebut ke Bank BRI. Namun seiring berjalannya waktu, untuk menghindari sangkaan atau dugaan dana ”salah kamar”, pihaknya sudah memerintahkan agar sekolah tidak mengoordinasi pengambilan dana.

Pewarta: Chosa Setya Ayu Widodo, Septianur Aji Hariyanto

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Wajib Dibaca