alexametrics
33C
Malang
Sunday, 18 April 2021

Disdikbud Kota Malang Godok Penyempurnaan Zonasi PPDB

MALANG KOTA – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Malang tahun 2021/2022 akan mengalami penyempurnaan. Sistem zonasi akan dibenahi mengamankan siswa-siswi yang berprestasi dengan memberi fasilitas lebih untuk tunjang peningkatan dan eksplorasi mereka.

“Zonasi masih kami godok, karena anak yang berprestasi harus diwadahi lebih. Guna memberi semangat untuknya pribadi maupun juga kepada orang tua yang putra-putrinya,” jelas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Malang, Suwarjana.

Seperti yang diketahui, pada PPDB sebelumnya banyak orang tua maupun wali murid protes tatkala anak mereka yang bersekolah di sekolah favorit kalah dengan sekolah pinggiran. Karena hanya memacu pada nilai rapor saja.

“Kemarin yang dimasalahkan oleh masyarakat, anak yang bersekolah sekolah favorit kok kalah dari sekolah non favorit. Sehingga kami evaluasi lagi dan akan kami berlakukan indeks sekolah,” ujar mantan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah itu.

Indeks sekolah yang dimaksud didapat dari rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) tiga tahun terakhir di sekolah tersebut. Menurutnya jika menggunakan metode indeks sekolah, selain nilai rapor, bisa memberikan efek keadilan untuk para siswa.

“Kalau kita pakai dasar itu insya Allah akan kelihatan sekolah yang, mohon maaf, bermutu atau tidak. Walaupun nilai rapornya mau ditinggikan, tapi nanti kalahnya di indeks sekolah,” urainya.

Ia menambahkan, untuk jalur prestasi di tahun ini akan dipilah, antara prestasi akademik maupun non akademik.

“Di kala jalur prestasi yang selama ini hanya jumlahnya 30 persen tetapi tidak memilahkan antara prestasi akademik maupun non akademik, di tahun ini akan kami bedakan. Katakanlah mungkin 20 persen untuk prestasi akademik 10 persen untuk non akademik,” tambah Suwarjana.

Untuk itu saat ini ia sedang menggodok Peraturan Wali Kota (Perwal) maupun Surat Edaran (SE) bersama pengawas sekolah, Dewan Pendidikan Kota Malang (DPKM), maupun Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

Pewarta : Errica Vannie, Chosa Setya

MALANG KOTA – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Malang tahun 2021/2022 akan mengalami penyempurnaan. Sistem zonasi akan dibenahi mengamankan siswa-siswi yang berprestasi dengan memberi fasilitas lebih untuk tunjang peningkatan dan eksplorasi mereka.

“Zonasi masih kami godok, karena anak yang berprestasi harus diwadahi lebih. Guna memberi semangat untuknya pribadi maupun juga kepada orang tua yang putra-putrinya,” jelas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Malang, Suwarjana.

Seperti yang diketahui, pada PPDB sebelumnya banyak orang tua maupun wali murid protes tatkala anak mereka yang bersekolah di sekolah favorit kalah dengan sekolah pinggiran. Karena hanya memacu pada nilai rapor saja.

“Kemarin yang dimasalahkan oleh masyarakat, anak yang bersekolah sekolah favorit kok kalah dari sekolah non favorit. Sehingga kami evaluasi lagi dan akan kami berlakukan indeks sekolah,” ujar mantan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah itu.

Indeks sekolah yang dimaksud didapat dari rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) tiga tahun terakhir di sekolah tersebut. Menurutnya jika menggunakan metode indeks sekolah, selain nilai rapor, bisa memberikan efek keadilan untuk para siswa.

“Kalau kita pakai dasar itu insya Allah akan kelihatan sekolah yang, mohon maaf, bermutu atau tidak. Walaupun nilai rapornya mau ditinggikan, tapi nanti kalahnya di indeks sekolah,” urainya.

Ia menambahkan, untuk jalur prestasi di tahun ini akan dipilah, antara prestasi akademik maupun non akademik.

“Di kala jalur prestasi yang selama ini hanya jumlahnya 30 persen tetapi tidak memilahkan antara prestasi akademik maupun non akademik, di tahun ini akan kami bedakan. Katakanlah mungkin 20 persen untuk prestasi akademik 10 persen untuk non akademik,” tambah Suwarjana.

Untuk itu saat ini ia sedang menggodok Peraturan Wali Kota (Perwal) maupun Surat Edaran (SE) bersama pengawas sekolah, Dewan Pendidikan Kota Malang (DPKM), maupun Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

Pewarta : Errica Vannie, Chosa Setya

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru