alexametrics
21.5 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Sempat Down, Server PPDB Disdikbud Kota Malang Bermasalah Lagi

MALANG KOTA – Meski masih masuk dalam tahap awal, beberapa problem di sesi penerimaan peserta didik baru (PPDB) sudah mencuat. Sama seperti tahun sebelumnya, ada keluhan terkait server yang down. Ada pula keluhan tentang berkas-berkas pendaftaran.

Salah satunya disampaikan Ana Wulandari, salah satu wali murid. Dia yang sempat datang ke posko PPDB di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mengeluhkan proses pendaftaran anaknya yang tak bisa dilakukan via website PPDB. Penyebabnya berkas administrasi berupa kartu keluarga (KK) miliknya belum berstatus warga Kota Malang.

”Saya ini punya empat anak, tahun lalu anak yang ketiga bisa menggunakan surat domisili, tapi untuk anak yang terakhir masak tidak bisa,” kata warga Kecamatan Lowokwaru tersebut. Keluhannya itu tak terjawab. Dia pun keluar dari posko PPDB dengan tangan hampa. Kepada Jawa Pos Radar Malang, dia mengaku diberi saran oleh petugas untuk menggunakan PPDB SMP dari jalur prestasi akademik yang akan dibuka 7 Juni mendatang. Saat ini, karena kendala berkas itu, dia tidak bisa menggunakan jalur zonasi maupun afirmasi.

Untuk diketahui, sejak Senin lalu (24/5) sesi pendaftaran PPDB dimulai dari tingkat TK dan SD. Jalurnya yakni afirmasi, perpindahan tugas orang tua, dan zonasi. Masa pendaftarannya dibuka sampai hari ini (26/5). Sementara untuk jenjang SMP, pendaftaran di jalur afirmasi, perpindahan tugas orang tua, dan prestasi lomba bakal dibuka mulai 31 Mei hingga 2 Juni nanti.

Sementara pendaftaran PPDB SMP jalur prestasi akademik akan dibuka mulai 7 sampai 9 Juni nanti. Sedangkan jalur zonasi SMP akan dimulai 14 sampai 16 Juni.

Beranjak dari jadwal itu, Ana yang hendak memasukkan anaknya ke jenjang SMP sebenarnya bisa menempuh jalur perpindahan tugas orang tua. Namun, kepada koran ini dia mengaku enggan mengambilnya. Dia menyebut bila kini hanya bisa pasrah jika anaknya nanti bersekolah di SMP swasta. Ana mempertanyakan mengapa kebijakan domisili dari KK itu diterapkan. Dia berkeyakinan bila problemnya itu juga dialami warga lainnya. ”Saya sebelumnya dapat info dari sekolah anak saya yang bilang kalau pakai surat domisili masih bisa (daftar). Tapi pas daftar malah tidak bisa, jelas ini membuat saya kecewa,” sambung dia.

Keluhan lainnya juga datang dari Ina Risma. Dia mengeluhkan website PPDB yang sempat down ketika digunakan. Saat mengisi data diri anaknya yang hendak masuk ke tingkat SMP, akun miliknya sempat keluar secara tiba-tiba. Alhasil, dia harus mengulang kembali pengisian biodata tersebut. ”Hampir sejam saya kemarin malam (Senin) panik karena biodata anak saya tidak bisa terunggah dan bolak-balik keluar sendiri,” kata dia. Ibu dua anak tersebut melakukan pengisian biodata anaknya mulai pukul 00.00 WIB hingga 01.00 WIB.

Dalam rentan waktu tersebut, dia mengaku tak dapat mengisi beberapa kelengkapan biodata, seperti file KK dan berkas-berkas lainnya. Dia yang hendak menggunakan jalur zonasi akhirnya turut mendatangi posko PPDB kemarin (25/5).

Setelah melakukan konsultasi, dia merasa cukup lega dengan jawaban petugas. Dia mendapat penjelasan bila loading saat pengunggahan file memang bisa memakan waktu yang cukup lama. Terlebih bila file yang hendak diunggah berukuran besar. ”Ini masih saya coba, tetapi saya isi agak malam karena kalau jam-jam kerja pasti lagi padat,” kata warga Jalan Bendungan Sutami tersebut.

Secara umum, dia cukup menyayangkan permasalahan server itu kembali terulang. Sebab, setahu dia, problem itu sempat mencuat di tahun 2020 lalu. ”Saya harap ada solusi terbaik deh, jangan sampai tiap tahun ada orang tua yang mengeluh sama kayak saya,” harap dia. (rmc/adn/c1/by)

MALANG KOTA – Meski masih masuk dalam tahap awal, beberapa problem di sesi penerimaan peserta didik baru (PPDB) sudah mencuat. Sama seperti tahun sebelumnya, ada keluhan terkait server yang down. Ada pula keluhan tentang berkas-berkas pendaftaran.

Salah satunya disampaikan Ana Wulandari, salah satu wali murid. Dia yang sempat datang ke posko PPDB di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mengeluhkan proses pendaftaran anaknya yang tak bisa dilakukan via website PPDB. Penyebabnya berkas administrasi berupa kartu keluarga (KK) miliknya belum berstatus warga Kota Malang.

”Saya ini punya empat anak, tahun lalu anak yang ketiga bisa menggunakan surat domisili, tapi untuk anak yang terakhir masak tidak bisa,” kata warga Kecamatan Lowokwaru tersebut. Keluhannya itu tak terjawab. Dia pun keluar dari posko PPDB dengan tangan hampa. Kepada Jawa Pos Radar Malang, dia mengaku diberi saran oleh petugas untuk menggunakan PPDB SMP dari jalur prestasi akademik yang akan dibuka 7 Juni mendatang. Saat ini, karena kendala berkas itu, dia tidak bisa menggunakan jalur zonasi maupun afirmasi.

Untuk diketahui, sejak Senin lalu (24/5) sesi pendaftaran PPDB dimulai dari tingkat TK dan SD. Jalurnya yakni afirmasi, perpindahan tugas orang tua, dan zonasi. Masa pendaftarannya dibuka sampai hari ini (26/5). Sementara untuk jenjang SMP, pendaftaran di jalur afirmasi, perpindahan tugas orang tua, dan prestasi lomba bakal dibuka mulai 31 Mei hingga 2 Juni nanti.

Sementara pendaftaran PPDB SMP jalur prestasi akademik akan dibuka mulai 7 sampai 9 Juni nanti. Sedangkan jalur zonasi SMP akan dimulai 14 sampai 16 Juni.

Beranjak dari jadwal itu, Ana yang hendak memasukkan anaknya ke jenjang SMP sebenarnya bisa menempuh jalur perpindahan tugas orang tua. Namun, kepada koran ini dia mengaku enggan mengambilnya. Dia menyebut bila kini hanya bisa pasrah jika anaknya nanti bersekolah di SMP swasta. Ana mempertanyakan mengapa kebijakan domisili dari KK itu diterapkan. Dia berkeyakinan bila problemnya itu juga dialami warga lainnya. ”Saya sebelumnya dapat info dari sekolah anak saya yang bilang kalau pakai surat domisili masih bisa (daftar). Tapi pas daftar malah tidak bisa, jelas ini membuat saya kecewa,” sambung dia.

Keluhan lainnya juga datang dari Ina Risma. Dia mengeluhkan website PPDB yang sempat down ketika digunakan. Saat mengisi data diri anaknya yang hendak masuk ke tingkat SMP, akun miliknya sempat keluar secara tiba-tiba. Alhasil, dia harus mengulang kembali pengisian biodata tersebut. ”Hampir sejam saya kemarin malam (Senin) panik karena biodata anak saya tidak bisa terunggah dan bolak-balik keluar sendiri,” kata dia. Ibu dua anak tersebut melakukan pengisian biodata anaknya mulai pukul 00.00 WIB hingga 01.00 WIB.

Dalam rentan waktu tersebut, dia mengaku tak dapat mengisi beberapa kelengkapan biodata, seperti file KK dan berkas-berkas lainnya. Dia yang hendak menggunakan jalur zonasi akhirnya turut mendatangi posko PPDB kemarin (25/5).

Setelah melakukan konsultasi, dia merasa cukup lega dengan jawaban petugas. Dia mendapat penjelasan bila loading saat pengunggahan file memang bisa memakan waktu yang cukup lama. Terlebih bila file yang hendak diunggah berukuran besar. ”Ini masih saya coba, tetapi saya isi agak malam karena kalau jam-jam kerja pasti lagi padat,” kata warga Jalan Bendungan Sutami tersebut.

Secara umum, dia cukup menyayangkan permasalahan server itu kembali terulang. Sebab, setahu dia, problem itu sempat mencuat di tahun 2020 lalu. ”Saya harap ada solusi terbaik deh, jangan sampai tiap tahun ada orang tua yang mengeluh sama kayak saya,” harap dia. (rmc/adn/c1/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/