alexametrics
23.1 C
Malang
Wednesday, 27 October 2021

BEM Polinema Ikut Bantu Mahasiswa dan Warga Yang Jalani Isoman

RADAR MALANG – Pandemi Covid-19 mendorong banyak pihak untuk membantu mereka yang terpapar hingga harus menjalani isolasi mandiri (isoman). Salah satunya dilakukan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Polinema yang ikut menyalurkan bantuan logistik kepada pasien isoman. Selain dalam bentuk sembako, bantuan juga dirupakan vitamin serta obat-obatan.

“Bantuan logistik berisi beras, vitamin, obat-obatan, gula, teh, dan beberapa sembako lainnya,” ujar Presiden BEM Polinema David Orlando, Minggu (25/07).

Bantuan logistik ditujukan masyarakat umum dan juga mahasiswa Polinema yang terpapar Covid-19. Hal itu karena ada beberapa mahasiswa yang terpapar Covid dan sedang menjalani isoman. ”Bagi mahasiswa yang terpapar Covid dan melakukan isolasi mandiri dapat mengisi google form, dimana mencakup data diri lengkap beserta bukti pernyataan positif serta surat dokter yang dinyatakan pasien melakukan isolasi mandiri. Bantuan ini juga diberikan setiap minggunya dengan cara meletakkan bantuan di depan rumah kos mahasiswa dan mahasiswi,” ujar David,

Dukungan yang dilakukan mahasiswa BEM ini akan terus digencarkan selama dan di luar masa PPKM. Guna meringankan beban para mahasiswa-mahasiswi yang terpapar korona. ”Waktu untuk (pembagian bantuan) kami belum menentukan, kami mengusahakan selama pandemi ini masih meningkat atau angka kasus masih meningkat dan apabila ada mahasiswa polinema (yang terpapar covid) walaupun diluar PPKM ini yang masih melakukan isolasi mandiri, kami akan tetap memberikan bantuan,” tambah David.

BEM dan aktivis akademik Polinema tak hanya memberikan bantuan pada mahasiswa dan mahasiswi Polinema saja. Keduanya juga akan melakukan aksi untuk saling mengeratkan tangan seluruh warga baik Malang maupun luar Malang. Aksi yang akan disalurkan kepada kalangan masyarakat Malang yang terdampak PPKM baik pedagang kecil, karyawan yang ter-PHK, pasien isoman, dan lainnya.

“Jadi, di tengah situasi pandemi seperti ini kami dari BEM dan aktivis akademik polinema saling bahu-membahu atau saling memberikan bantuan. Kami juga mendistribusikan (donasi) pada seluruh masyarakat Kota Malang yang terdampak PPKM akan kami berikan bantuan kerjasama dengan ACT (Aksi Cepat Tanggap). Ini adalah salah satu perhatian dan bentuk nyata kami selaku mahasiswa dalam membantu rakyat atau masyarakat,” tambahnya.

Pewarta: Safa Abrar Ramadhan

RADAR MALANG – Pandemi Covid-19 mendorong banyak pihak untuk membantu mereka yang terpapar hingga harus menjalani isolasi mandiri (isoman). Salah satunya dilakukan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Polinema yang ikut menyalurkan bantuan logistik kepada pasien isoman. Selain dalam bentuk sembako, bantuan juga dirupakan vitamin serta obat-obatan.

“Bantuan logistik berisi beras, vitamin, obat-obatan, gula, teh, dan beberapa sembako lainnya,” ujar Presiden BEM Polinema David Orlando, Minggu (25/07).

Bantuan logistik ditujukan masyarakat umum dan juga mahasiswa Polinema yang terpapar Covid-19. Hal itu karena ada beberapa mahasiswa yang terpapar Covid dan sedang menjalani isoman. ”Bagi mahasiswa yang terpapar Covid dan melakukan isolasi mandiri dapat mengisi google form, dimana mencakup data diri lengkap beserta bukti pernyataan positif serta surat dokter yang dinyatakan pasien melakukan isolasi mandiri. Bantuan ini juga diberikan setiap minggunya dengan cara meletakkan bantuan di depan rumah kos mahasiswa dan mahasiswi,” ujar David,

Dukungan yang dilakukan mahasiswa BEM ini akan terus digencarkan selama dan di luar masa PPKM. Guna meringankan beban para mahasiswa-mahasiswi yang terpapar korona. ”Waktu untuk (pembagian bantuan) kami belum menentukan, kami mengusahakan selama pandemi ini masih meningkat atau angka kasus masih meningkat dan apabila ada mahasiswa polinema (yang terpapar covid) walaupun diluar PPKM ini yang masih melakukan isolasi mandiri, kami akan tetap memberikan bantuan,” tambah David.

BEM dan aktivis akademik Polinema tak hanya memberikan bantuan pada mahasiswa dan mahasiswi Polinema saja. Keduanya juga akan melakukan aksi untuk saling mengeratkan tangan seluruh warga baik Malang maupun luar Malang. Aksi yang akan disalurkan kepada kalangan masyarakat Malang yang terdampak PPKM baik pedagang kecil, karyawan yang ter-PHK, pasien isoman, dan lainnya.

“Jadi, di tengah situasi pandemi seperti ini kami dari BEM dan aktivis akademik polinema saling bahu-membahu atau saling memberikan bantuan. Kami juga mendistribusikan (donasi) pada seluruh masyarakat Kota Malang yang terdampak PPKM akan kami berikan bantuan kerjasama dengan ACT (Aksi Cepat Tanggap). Ini adalah salah satu perhatian dan bentuk nyata kami selaku mahasiswa dalam membantu rakyat atau masyarakat,” tambahnya.

Pewarta: Safa Abrar Ramadhan

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru