alexametrics
26.9 C
Malang
Wednesday, 25 May 2022

Tim Polinema Edukasi Peternak Pintar Jualan Ikan Cupang di Medsos

MALANG KOTA – Tim Dosen Unit Pelaksana Teknis (UPT) Mata Kuliah Umum (MKU) Politeknik Negeri Malang (Polinema ) kembali menggelar program PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat). Kali ini sasarannya adalah peternak ikan cupang atau betta splendens di Kelurahan Sumbersari, Kota Malang.

Mereka memberikan pelatihan seputar bagaimana media sosial (medsos) seperti Instagram bisa menjadi media pemasaran yang efektif. Koordinator PKM Dr Khrisna Hadiwinata mengatakan, program tersebut digelar sebagai respon atas kondisi pandemi Covid-19 yang telah hampir 2 tahun ini. Tim melihat para pelaku usaha budidaya ikan cupang tetap memiliki peluang jitu memasarkan hasil panen ikan via medsos.

Karena itu, tim PKM Polinema mengedukasi peternak dengan pelatihan pemasaran melalui media online Instagram. “Diadakannya PKM ini selain pelatihan juga penyuluhan mengenai media sosial untuk memperluas pasar penjualan,” ujar koordinator Dr Khrisna.

Dengan memanfaatan medsos, pelaku usaha ikan hias termasuk para ibu-ibu PKK Kelurahan Sumbersari dapat mengelola usaha dengan baik, dan memperluas jangkauan pasar. Dari 39 anggota kelompok ibu-ibu PKK RW 07 Kelurahan Sumbersari Kota Malang, ada 7 di antaranya yang sudah aktif menggunakan instagram. Hanya saja hingga kini masih kurang maksimal sebagai media pemasaran.

“Masih kurang maksimal dalam penggunaan Instagram, tidak kontinyu dalam menginformasikan produk. Yang lainnya belum menggunakan instagram, karena tidak tahu cara penggunaannya dalam memasarkan produk,” tambahnya.

Tim PKM ini terdiri dari Dr Khrisna Hadiwinata SH MH, Dr Hudriyah Mundzir SH MH, Ahmad Baha’uddin Almu’faro, S PdI MPdI, Rokiyah SH MH, Abdul Chalim SAg MPdI. Diharapkan dengan PKM ini dapat memberi manfaat dan sumbangan peran bagi pelaku usaha budidaya ikan Betta Splendens maupun pelaku usaha yang lainnya.

“Dalam pelatihan ini tidak hanya diikuti oleh peternak saja, tapi pelaku usaha rempeyek kacang juga ada yang mengikuti pelatihan. Hal ini menunjukkan bahwa Kelurahan Sumbersari sebenarnya memiliki potensi besar yang dapat diunggulkan,” tutupnya.

Pewarta: Roisyatul mufidah

MALANG KOTA – Tim Dosen Unit Pelaksana Teknis (UPT) Mata Kuliah Umum (MKU) Politeknik Negeri Malang (Polinema ) kembali menggelar program PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat). Kali ini sasarannya adalah peternak ikan cupang atau betta splendens di Kelurahan Sumbersari, Kota Malang.

Mereka memberikan pelatihan seputar bagaimana media sosial (medsos) seperti Instagram bisa menjadi media pemasaran yang efektif. Koordinator PKM Dr Khrisna Hadiwinata mengatakan, program tersebut digelar sebagai respon atas kondisi pandemi Covid-19 yang telah hampir 2 tahun ini. Tim melihat para pelaku usaha budidaya ikan cupang tetap memiliki peluang jitu memasarkan hasil panen ikan via medsos.

Karena itu, tim PKM Polinema mengedukasi peternak dengan pelatihan pemasaran melalui media online Instagram. “Diadakannya PKM ini selain pelatihan juga penyuluhan mengenai media sosial untuk memperluas pasar penjualan,” ujar koordinator Dr Khrisna.

Dengan memanfaatan medsos, pelaku usaha ikan hias termasuk para ibu-ibu PKK Kelurahan Sumbersari dapat mengelola usaha dengan baik, dan memperluas jangkauan pasar. Dari 39 anggota kelompok ibu-ibu PKK RW 07 Kelurahan Sumbersari Kota Malang, ada 7 di antaranya yang sudah aktif menggunakan instagram. Hanya saja hingga kini masih kurang maksimal sebagai media pemasaran.

“Masih kurang maksimal dalam penggunaan Instagram, tidak kontinyu dalam menginformasikan produk. Yang lainnya belum menggunakan instagram, karena tidak tahu cara penggunaannya dalam memasarkan produk,” tambahnya.

Tim PKM ini terdiri dari Dr Khrisna Hadiwinata SH MH, Dr Hudriyah Mundzir SH MH, Ahmad Baha’uddin Almu’faro, S PdI MPdI, Rokiyah SH MH, Abdul Chalim SAg MPdI. Diharapkan dengan PKM ini dapat memberi manfaat dan sumbangan peran bagi pelaku usaha budidaya ikan Betta Splendens maupun pelaku usaha yang lainnya.

“Dalam pelatihan ini tidak hanya diikuti oleh peternak saja, tapi pelaku usaha rempeyek kacang juga ada yang mengikuti pelatihan. Hal ini menunjukkan bahwa Kelurahan Sumbersari sebenarnya memiliki potensi besar yang dapat diunggulkan,” tutupnya.

Pewarta: Roisyatul mufidah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/