alexametrics
21.5 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

UM Gelar Tatap Muka Perdana, Kelas Cuma 2×50 Menit

MALANG KOTA – Universitas Negeri Malang (UM) menjadi kampus negeri pertama di Malang yang menerapkan sistem kuliah tatap muka. Mulai kemarin (25/10/21), sejumlah mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) sudah ngampus (kuliah di dalam kampus). Namun tentu dengan sejumlah pembatasan dan penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Dekan FMIPA UM Dr Hadi Suwono MSi mengatakan, PTM digelar secara terbatas untuk mahasiswa angkatan 2020 dan 2021. Dari total 1.976 mahasiswa di dua angkatan tersebut, sebanyak 48 persen memilih kuliah luring (offline). Para mahasiswa yang luring tersebut dalam satu kelas hanya dibatasi maksimal 50 persen.

“Selain jumlah mahasiswa, jam kuliah juga dibatasi hanya 2×50 menit saja,” kata Hadi.

Dosen mata kuliah biologi itu beralasan pembatasan jam kuliah bertujuan untuk mengatur sterilisasi ruang kelas. Sterilisasi yang dilakukan oleh Hadi ada dua cara. Yakni dengan penyemprotan disinfektan basah dan pencahayaan sinar UV. Menurut Hadi, cara tersebut terbilang ampuh untuk membunuh virus.

Dari hasil pantauan kemarin, satu ruang kelas masih terisi sekitar tiga sampai 6 mahasiswa. Pengaturan jarak duduk antar mahasiswa juga diterapkan. Wajib scan aplikasi PeduliLindungi saat memasuki gedung FMIPA.

“Ya, ini (scan PeduliLindungi) sebagai bentuk kontrol orang yang masuk agar tidak terjadi kerumunan,” jelas pria berkacamata itu.

Terpisah, salah satu mahasiswi FMIPA UM Meidin Aira Putri mengaku senang bisa kembali kuliah luring. Mahasiswa prodi Biologi angkatan 2020 itu belum sama sekali merasakan kuliah luring. Sehingga momen PTM dimanfaatkan dengan baik olehnya.

“Justru kalau kuliah enakan luring, penyampaian materinya lebih mudah dipahami,” kesan Aira.

Gadis asal Jakarta itu juga tak mempermasalahkan jam kuliah hanya 2×50 menit. Hal yang terpenting baginya adalah komunikasi mahasiswa dengan dosen bisa terjalin ketika PTM. Standar prokes pelaksanaan PTM di kampusnya terbilang baik dan ketat. (and/abm/rmc)

MALANG KOTA – Universitas Negeri Malang (UM) menjadi kampus negeri pertama di Malang yang menerapkan sistem kuliah tatap muka. Mulai kemarin (25/10/21), sejumlah mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) sudah ngampus (kuliah di dalam kampus). Namun tentu dengan sejumlah pembatasan dan penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Dekan FMIPA UM Dr Hadi Suwono MSi mengatakan, PTM digelar secara terbatas untuk mahasiswa angkatan 2020 dan 2021. Dari total 1.976 mahasiswa di dua angkatan tersebut, sebanyak 48 persen memilih kuliah luring (offline). Para mahasiswa yang luring tersebut dalam satu kelas hanya dibatasi maksimal 50 persen.

“Selain jumlah mahasiswa, jam kuliah juga dibatasi hanya 2×50 menit saja,” kata Hadi.

Dosen mata kuliah biologi itu beralasan pembatasan jam kuliah bertujuan untuk mengatur sterilisasi ruang kelas. Sterilisasi yang dilakukan oleh Hadi ada dua cara. Yakni dengan penyemprotan disinfektan basah dan pencahayaan sinar UV. Menurut Hadi, cara tersebut terbilang ampuh untuk membunuh virus.

Dari hasil pantauan kemarin, satu ruang kelas masih terisi sekitar tiga sampai 6 mahasiswa. Pengaturan jarak duduk antar mahasiswa juga diterapkan. Wajib scan aplikasi PeduliLindungi saat memasuki gedung FMIPA.

“Ya, ini (scan PeduliLindungi) sebagai bentuk kontrol orang yang masuk agar tidak terjadi kerumunan,” jelas pria berkacamata itu.

Terpisah, salah satu mahasiswi FMIPA UM Meidin Aira Putri mengaku senang bisa kembali kuliah luring. Mahasiswa prodi Biologi angkatan 2020 itu belum sama sekali merasakan kuliah luring. Sehingga momen PTM dimanfaatkan dengan baik olehnya.

“Justru kalau kuliah enakan luring, penyampaian materinya lebih mudah dipahami,” kesan Aira.

Gadis asal Jakarta itu juga tak mempermasalahkan jam kuliah hanya 2×50 menit. Hal yang terpenting baginya adalah komunikasi mahasiswa dengan dosen bisa terjalin ketika PTM. Standar prokes pelaksanaan PTM di kampusnya terbilang baik dan ketat. (and/abm/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/