alexametrics
18.6 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

Ada Sekolah Luring di Malang, Disdikbud Ungkap Alasannya

MALANG KOTA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang memberikan kelonggaran berupa kepada sekolah untuk melakukan pembelajaran secara luring kepada sekolah TK/PAUD saat pemberlakuan sekolah daring.

“Kemarin ada sekolah yang mengadakan tatap muka, kemudian kami tinjau ternyata ada alasan dibaliknya. Dan ketika saya konfirmasi tatap muka dilakukan kepada siswa berkebutuhan khusus dengan persetujuan dan permintaan orangtua,” jelas Plt Kepala Disdikbud Siti Ratnawati SH MH.

Bukan tanpa alasan proses perizinan pembelajaran luring ini diberikan. Ia mengatakan, hasil evaluasi semester lalu, murid berkebutuhan khusus tersebut tidak mampu melakukan pembelajaran secara daring.

Ratna menyebut boleh bagi sekolah TK/PAUD/RA ataupun SLB mengadakan luring namun tetap harus pertimbangan khusus dari Disdikbud. Ratna menjelaskan, PAUD yang diberikan izin melaksanakan sekolah luring ini memiliki 7 siswa berkebutuhan khusus. Sekolah harus menaati sejumlah peraturan, selain dalam 1 kelas hanya ada 2 murid dan masing-masing pendamping, murid tersebut harus telah melakukan tes Rapid Antigen terlebih dahulu.

“Siswa berkebutuhan khusus memang perlu penanganan istimewa, kami juga tidak bisa memaksakan. Kasihan orang tua juga kalau kita paksakan daring karena kan pendamping mereka yang lebih tahu treatment-nya seperti apa,” pungkasnya.

Kasi Kurikulum dan Penilaian Paud dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pudjianik SPd MPd menuturkan sesuai dengan instruksi Pemerintah Kota Malang pembelajaran semester genap untuk TK, PAUD dan Raudhatul Athfal (RA) akan tetap digelar secara daring.

“Sekali lagi memang keselamatan siswa menjadi alasan utama pastinya. Tapi tetap ada upaya-upaya ketika ada kesulitan pembelajaran,” ujarnya.

Di sisi lain, SLB pun harus kembali menggelar pembelajaran secara daring semester ini. Kepala SLB Lab UM Luthansyah mengungkapkan pelaksanaan daring di SLB tentunya berbeda dengan di sekolah normal.

“Kami tidak menggunakan zoom melainkan video call WhatsApp, karena kalau ada trouble tiba-tiba mati dengan mudah kami bisa menghubungi kembali. Selain itu ada lembar kerja juga yang langsung diambil orang tua ke sekolah boleh juga ajak siswa agar mereka tidak lupa sekolahnya,” terangnya.

Penyesuaian jam belajar juga menjadi hal yang amat diperhatikan oleh SLB. Terkadang siswa akan bosan jika pembelajaran terlalu lama maka untuk mensiasatinya dalam sehari akan ada jeda dalam setiap pembelajarannya.

Pewarta : Chosa Setya Ayu Widodo

MALANG KOTA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang memberikan kelonggaran berupa kepada sekolah untuk melakukan pembelajaran secara luring kepada sekolah TK/PAUD saat pemberlakuan sekolah daring.

“Kemarin ada sekolah yang mengadakan tatap muka, kemudian kami tinjau ternyata ada alasan dibaliknya. Dan ketika saya konfirmasi tatap muka dilakukan kepada siswa berkebutuhan khusus dengan persetujuan dan permintaan orangtua,” jelas Plt Kepala Disdikbud Siti Ratnawati SH MH.

Bukan tanpa alasan proses perizinan pembelajaran luring ini diberikan. Ia mengatakan, hasil evaluasi semester lalu, murid berkebutuhan khusus tersebut tidak mampu melakukan pembelajaran secara daring.

Ratna menyebut boleh bagi sekolah TK/PAUD/RA ataupun SLB mengadakan luring namun tetap harus pertimbangan khusus dari Disdikbud. Ratna menjelaskan, PAUD yang diberikan izin melaksanakan sekolah luring ini memiliki 7 siswa berkebutuhan khusus. Sekolah harus menaati sejumlah peraturan, selain dalam 1 kelas hanya ada 2 murid dan masing-masing pendamping, murid tersebut harus telah melakukan tes Rapid Antigen terlebih dahulu.

“Siswa berkebutuhan khusus memang perlu penanganan istimewa, kami juga tidak bisa memaksakan. Kasihan orang tua juga kalau kita paksakan daring karena kan pendamping mereka yang lebih tahu treatment-nya seperti apa,” pungkasnya.

Kasi Kurikulum dan Penilaian Paud dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pudjianik SPd MPd menuturkan sesuai dengan instruksi Pemerintah Kota Malang pembelajaran semester genap untuk TK, PAUD dan Raudhatul Athfal (RA) akan tetap digelar secara daring.

“Sekali lagi memang keselamatan siswa menjadi alasan utama pastinya. Tapi tetap ada upaya-upaya ketika ada kesulitan pembelajaran,” ujarnya.

Di sisi lain, SLB pun harus kembali menggelar pembelajaran secara daring semester ini. Kepala SLB Lab UM Luthansyah mengungkapkan pelaksanaan daring di SLB tentunya berbeda dengan di sekolah normal.

“Kami tidak menggunakan zoom melainkan video call WhatsApp, karena kalau ada trouble tiba-tiba mati dengan mudah kami bisa menghubungi kembali. Selain itu ada lembar kerja juga yang langsung diambil orang tua ke sekolah boleh juga ajak siswa agar mereka tidak lupa sekolahnya,” terangnya.

Penyesuaian jam belajar juga menjadi hal yang amat diperhatikan oleh SLB. Terkadang siswa akan bosan jika pembelajaran terlalu lama maka untuk mensiasatinya dalam sehari akan ada jeda dalam setiap pembelajarannya.

Pewarta : Chosa Setya Ayu Widodo

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/