alexametrics
20.8 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

ITN Malang Gelar Wisuda, 21,8 Persen Lulus Cumlaude

MALANG KOTA – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menggelar wisuda ke-64 periode II 2020 dan ke-65 periode I 2021 hari ini (27/3). Total sejumlah 885 wisudawan dikukuhkan secara daring oleh Rektor ITN Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi MSEE.

Dari seluruh wisudawan, enam terbaik menyampaikan hasil karyanya selama menempuh pendidikan di ITN Malang. Di antaranya, Imam Darma Aji dari Prodi Teknik Arsitektur. Mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi tersebut merancang pusat cenderamata pariwisata di Kabupaten Malang. Tepatnya, di Jalan arah Bantur, area sawah Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.

“Saya memilih lokasi ini karena wilayahnya dekat dengan pantai dan perekonomiannya perlu diangkat. Pun desain arsitek dipilih dengan menerapkan nilai kebudayaan daerah Malang, misalnya menggunakan atap limasan. Kenapa pusat cenderamata? Karena masyarakat juga kurang memahami budaya dan kerajinan lokal Malang,” papar Imam.

Selain itu, Nur Hendri Wahyu Firdaus dari Prodi Teknik Kimia juga menunjukkan karyanya. Dia menciptakan inovasi dengan membuat Mikroorganisme Lokal (MOL) dari limbah organik. Jika sebelumnya MOL yang dijual di pasaran lebih mahal dan memberi dampak suhu panas pada tanaman. MOL dari limbah organik ini diklaim lebih terjangkau dan tidak menimbulkan suhu panas.

“MOL atau cairan sebagai campuran pupuk ini jika menimbulkan suhu panas akan menghilangkan unsur tanamannya. Sehingga inovasi dari limbah ini diharapkan memberi manfaat petani,” tuturnya.

Ada juga Wahyu Arif Setiawan dari Teknik Listrik yang menciptakan sistem fast charging untuk mobil listrik. Selain itu, ada Tutut Suryani dari Teknik Informatika yang menciptakan website untuk memudahkan pelaporan masyarakat jika terjadi kerusakan jalan.

“Masih banyak jalan rusak yang memotivasi saya untuk membuat website pelaporan ini. Saya berharap memudahkan dinas bina marga untuk menyurvei pun memudahkan masyarakat dalam melaporkan kerusakan jalan,” terangnya.

Rektor ITN Malang Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi MSEE mengucapkan selamat kepada wisudawan. Sebagai informasi, ITN terus meningkatkan kompetensi lulusan dengan adanya pembatasan masa studi. Bahkan, ITN Malang menerapkan sistem pembelajaran yang mengutamakan proses sehingga dimunculkan dalam bentuk SKPI. Hal ini sejalan dengan aturan SNDIKTI No 3 Tahun 2020.

“Sehingga hasilnya seperti wisudawan yang lulus tepat waktu saat ini,” terangnya.

Selain itu, upaya membangun lingkungan belajar dengan atmosfer akademik yang menyerupai dunia kerja. Sehingga ITN Malang terus berupaya membangun link dengan industri dan juga membangun “laboratorium” skala industri.

“Salah satu perwujudannya, dengan dengan proses pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 0.5 MWp,” pungkasnya.

Wisudawan terbaik pascasarjana adalah Oktafianus Toding dari Teknik Industri. Pria yang saat ini juga menjabat sebagai maintenance and reliability manager di PT Soroni Agro Asia Corporindo tersebut telah melalang buana di dunia industri selama 25 tahun. Memutuskan melanjutkan pascasarjana di ITN, selain jarak dekat, juga karena kualitas jurusan di ITN.

“Karena sudah memiliki pengalaman di 8 industri berbeda, saya juga nantinya siap jika ditunjuk menjadi pendidik praktisi,” tegasnya.

Pewarta: Binti/Joni

MALANG KOTA – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menggelar wisuda ke-64 periode II 2020 dan ke-65 periode I 2021 hari ini (27/3). Total sejumlah 885 wisudawan dikukuhkan secara daring oleh Rektor ITN Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi MSEE.

Dari seluruh wisudawan, enam terbaik menyampaikan hasil karyanya selama menempuh pendidikan di ITN Malang. Di antaranya, Imam Darma Aji dari Prodi Teknik Arsitektur. Mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi tersebut merancang pusat cenderamata pariwisata di Kabupaten Malang. Tepatnya, di Jalan arah Bantur, area sawah Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.

“Saya memilih lokasi ini karena wilayahnya dekat dengan pantai dan perekonomiannya perlu diangkat. Pun desain arsitek dipilih dengan menerapkan nilai kebudayaan daerah Malang, misalnya menggunakan atap limasan. Kenapa pusat cenderamata? Karena masyarakat juga kurang memahami budaya dan kerajinan lokal Malang,” papar Imam.

Selain itu, Nur Hendri Wahyu Firdaus dari Prodi Teknik Kimia juga menunjukkan karyanya. Dia menciptakan inovasi dengan membuat Mikroorganisme Lokal (MOL) dari limbah organik. Jika sebelumnya MOL yang dijual di pasaran lebih mahal dan memberi dampak suhu panas pada tanaman. MOL dari limbah organik ini diklaim lebih terjangkau dan tidak menimbulkan suhu panas.

“MOL atau cairan sebagai campuran pupuk ini jika menimbulkan suhu panas akan menghilangkan unsur tanamannya. Sehingga inovasi dari limbah ini diharapkan memberi manfaat petani,” tuturnya.

Ada juga Wahyu Arif Setiawan dari Teknik Listrik yang menciptakan sistem fast charging untuk mobil listrik. Selain itu, ada Tutut Suryani dari Teknik Informatika yang menciptakan website untuk memudahkan pelaporan masyarakat jika terjadi kerusakan jalan.

“Masih banyak jalan rusak yang memotivasi saya untuk membuat website pelaporan ini. Saya berharap memudahkan dinas bina marga untuk menyurvei pun memudahkan masyarakat dalam melaporkan kerusakan jalan,” terangnya.

Rektor ITN Malang Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi MSEE mengucapkan selamat kepada wisudawan. Sebagai informasi, ITN terus meningkatkan kompetensi lulusan dengan adanya pembatasan masa studi. Bahkan, ITN Malang menerapkan sistem pembelajaran yang mengutamakan proses sehingga dimunculkan dalam bentuk SKPI. Hal ini sejalan dengan aturan SNDIKTI No 3 Tahun 2020.

“Sehingga hasilnya seperti wisudawan yang lulus tepat waktu saat ini,” terangnya.

Selain itu, upaya membangun lingkungan belajar dengan atmosfer akademik yang menyerupai dunia kerja. Sehingga ITN Malang terus berupaya membangun link dengan industri dan juga membangun “laboratorium” skala industri.

“Salah satu perwujudannya, dengan dengan proses pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 0.5 MWp,” pungkasnya.

Wisudawan terbaik pascasarjana adalah Oktafianus Toding dari Teknik Industri. Pria yang saat ini juga menjabat sebagai maintenance and reliability manager di PT Soroni Agro Asia Corporindo tersebut telah melalang buana di dunia industri selama 25 tahun. Memutuskan melanjutkan pascasarjana di ITN, selain jarak dekat, juga karena kualitas jurusan di ITN.

“Karena sudah memiliki pengalaman di 8 industri berbeda, saya juga nantinya siap jika ditunjuk menjadi pendidik praktisi,” tegasnya.

Pewarta: Binti/Joni

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/