alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Keren, Guru di Malang Ini Cari Ide Media Belajar di Alam Terbuka

MALANG – Pembelajaran jarak jauh menuntut para tenaga pendidikan untuk kreatif dan membuat inovasi. Tak selalu harus beli ini dan itu, ada banyak hal di lingkungan sekitar yang bisa menjadi media pembelajaran atau permainan bagi para siswa.

Hal itulah yang dilakukan oleh anggota Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kecamatan Sumbermanjing Wetan ini (25/3). Bertempat di wisata Boonpring Andeman, Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, para guru pendidikan anak usia dini (PAUD) ini melaksanakan workshop tentang media pembelajaran.

Ketua Himpaudi Kecamatan Sumbermanjing Wetan Siti Mualifah mengatakan, lewat pelatihan tersebut diharapkan guru bisa memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekelilingnya untuk menjadi alat permainan edukatif (APE). ”Tujuannya agar teman-teman ini paham bahwa barang-barang yang ada di sekitar itu bisa dikreasikan menjadi APE dan alat permainan edukasi itu tidak harus beli,” kata Mualifah.

Dia menyebut, ada banyak cara maupun bahan sederhana yang bisa menjadi media pembelajaran bagi para siswa PAUD. Contohnya dengan mengajak para murid untuk datang ke tempat wisata alam. Di tempat tersebut, mereka bisa mengeksplore banyak pengetahuan baru, seperti mengetahui tekstur daun, batu, dan beberapa benda lainnya yang ada di sekeliling mereka. ”Dari batu dan daun-daunan anak sudah bisa dikenalkan tentang tekstur kasar halus, berat, besar, dan kecil, kemudian mereka juga bisa diajak berhitung,” imbuh dia.

Hal ini mereka lakukan agar para siswa tetap bisa mendapat pengetahuan meski pembelajaran tatap muka (PTM) masih belum diizinkan sampai sekarang. ”Termasuk tentang protokol kesehatan, anak-anak yang datang ke tempat wisata ini bisa belajar bagaimana disiplin protokol kesehatan itu diterapkan, mulai dari menggunakan masker juga tidak berkerumun dalam satu ruangan,” jelas Mualifah.

Selain itu, metode ini juga dinilai efektif untuk bisa menghilangkan kejenuhan anak-anak sebelum akhirnya belajar ke kelas kembali diperbolehkan. ”Di samping itu, kami juga sudah lama tidak berkumpul, kalau kami paksakan melaksanakan pembelajaran di ruangan lama-lama juga pasti jenuh. Karena itu, sambil mengenalkan alam kepada anak-anak, ini juga menjadi (kegiatan) penyegaran bagi kami (tenaga pendidik),” pungkasnya. (rmc/fik/c1/iik)

MALANG – Pembelajaran jarak jauh menuntut para tenaga pendidikan untuk kreatif dan membuat inovasi. Tak selalu harus beli ini dan itu, ada banyak hal di lingkungan sekitar yang bisa menjadi media pembelajaran atau permainan bagi para siswa.

Hal itulah yang dilakukan oleh anggota Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kecamatan Sumbermanjing Wetan ini (25/3). Bertempat di wisata Boonpring Andeman, Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, para guru pendidikan anak usia dini (PAUD) ini melaksanakan workshop tentang media pembelajaran.

Ketua Himpaudi Kecamatan Sumbermanjing Wetan Siti Mualifah mengatakan, lewat pelatihan tersebut diharapkan guru bisa memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekelilingnya untuk menjadi alat permainan edukatif (APE). ”Tujuannya agar teman-teman ini paham bahwa barang-barang yang ada di sekitar itu bisa dikreasikan menjadi APE dan alat permainan edukasi itu tidak harus beli,” kata Mualifah.

Dia menyebut, ada banyak cara maupun bahan sederhana yang bisa menjadi media pembelajaran bagi para siswa PAUD. Contohnya dengan mengajak para murid untuk datang ke tempat wisata alam. Di tempat tersebut, mereka bisa mengeksplore banyak pengetahuan baru, seperti mengetahui tekstur daun, batu, dan beberapa benda lainnya yang ada di sekeliling mereka. ”Dari batu dan daun-daunan anak sudah bisa dikenalkan tentang tekstur kasar halus, berat, besar, dan kecil, kemudian mereka juga bisa diajak berhitung,” imbuh dia.

Hal ini mereka lakukan agar para siswa tetap bisa mendapat pengetahuan meski pembelajaran tatap muka (PTM) masih belum diizinkan sampai sekarang. ”Termasuk tentang protokol kesehatan, anak-anak yang datang ke tempat wisata ini bisa belajar bagaimana disiplin protokol kesehatan itu diterapkan, mulai dari menggunakan masker juga tidak berkerumun dalam satu ruangan,” jelas Mualifah.

Selain itu, metode ini juga dinilai efektif untuk bisa menghilangkan kejenuhan anak-anak sebelum akhirnya belajar ke kelas kembali diperbolehkan. ”Di samping itu, kami juga sudah lama tidak berkumpul, kalau kami paksakan melaksanakan pembelajaran di ruangan lama-lama juga pasti jenuh. Karena itu, sambil mengenalkan alam kepada anak-anak, ini juga menjadi (kegiatan) penyegaran bagi kami (tenaga pendidik),” pungkasnya. (rmc/fik/c1/iik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/