alexametrics
21.4 C
Malang
Saturday, 28 May 2022

Tim LPPM Unmer Angkat Ikon Baru Kampung Keramik Dinoyo

MALANG KOTA – Jumlah pengunjung dan konsumen di Kampung Keramik Dinoyo yang mengalami penurunan melatarbelakangi Tim LPPM Unmer Malang untuk mengangkat ikon baru, yaitu keramik dengan motif Batik Malangan.

Tim bakal memberikan wawasan dan keterampilan baru untuk menghasilkan produk yang lebih beragam bagi pengusaha. Tak hanya itu, pelatihan pengemasan dan pemasaran juga diberikan.Program Tim dari LPPM Unmer Malang ini mendapatkan dana melalui Hibah PKM (Program Kemitraan Masyarakat) dari Ristek Brin. Tim terdiri dari tiga dosen, yang diketuai Elta Sonalitha SKom MT dan beranggotakan Dr Eng Dani Yuniawan ST MMT serta Ninik Catur Endah Yuliati ST MT.

Menurut Elta, penurunan jumlah pengunjung dan konsumen yang datang ke kampung keramik dirasakan sejak 3 tahun terakhir. Penurunan jumlah pengunjung ini diperkirakan karena inovasi produk yang dihasilkan mengalami stagnan. Selain itu, proses pemasaran juga kurang gencar, apalagi hanya mengandalkan ikon kampung keramik.

Dari kondisi itu, tim LPPM Unmer memberikan wawasan dan keterampilan baru bagi mitra. Yakni dengan menggunakan teknik decal fast print water system yang mudah diaplikasikan. Kelebihan dari teknik ini bisa menghasilkan produk dengan motif dekorasi yang lebih variatif.

”Pelatihan pengemasan dan marketing secara online juga kami berikan sebagai metode menaikkan nilai jual produk keramik juga sarana pemasaran yang lebih luas,” tandasnya. Lebih jauh, Elta mengutip pemberitaan Jawa Pos Radar Malang, bahwa pabrik masih terbengkalai tanpa ada perawatan dari pihak Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

”Jika kondisi ini tetap berlangsung dikhawatirkan akan membahayakan warga sekitar, karena banyak atap bangunan yang mulai rusak. Kami berharap, Pabrik Keramik Dinoyo dapat difungsikan kembali agar dapat meningkatkan kembali gairah industry keramik di Kota Malang,” pungkas Elta.

Pewarta: Binti N

MALANG KOTA – Jumlah pengunjung dan konsumen di Kampung Keramik Dinoyo yang mengalami penurunan melatarbelakangi Tim LPPM Unmer Malang untuk mengangkat ikon baru, yaitu keramik dengan motif Batik Malangan.

Tim bakal memberikan wawasan dan keterampilan baru untuk menghasilkan produk yang lebih beragam bagi pengusaha. Tak hanya itu, pelatihan pengemasan dan pemasaran juga diberikan.Program Tim dari LPPM Unmer Malang ini mendapatkan dana melalui Hibah PKM (Program Kemitraan Masyarakat) dari Ristek Brin. Tim terdiri dari tiga dosen, yang diketuai Elta Sonalitha SKom MT dan beranggotakan Dr Eng Dani Yuniawan ST MMT serta Ninik Catur Endah Yuliati ST MT.

Menurut Elta, penurunan jumlah pengunjung dan konsumen yang datang ke kampung keramik dirasakan sejak 3 tahun terakhir. Penurunan jumlah pengunjung ini diperkirakan karena inovasi produk yang dihasilkan mengalami stagnan. Selain itu, proses pemasaran juga kurang gencar, apalagi hanya mengandalkan ikon kampung keramik.

Dari kondisi itu, tim LPPM Unmer memberikan wawasan dan keterampilan baru bagi mitra. Yakni dengan menggunakan teknik decal fast print water system yang mudah diaplikasikan. Kelebihan dari teknik ini bisa menghasilkan produk dengan motif dekorasi yang lebih variatif.

”Pelatihan pengemasan dan marketing secara online juga kami berikan sebagai metode menaikkan nilai jual produk keramik juga sarana pemasaran yang lebih luas,” tandasnya. Lebih jauh, Elta mengutip pemberitaan Jawa Pos Radar Malang, bahwa pabrik masih terbengkalai tanpa ada perawatan dari pihak Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

”Jika kondisi ini tetap berlangsung dikhawatirkan akan membahayakan warga sekitar, karena banyak atap bangunan yang mulai rusak. Kami berharap, Pabrik Keramik Dinoyo dapat difungsikan kembali agar dapat meningkatkan kembali gairah industry keramik di Kota Malang,” pungkas Elta.

Pewarta: Binti N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/