alexametrics
21.5 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Dosen UNMER Kembangkan PLTS Untuk Pertanian Hidroganik

KABUPATEN – Para dosen Universitas Merdeka (UNMER) Malang turut membantu masyarakat Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang dalam pengembangan Teknik pertanian hidroganik (budidaya pertanian yang memadukan kolam ikan dan tanaman organik). Hal itu diwujudkan dengan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) “Pengembangan Kawasan Pertanian Hidroganik dengan Sumber Listrik Energi Surya” yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Tim dosen UNMER Malang beranggotakan Ir Hery Budiyanto MSA PhD, Aries Boedi Setiawan ST MT dan Aris Siswati SP MM berhasil memberikan solusi alternatif kepada masyarakat yang tergabung dalam Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya “Bengkel Mimpi” Desa Kanigoro terkait kebutuhan pasokan listrik untuk pertanian hidroganik.

Basiri, Ketua Bengkel Mimpi menyambut baik konsep Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). “Tentunya dengan memanfaatkan sumber energi tenaga surya sangat bermanfaat untuk membantu pertumbuhan padi organik sekaligus budidaya ikan nila di kolam hidroganik,” tuturnya. Basiri turut membantu perijinan PKM sekaligus mengundang para stakeholder di lingkungan desa maupun kabupaten Malang untuk sosialisasi dan koordinasi.

Hery menjelaskan, sebelumnya para petani membutuhkan daya listrik PLN sebesar 600 watt untuk menggerakkan pompa air sirkulasi di 20 kolam hidroganik masing-masing pompa membutuhkan daya 30 Watt. “Atas dasar inilah kami mengembangkan enam panel sel surya dimana satu panel sel surya mampu menghasilkan listrik 100 WP. Energi dari sel surya tersebut disimpan dalam tiga baterai dengan kekuatan 100 Ah sehingga mampu menghasilkan daya listrik 2.144 Watt Jam per hari dengan demikian PLTS mampu menghemat kebutuhan listrik sampai 60 persen,” ungkapnya.
Desain panel sel surya memiliki bentuk unik dengan mengadopsi bentuk bunga matahari.

“Kami mengambil filosofi bunga matahari karena menyesuaikan penggunaan energi untuk lingkungan pertanian,” imbuh Hery. Dengan adanya PLTS dapat menjadi sumber tenaga listrik alternatif di desa-desa lain terutama di lahan pertanian hidroganik maupun hidroponik yang jauh dari jaringan listrik PLN. (dik/rmc)

KABUPATEN – Para dosen Universitas Merdeka (UNMER) Malang turut membantu masyarakat Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang dalam pengembangan Teknik pertanian hidroganik (budidaya pertanian yang memadukan kolam ikan dan tanaman organik). Hal itu diwujudkan dengan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) “Pengembangan Kawasan Pertanian Hidroganik dengan Sumber Listrik Energi Surya” yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Tim dosen UNMER Malang beranggotakan Ir Hery Budiyanto MSA PhD, Aries Boedi Setiawan ST MT dan Aris Siswati SP MM berhasil memberikan solusi alternatif kepada masyarakat yang tergabung dalam Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya “Bengkel Mimpi” Desa Kanigoro terkait kebutuhan pasokan listrik untuk pertanian hidroganik.

Basiri, Ketua Bengkel Mimpi menyambut baik konsep Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). “Tentunya dengan memanfaatkan sumber energi tenaga surya sangat bermanfaat untuk membantu pertumbuhan padi organik sekaligus budidaya ikan nila di kolam hidroganik,” tuturnya. Basiri turut membantu perijinan PKM sekaligus mengundang para stakeholder di lingkungan desa maupun kabupaten Malang untuk sosialisasi dan koordinasi.

Hery menjelaskan, sebelumnya para petani membutuhkan daya listrik PLN sebesar 600 watt untuk menggerakkan pompa air sirkulasi di 20 kolam hidroganik masing-masing pompa membutuhkan daya 30 Watt. “Atas dasar inilah kami mengembangkan enam panel sel surya dimana satu panel sel surya mampu menghasilkan listrik 100 WP. Energi dari sel surya tersebut disimpan dalam tiga baterai dengan kekuatan 100 Ah sehingga mampu menghasilkan daya listrik 2.144 Watt Jam per hari dengan demikian PLTS mampu menghemat kebutuhan listrik sampai 60 persen,” ungkapnya.
Desain panel sel surya memiliki bentuk unik dengan mengadopsi bentuk bunga matahari.

“Kami mengambil filosofi bunga matahari karena menyesuaikan penggunaan energi untuk lingkungan pertanian,” imbuh Hery. Dengan adanya PLTS dapat menjadi sumber tenaga listrik alternatif di desa-desa lain terutama di lahan pertanian hidroganik maupun hidroponik yang jauh dari jaringan listrik PLN. (dik/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/