alexametrics
21.8 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

Pemkab Malang Targetkan Semua Sekolah PTM Pakai Pedulilindungi

MALANG – Penggunaan aplikasi PeduliLindungi telah menyasar sekolah-sekolah di Kabupaten Malang yang mulai uji coba pembelajaran tatap muka (PTM). Dalam sepekan terakhir, sudah banyak sekolah yang menggunakan aplikasi tersebut. Pemkab Malang menargetkan aplikasi tersebut digunakan oleh seluruh sekolah yang menggelar PTM.

Salah satu sekolah yang sudah menggunakan aplikasi PeduliLindungi adalah SDN Tamansatriyan, Kecamatan Tirtoyudo. Sekolah di wilayah Malang selatan ini telah menggunakannya sejak 19 Oktober lalu. Guru Kelas 6 SDN Tamansatriyan Bakhrul Ulum mengatakan, penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai tindak lanjut surat edaran Sekretariat Daerah (Sekda) Pemkab Malang Nomor 100/9505/35.07.011/2021 tertanggal 18 Oktober 2021.

Dalam surat tersebut, Pemkab Malang meminta seluruh instansi pemerintah di Pemkab Malang menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Dengan cepat, SDN Tamansatriyan melakukan pendaftaran. “Penggunaan aplikasi ini kami batasi untuk 15 orang, terutama yang masuk ke ruang guru,” kata Bakhrul.

Bakhrul menambahkan, penggunaan aplikasi tersebut hanya untuk guru dan tamu saja. Sebab siswa yang bisa mengakses masih delapan orang dan saat PTM belum diperbolehkan membawa HP. Jumlah tersebut merupakan siswa yang telah tervaksin dengan memiliki kriteria minimal 12 tahun. Sehingga siswa belum bisa menggunakan aplikasi tersebut.

Di tempat lain, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang Rachmat Hardijono menjelaskan, penggunaan aplikasi PeduliLindungi di sekolah telah berjalan sepekan. Sebanyak 1.428 sekolah dari jenjang PAUD hingga SMP dikondisikan untuk memiliki QR Code aplikasi tersebut. Namun dia belum mencatat berapa sekolah yang sudah mendapat QR Code PeduliLindungi.

“Saat ini masih dalam tahap uji coba dulu dengan membiasakan guru atau siswa dengan aplikasi itu,” terang Rachmat.

Pria yang pernah menjabat Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Malang itu belum bisa memutuskan apakah nanti penggunaan aplikasi PeduliLindungi wajib dilakukan saat masuk dan pulang sekolah. Hal itu karena beberapa sekolah di Kabupaten Malang belum menggelar sekolah tatap muka. Pihaknya masih melihat sejauh mana kesiapan sekolah dalam menggelar tatap muka dan penggunaan PeduliLindungi.

Pengunaan aplikasi tersebut dinilai Rachmat bakal berdampak baik. Sebab kontrol jumlah orang dalam satu sekolah bisa diketahui demi mencegah klaster sekolah.

“Di aplikasi itu sudah ada indikator sudah tervaksin dan pergerakan setiap orang dalam sepekan, maka kontrolnya bisa mudah dan penularan (Covid-19) bisa dicegah,” ujarnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Malang M Nur Fuad Fauzi memaparkan QR Code harus didapatkan dengan cara registrasi ke web https://cmsreg.dto.kemkes.go.id. Dari hasil pantauannya, beberapa instansi di Pemkab Malang hanya butuh 1×24 jam untuk mendapat QR Code PeduliLindungi. Sehingga penerapan aplikasi tersebut bisa cepat dan menyeluruh.

“Karena sekolah domainnya di Disdik, maka kami belum mencatat berapa datanya dan hanya beberapa laporan secara sampling menunjukkan keberhasilan tanpa kendala,” beber Fuad.

Mantan Kabag Humas Kabupaten Malang itu berharap semua sekolah bisa menggunakan aplikasi tersebut. Sebab penggunaan aplikasi dengan latar belakang biru itu bisa digunakan ketika di ruang publik. Khususnya sekolah yang tengah menggelar PTM. (adn/nay/rmc)

MALANG – Penggunaan aplikasi PeduliLindungi telah menyasar sekolah-sekolah di Kabupaten Malang yang mulai uji coba pembelajaran tatap muka (PTM). Dalam sepekan terakhir, sudah banyak sekolah yang menggunakan aplikasi tersebut. Pemkab Malang menargetkan aplikasi tersebut digunakan oleh seluruh sekolah yang menggelar PTM.

Salah satu sekolah yang sudah menggunakan aplikasi PeduliLindungi adalah SDN Tamansatriyan, Kecamatan Tirtoyudo. Sekolah di wilayah Malang selatan ini telah menggunakannya sejak 19 Oktober lalu. Guru Kelas 6 SDN Tamansatriyan Bakhrul Ulum mengatakan, penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai tindak lanjut surat edaran Sekretariat Daerah (Sekda) Pemkab Malang Nomor 100/9505/35.07.011/2021 tertanggal 18 Oktober 2021.

Dalam surat tersebut, Pemkab Malang meminta seluruh instansi pemerintah di Pemkab Malang menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Dengan cepat, SDN Tamansatriyan melakukan pendaftaran. “Penggunaan aplikasi ini kami batasi untuk 15 orang, terutama yang masuk ke ruang guru,” kata Bakhrul.

Bakhrul menambahkan, penggunaan aplikasi tersebut hanya untuk guru dan tamu saja. Sebab siswa yang bisa mengakses masih delapan orang dan saat PTM belum diperbolehkan membawa HP. Jumlah tersebut merupakan siswa yang telah tervaksin dengan memiliki kriteria minimal 12 tahun. Sehingga siswa belum bisa menggunakan aplikasi tersebut.

Di tempat lain, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang Rachmat Hardijono menjelaskan, penggunaan aplikasi PeduliLindungi di sekolah telah berjalan sepekan. Sebanyak 1.428 sekolah dari jenjang PAUD hingga SMP dikondisikan untuk memiliki QR Code aplikasi tersebut. Namun dia belum mencatat berapa sekolah yang sudah mendapat QR Code PeduliLindungi.

“Saat ini masih dalam tahap uji coba dulu dengan membiasakan guru atau siswa dengan aplikasi itu,” terang Rachmat.

Pria yang pernah menjabat Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Malang itu belum bisa memutuskan apakah nanti penggunaan aplikasi PeduliLindungi wajib dilakukan saat masuk dan pulang sekolah. Hal itu karena beberapa sekolah di Kabupaten Malang belum menggelar sekolah tatap muka. Pihaknya masih melihat sejauh mana kesiapan sekolah dalam menggelar tatap muka dan penggunaan PeduliLindungi.

Pengunaan aplikasi tersebut dinilai Rachmat bakal berdampak baik. Sebab kontrol jumlah orang dalam satu sekolah bisa diketahui demi mencegah klaster sekolah.

“Di aplikasi itu sudah ada indikator sudah tervaksin dan pergerakan setiap orang dalam sepekan, maka kontrolnya bisa mudah dan penularan (Covid-19) bisa dicegah,” ujarnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Malang M Nur Fuad Fauzi memaparkan QR Code harus didapatkan dengan cara registrasi ke web https://cmsreg.dto.kemkes.go.id. Dari hasil pantauannya, beberapa instansi di Pemkab Malang hanya butuh 1×24 jam untuk mendapat QR Code PeduliLindungi. Sehingga penerapan aplikasi tersebut bisa cepat dan menyeluruh.

“Karena sekolah domainnya di Disdik, maka kami belum mencatat berapa datanya dan hanya beberapa laporan secara sampling menunjukkan keberhasilan tanpa kendala,” beber Fuad.

Mantan Kabag Humas Kabupaten Malang itu berharap semua sekolah bisa menggunakan aplikasi tersebut. Sebab penggunaan aplikasi dengan latar belakang biru itu bisa digunakan ketika di ruang publik. Khususnya sekolah yang tengah menggelar PTM. (adn/nay/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/