alexametrics
25.9 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Polkesma Kukuhkan 1.046 Nakes Berkompeten

MALANG KOTA – Selasa (26/10), untuk kali kedua sepanjang tahun 2021, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Malang (Polkesma) bakal mengantarkan 1.046 wisudawan. Seperti tahapan sebelumnya, wisudawan dari program diploma III dan sarjana terapan itu bakal diambil sumpahnya sebagai tenaga kesehatan (nakes). Seluruh prosesi yang dilakukan secara luring dan daring itu bakal dipimpin Direktur Polkesma Budi Susatia SKp MKes.

Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan Kemenkes RI dr Trisa Wahjuni Putri MKes juga direncanakan ambil bagian. Sebelumnya, di tahap pertama wisuda yang digelar 5 Oktober lalu, Polkesma telah meluluskan 667 wisudawan.

Sama dengan sebelumnya, prosesi wisuda yang dilakukan secara luring akan diikuti perwakilan mahasiswa dari masing-masing prodi di Polkesma.

“Itu karena peraturan yang berlaku untuk pengangkatan sumpah tenaga kesehatan mengharuskan ada perwakilan yang hadir secara langsung. Sumpah pakai agama masing-masing, sehingga tidak bisa via daring,” terang Direktur Polkesma Budi Susatia SKp MKes.

Budi menambahkan bila tiap itu sudah mengikuti sesi ujian kompetensi nasional (Ukomnas) exit exam. Ukomnas itu jadi bagian dari kebijakan yang dituangkan dalam undang-undang tenaga kesehatan. Sebab setiap lulusan yang bekerja harus punya surat tanda registrasi (STR) sebagai bentuk sertifikat kompetensi.

“Modelnya (ujian exit exam) kali ini, kalau tidak lulus maka tidak boleh yudisium. jadi harus mengulang dan tidak boleh wisuda,” jelas Budi.

Meski berada di situasi pandemi, Polkesma mampu memenuhi capaian kelulusan Ukomnas sebesar 98,5 persen, dari target yang dicanangkan sebesar 95 persen. Capaian itu menjadi salah satu bukti bila kualitas dari lulusan Polkesma tetap terjaga di masa pandemi ini. Budi menjelaskan bila capaian itu bisa didapat karena ada perubahan strategi yang dilakukan pihaknya.

“Strateginya kami ubah, awalnya praktik di rumah sakit, sekarang mereka bisa praktik mandiri atau kelompok terdekat di tetangganya. Malah hasil Ukomnas bagus,” papar dia.

Ke depan, ia berharap lulusannya bisa berperan aktif dalam program pemerintah. Salah satunya yakni program nusantara sehat. Untuk diketahui, program itu dirancang untuk mengisi kekosongan nakes di daerah-daerah terluar.

Sementara itu, di tahap wisuda kedua di tahun ini, Polkesma juga meluluskan beberapa wisudawan terbaik. Salah satunya dari program diploma. Dia adalah Feria Ratnasari, dari Prodi D-III Keperawatan Malang, dengan raihan IPK 3,95. Tugas akhirnya bertema pengetahuan ibu tentang penanganan demam pada Balita di Dusun Plaosan, Wilayah Kerja Puskesmas Wonosari, Kabupaten Malang.

Penelitian itu berangkat dari kegelisahannya terhadap fenomena yang ada di kampung halamannya itu. Sebab banyak ditemui kasus penanganan demam yang tidak tepat, dilakukan oleh para ibu di sana. Sehingga suhu anak terus meningkat, dan menyebabkan kegawatan pada anak. “Rumah saya kan di daerah pedesaan. Di daerah pedesaan itu masih banyak anak demam sampai kejang. Maka dari itu, saya tergugah untuk meneliti itu. Apakah cara penanganannya sudah benar sesuai SOP atau sudah sesuai dengan ilmu pengetahuan,” tutur Feria.

Dalam metode penelitiannya, ia membagikan kuisioner kepada 10 orang tua yang anaknya pernah mengalami demam. Hasilnya, 90 persen orang tua memiliki termometer. Sementara 40 persen ibu masih memeriksakan balita ketika demam dengan tangan, tidak mengerti suhu balita ketika demam. Dalam penanganan demam, sebanyak 10 persen ibu memberikan kompres air hangat. Sedangkan 50 persen ibu mengompres masih
menggunakan air dingin (air es), 10 persen ibu membaluri anak dengan minyak
telon, 10 persen ibu memberikan minum yang banyak, dan sisanya memberikan obat penurun panas tanpa tahu batasan suhu penggunaan obatnya.

Setelah memastikan dapat predikat terbaik di program diploma III, Feria menyebut bila itu adalah salah satu kado spesial untuk orang tuanya. Berbekal predikat itu, dia kini bersiap untuk turun ke dunia kerja. “Rencananya kerja dulu. Setelah nanti ada biaya, saya ingin melanjutkan kuliah S1 Keperawatan,” harapnya.(rof/by/rmc)

MALANG KOTA – Selasa (26/10), untuk kali kedua sepanjang tahun 2021, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Malang (Polkesma) bakal mengantarkan 1.046 wisudawan. Seperti tahapan sebelumnya, wisudawan dari program diploma III dan sarjana terapan itu bakal diambil sumpahnya sebagai tenaga kesehatan (nakes). Seluruh prosesi yang dilakukan secara luring dan daring itu bakal dipimpin Direktur Polkesma Budi Susatia SKp MKes.

Sekretaris Badan PPSDM Kesehatan Kemenkes RI dr Trisa Wahjuni Putri MKes juga direncanakan ambil bagian. Sebelumnya, di tahap pertama wisuda yang digelar 5 Oktober lalu, Polkesma telah meluluskan 667 wisudawan.

Sama dengan sebelumnya, prosesi wisuda yang dilakukan secara luring akan diikuti perwakilan mahasiswa dari masing-masing prodi di Polkesma.

“Itu karena peraturan yang berlaku untuk pengangkatan sumpah tenaga kesehatan mengharuskan ada perwakilan yang hadir secara langsung. Sumpah pakai agama masing-masing, sehingga tidak bisa via daring,” terang Direktur Polkesma Budi Susatia SKp MKes.

Budi menambahkan bila tiap itu sudah mengikuti sesi ujian kompetensi nasional (Ukomnas) exit exam. Ukomnas itu jadi bagian dari kebijakan yang dituangkan dalam undang-undang tenaga kesehatan. Sebab setiap lulusan yang bekerja harus punya surat tanda registrasi (STR) sebagai bentuk sertifikat kompetensi.

“Modelnya (ujian exit exam) kali ini, kalau tidak lulus maka tidak boleh yudisium. jadi harus mengulang dan tidak boleh wisuda,” jelas Budi.

Meski berada di situasi pandemi, Polkesma mampu memenuhi capaian kelulusan Ukomnas sebesar 98,5 persen, dari target yang dicanangkan sebesar 95 persen. Capaian itu menjadi salah satu bukti bila kualitas dari lulusan Polkesma tetap terjaga di masa pandemi ini. Budi menjelaskan bila capaian itu bisa didapat karena ada perubahan strategi yang dilakukan pihaknya.

“Strateginya kami ubah, awalnya praktik di rumah sakit, sekarang mereka bisa praktik mandiri atau kelompok terdekat di tetangganya. Malah hasil Ukomnas bagus,” papar dia.

Ke depan, ia berharap lulusannya bisa berperan aktif dalam program pemerintah. Salah satunya yakni program nusantara sehat. Untuk diketahui, program itu dirancang untuk mengisi kekosongan nakes di daerah-daerah terluar.

Sementara itu, di tahap wisuda kedua di tahun ini, Polkesma juga meluluskan beberapa wisudawan terbaik. Salah satunya dari program diploma. Dia adalah Feria Ratnasari, dari Prodi D-III Keperawatan Malang, dengan raihan IPK 3,95. Tugas akhirnya bertema pengetahuan ibu tentang penanganan demam pada Balita di Dusun Plaosan, Wilayah Kerja Puskesmas Wonosari, Kabupaten Malang.

Penelitian itu berangkat dari kegelisahannya terhadap fenomena yang ada di kampung halamannya itu. Sebab banyak ditemui kasus penanganan demam yang tidak tepat, dilakukan oleh para ibu di sana. Sehingga suhu anak terus meningkat, dan menyebabkan kegawatan pada anak. “Rumah saya kan di daerah pedesaan. Di daerah pedesaan itu masih banyak anak demam sampai kejang. Maka dari itu, saya tergugah untuk meneliti itu. Apakah cara penanganannya sudah benar sesuai SOP atau sudah sesuai dengan ilmu pengetahuan,” tutur Feria.

Dalam metode penelitiannya, ia membagikan kuisioner kepada 10 orang tua yang anaknya pernah mengalami demam. Hasilnya, 90 persen orang tua memiliki termometer. Sementara 40 persen ibu masih memeriksakan balita ketika demam dengan tangan, tidak mengerti suhu balita ketika demam. Dalam penanganan demam, sebanyak 10 persen ibu memberikan kompres air hangat. Sedangkan 50 persen ibu mengompres masih
menggunakan air dingin (air es), 10 persen ibu membaluri anak dengan minyak
telon, 10 persen ibu memberikan minum yang banyak, dan sisanya memberikan obat penurun panas tanpa tahu batasan suhu penggunaan obatnya.

Setelah memastikan dapat predikat terbaik di program diploma III, Feria menyebut bila itu adalah salah satu kado spesial untuk orang tuanya. Berbekal predikat itu, dia kini bersiap untuk turun ke dunia kerja. “Rencananya kerja dulu. Setelah nanti ada biaya, saya ingin melanjutkan kuliah S1 Keperawatan,” harapnya.(rof/by/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/