alexametrics
27.7 C
Malang
Sunday, 14 August 2022

Kasus Covid Bertambah, Sekolah Tatap Muka di Kota Malang Ditunda

MALANG KOTA – Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kota Malang bertambah 9 orang. Hal ini membuat Kota Malang menunda lagi Sekolah Tatap Muka.

“Kita tetap menunggu zona Kuning, begitu kuning kami siap buka. Saat ini kami belum bisa karena nunggu zona Kuning. Tapi mayoritasnya juga sepertinya mengharapkan untuk tatap muka. Banyak yang sudah rindu sekolah kan ya, ” Ujar Wakil Walikota Malang, Sofyan Eddy Jarwoko usai Ziarah di TMP Untung Suropati pada Jumat (27/11).

Wali Kota Malang Sutiaji, sebelumnya sudah menyatakan siap dalam melaksanakan surat keputusan bersama (SKB) empat menteri RI. Yaitu tentang sekolah tatap muka di semester genap atau mulai Januari 2021 diserahkan ke daerah.

Adapun SKB empat menteri tersebut, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

“Kami sudah siap jalankan. Sekolah di Kota Malang juga ada yang sudah melakukan uji coba, seperti SMPN 8 dan beberapa sekolah SD,” kata Wali Kota Malang Sutiaji, Sabtu (21/11).

Menurut Sutiaji, pihaknya juga sudah melakukan survei ke orang tua siswa. Dimana hasilnya 73 persen menghendaki sekolah tatap muka. “Sebagian besar orang tua menghendaki tatap muka,” jelas pria asal Lamongan ini.

Tak hanya itu, lanjutnya, sarpras protap kesehatan nanti juga bakal disediakan Pemkot Malang. Seperti alat pengukur suhu badan. “Sekolah di Kota Malang banyak yang sudah punya (pengukur suhu badan),” ungkap politisi Partai Demokrat ini.

Lebih lanjut Sutiaji mengatakan, Covid-19 juga tak bisa diprediksi kapan berakhirnya. Sehingga, masyarakat harus beradaptasi dengan menerapkan protap kesehatan dengan ketat. “Kuncinya disiplin menerapkan protap kesehatan. Karena nggak ada yang tahu sampai kapan,” ungkap dia.

Pewarta Errica Vannie

MALANG KOTA – Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kota Malang bertambah 9 orang. Hal ini membuat Kota Malang menunda lagi Sekolah Tatap Muka.

“Kita tetap menunggu zona Kuning, begitu kuning kami siap buka. Saat ini kami belum bisa karena nunggu zona Kuning. Tapi mayoritasnya juga sepertinya mengharapkan untuk tatap muka. Banyak yang sudah rindu sekolah kan ya, ” Ujar Wakil Walikota Malang, Sofyan Eddy Jarwoko usai Ziarah di TMP Untung Suropati pada Jumat (27/11).

Wali Kota Malang Sutiaji, sebelumnya sudah menyatakan siap dalam melaksanakan surat keputusan bersama (SKB) empat menteri RI. Yaitu tentang sekolah tatap muka di semester genap atau mulai Januari 2021 diserahkan ke daerah.

Adapun SKB empat menteri tersebut, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

“Kami sudah siap jalankan. Sekolah di Kota Malang juga ada yang sudah melakukan uji coba, seperti SMPN 8 dan beberapa sekolah SD,” kata Wali Kota Malang Sutiaji, Sabtu (21/11).

Menurut Sutiaji, pihaknya juga sudah melakukan survei ke orang tua siswa. Dimana hasilnya 73 persen menghendaki sekolah tatap muka. “Sebagian besar orang tua menghendaki tatap muka,” jelas pria asal Lamongan ini.

Tak hanya itu, lanjutnya, sarpras protap kesehatan nanti juga bakal disediakan Pemkot Malang. Seperti alat pengukur suhu badan. “Sekolah di Kota Malang banyak yang sudah punya (pengukur suhu badan),” ungkap politisi Partai Demokrat ini.

Lebih lanjut Sutiaji mengatakan, Covid-19 juga tak bisa diprediksi kapan berakhirnya. Sehingga, masyarakat harus beradaptasi dengan menerapkan protap kesehatan dengan ketat. “Kuncinya disiplin menerapkan protap kesehatan. Karena nggak ada yang tahu sampai kapan,” ungkap dia.

Pewarta Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/