alexametrics
23 C
Malang
Saturday, 25 June 2022

Bosan Daring, Taman Baca di Kota Malang Jadi Pilihan Siswa

MALANG KOTA – Proses belajar mengajar secara daring (online) yang berlangsung hampir setahun ini rupanya membuat siswa bosan. Tidak sedikit di antara mereka kangen mengikuti pembelajaran tatap muka atau luring.

Karena mayoritas sekolah di Kota Malang belum menerapkan pembelajaran tatap muka, bisa jadi taman bacan masyarakat (TBM) menjadi sasaran ”pelampiasan”. TBM Teras Sebuku misalnya, didatangi banyak siswa untuk membaca. ”Namanya anak-anak, pasti bosan belajar daring, apalagi modelnya kan satu arah saja. Akhirnya mereka ke sini (TBM Teras Sebuku, Red), belajar bareng terus baca buku-buku,” ujar Mokhammad Rukhan, pendiri TBM Teras Sebuku kemarin (27/1).

Untuk menjaga semangat anak-anak dalam membaca, taman baca yang berdiri sejak 2015 itu mengadakan out bond. Kegiatan tersebut juga disisipi giat literasi.

Pria yang juga guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMKN 4 Kota Malang itu menuturkan, dari kegiatan tersebut TBM Teras Sebuku berhasil masuk 10 besar TMB terbaik se Indonesia versi Gramedia. ”Kami awalnya tidak tahu kalau menang (masuk 10 besar nasional). Tiba-tiba ada paket sekardus buku dari Gramedia. Baru kemudian ada pemberitahuan bahwa kami jadi urutan ke-6 TMB di seluruh Indonesia,” kata dia.

Koleksi buku yang dimiliki beragam. Mulai buku cerita anak, novel remaja, hingga buku bacaan bagi orang dewasa. ”Saya senang kalau anak-anak belajar bareng di sini (TBM Teras Sebuku),” katanya.(rmc/cho/dan)

MALANG KOTA – Proses belajar mengajar secara daring (online) yang berlangsung hampir setahun ini rupanya membuat siswa bosan. Tidak sedikit di antara mereka kangen mengikuti pembelajaran tatap muka atau luring.

Karena mayoritas sekolah di Kota Malang belum menerapkan pembelajaran tatap muka, bisa jadi taman bacan masyarakat (TBM) menjadi sasaran ”pelampiasan”. TBM Teras Sebuku misalnya, didatangi banyak siswa untuk membaca. ”Namanya anak-anak, pasti bosan belajar daring, apalagi modelnya kan satu arah saja. Akhirnya mereka ke sini (TBM Teras Sebuku, Red), belajar bareng terus baca buku-buku,” ujar Mokhammad Rukhan, pendiri TBM Teras Sebuku kemarin (27/1).

Untuk menjaga semangat anak-anak dalam membaca, taman baca yang berdiri sejak 2015 itu mengadakan out bond. Kegiatan tersebut juga disisipi giat literasi.

Pria yang juga guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMKN 4 Kota Malang itu menuturkan, dari kegiatan tersebut TBM Teras Sebuku berhasil masuk 10 besar TMB terbaik se Indonesia versi Gramedia. ”Kami awalnya tidak tahu kalau menang (masuk 10 besar nasional). Tiba-tiba ada paket sekardus buku dari Gramedia. Baru kemudian ada pemberitahuan bahwa kami jadi urutan ke-6 TMB di seluruh Indonesia,” kata dia.

Koleksi buku yang dimiliki beragam. Mulai buku cerita anak, novel remaja, hingga buku bacaan bagi orang dewasa. ”Saya senang kalau anak-anak belajar bareng di sini (TBM Teras Sebuku),” katanya.(rmc/cho/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/