alexametrics
33C
Malang
Sunday, 18 April 2021

Gandeng UIN Maliki Malang, Kupas Tuntas Buku Sejarah Besar NU

MALANG KOTA – Bedah buku karya KH Yahya Cholil Stakuf menjadi bagian dari rangkaian peringatan harlah ke-98 Nahdatul Ulama (NU) oleh PCNU Kota Malang. Kupas tuntas buku berjudul ”Perjuangan Besar NU” ini digelar di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang kemarin (27/2).

Tampak Ketua Tanfidziah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Marzuqi Mustamar dan Ketua PCNU Kota Malang, KH Isroqunnajah hadir dalam acara tersebut. Dalam sambutannya Rektor UIN Maliki Prof Abdul Haris MAg menuturkan, UIN Maliki terbuka lebar jika PCNU Kota Malang mengadakan kegiatan semacam ini di kampusnya.

“Bedah buku semacam ini adalah hal yang sangat baik menurut kami. Apalagi buku yang dibahas hari ini menurut saya adalah karya tulis yang baik untuk bacaan bagi mahasiswa,” ujarnya

Haris juga menuturkan, UIN merupakan perguruan tinggi milik negara, maka ketika PCNU menggandeng pihaknya untuk mengadakan kegiatan semacam ini tentunya hal yang sangat wajar dan dengan senang hati menerima. Apalagi buku yang akan dibedah tersebut merupakan karya tulis yang menceritakan bagaimana perjuangan NU sejak didirikan tahun 1926 silam.

Dipandu Wakil Ketua PWNU Jatim KH Abdussalam Shohib sebagai narasumber, kegiatan tersebut tidak hanya membahas tentang bagaimana perjalanan dan perkembangan NU di Indonesia yang dikupas, tapi juga bagaiman NU menjadi suatu organisasi yang tetap kokoh di tengah perkembangan zaman seperti saat ini.

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Malang, KH Isroqunnajah menuturkan, bedah buku ini menjadi rangkaian harlah ke-98 NU. Menurutnya, yang menjadi istimewa dari bedah buku ini adalah karya dari KH Yahya Cholil Stakuf yang merupakan mantan juru bicara Gus Dur saat masih menjabat sebagai Presiden RI. ”Apalagi-kan Gus Yahya ini merupakan salah satu pengurus lama di NU. Dan saya kira apa yang disampaian perwakilan PWNU juga sangat bermanfaat. Apalagi beliau juga pernah diundang untuk mengisi tentang prespektif Islam di Indonesia waktu itu di Israel,” ujar pria yang akrab disapa Gus Is ini.

Terkait pemilihan UIN Maliki dia menjelaskan tak ada alasan spesifik kenapa perguruan tinggi Islam negeri di Kota Malang itu dipilih menjadi lokasi bedah buku. Ia menyatakan, rangkaian kegiatan harlah NU juga digelar di beberapa kampus lain di Kota Malang. ”Untuk bedah bukunya ini memang kebetulan di sini (UIN Maliki Malang),” bebernya.

Pewarta: Chosa Setya Ayu Widodo

MALANG KOTA – Bedah buku karya KH Yahya Cholil Stakuf menjadi bagian dari rangkaian peringatan harlah ke-98 Nahdatul Ulama (NU) oleh PCNU Kota Malang. Kupas tuntas buku berjudul ”Perjuangan Besar NU” ini digelar di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang kemarin (27/2).

Tampak Ketua Tanfidziah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Marzuqi Mustamar dan Ketua PCNU Kota Malang, KH Isroqunnajah hadir dalam acara tersebut. Dalam sambutannya Rektor UIN Maliki Prof Abdul Haris MAg menuturkan, UIN Maliki terbuka lebar jika PCNU Kota Malang mengadakan kegiatan semacam ini di kampusnya.

“Bedah buku semacam ini adalah hal yang sangat baik menurut kami. Apalagi buku yang dibahas hari ini menurut saya adalah karya tulis yang baik untuk bacaan bagi mahasiswa,” ujarnya

Haris juga menuturkan, UIN merupakan perguruan tinggi milik negara, maka ketika PCNU menggandeng pihaknya untuk mengadakan kegiatan semacam ini tentunya hal yang sangat wajar dan dengan senang hati menerima. Apalagi buku yang akan dibedah tersebut merupakan karya tulis yang menceritakan bagaimana perjuangan NU sejak didirikan tahun 1926 silam.

Dipandu Wakil Ketua PWNU Jatim KH Abdussalam Shohib sebagai narasumber, kegiatan tersebut tidak hanya membahas tentang bagaimana perjalanan dan perkembangan NU di Indonesia yang dikupas, tapi juga bagaiman NU menjadi suatu organisasi yang tetap kokoh di tengah perkembangan zaman seperti saat ini.

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Malang, KH Isroqunnajah menuturkan, bedah buku ini menjadi rangkaian harlah ke-98 NU. Menurutnya, yang menjadi istimewa dari bedah buku ini adalah karya dari KH Yahya Cholil Stakuf yang merupakan mantan juru bicara Gus Dur saat masih menjabat sebagai Presiden RI. ”Apalagi-kan Gus Yahya ini merupakan salah satu pengurus lama di NU. Dan saya kira apa yang disampaian perwakilan PWNU juga sangat bermanfaat. Apalagi beliau juga pernah diundang untuk mengisi tentang prespektif Islam di Indonesia waktu itu di Israel,” ujar pria yang akrab disapa Gus Is ini.

Terkait pemilihan UIN Maliki dia menjelaskan tak ada alasan spesifik kenapa perguruan tinggi Islam negeri di Kota Malang itu dipilih menjadi lokasi bedah buku. Ia menyatakan, rangkaian kegiatan harlah NU juga digelar di beberapa kampus lain di Kota Malang. ”Untuk bedah bukunya ini memang kebetulan di sini (UIN Maliki Malang),” bebernya.

Pewarta: Chosa Setya Ayu Widodo

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru