alexametrics
22.2 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Mahasiswa UM Ciptakan Hand Sanitizer Berbahan Tetes Tebu

MALANG – Covid-19 terus mengalami penambahan kasus positif menjadikan masyarakat Indonesia harus lebih protektif dan taat pada protokol kesehatan yang ada. Menggunakan hand sanitizer menjadi salah satu bentuk penjagaan diri dari covid-19 karena melalui perantara tangan, virus dapat masuk ke dalam saluran pernapasan.

Selain praktis untuk dibawa kemanapun ketika beraktifitas daripada sabun, hand sanitizer terbukti efektif dalam membunuh virus.Menurut WHO (World Health Organization), alkohol minimal 60% dalam sanitizer dapat membunuh bakteri dan virus. Kebutuhan hand sanitizer berbanding terbalik dengan yang tersedia baik di instansi kesehatan maupun pasar.

Untuk mengatasi hal tersebut, LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) menciptakan sebuah inovasi dengan memproduksi hand sanitizer dengan bioetanol sebagai bahan aktif dari limbah kelapa sawit. Ketersediaan hand sanitizer LIPI tersebut membantu dalam penanganan covid-19, namun produksinya hanya terbatas karena tidak diproduksi secara berkelanjutan.

Melihat beberapa hal tersebut, mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kemendikbud-Ristek mengembangkan peluang inovasi bisnis produk hand sanitizer dengan antiseptik dari bioetanol hasil fermentasi molase yang berkelanjutan.

Tim yang diketuai oleh Wildan Sholihan Amien yang berasal dari jurusan Biologi dengan anggotanya Dinda Aisya Bella (Matematika), Reta Lola Oftaviana (Fisika), Ulfah Balqis Ramadhani (Fisika), dan Faza Salsabila (Kimia) berinisiatif untuk berjualan hand sanitizer. Berbeda dari hand sanitizer pada umumnya, bahan baku hand sanitizer ini adalah molase atau tetes tebu.

“Pemilihan tetes tebu (Molase) ini dikarenakan adanya peluang reusable resources yang cukup besar. Selain itu, selama ini tetes tebu tidak dimanfaatkan dan bahkan mengakibatkan pencemaran lingkungan,” jelas Wildan.

Hand Sanitizer hasil olahan tetes tebu ini dibranding dengan nama MOSAN Hand Sanitizer. Berbeda dari hand sanitizer pada umumnya, MOSAN hand sanitizer memiliki aroma yang khas dan membawa manfaat khusus di tiap kemasannya, aroma-aroma tersebut diantaranya: original, lavender, tea tree, dan Peppermint. Dari segi kemasan, MOSAN Hand Sanitizer juga memiliki keunikan, “Tutup botolnya didesain flip top sehingga tidak mudah tumpah”, tambah Wildan.

MOSAN Hand Sanitizer memiliki keefektifan membunuh bakteri dan virus mencapai 93,64% setelah diuji secara klinis di salah satu laboratorium analisis di Kota Malang. Besar harapan prduk ini mampu membantu supply atas kelangkaan produk hand sanitizer di Indonesia.

“Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini, hand sanitizer yang kami produksi diharapkan dapat digunakan oleh seluruh kalangan masyarakat dengan harga yang terjangkau dan membantu pemerintah dalam mempercepat penanganan Covid-19 yang di Indonesia,” imbuh Wildan. (*)

MALANG – Covid-19 terus mengalami penambahan kasus positif menjadikan masyarakat Indonesia harus lebih protektif dan taat pada protokol kesehatan yang ada. Menggunakan hand sanitizer menjadi salah satu bentuk penjagaan diri dari covid-19 karena melalui perantara tangan, virus dapat masuk ke dalam saluran pernapasan.

Selain praktis untuk dibawa kemanapun ketika beraktifitas daripada sabun, hand sanitizer terbukti efektif dalam membunuh virus.Menurut WHO (World Health Organization), alkohol minimal 60% dalam sanitizer dapat membunuh bakteri dan virus. Kebutuhan hand sanitizer berbanding terbalik dengan yang tersedia baik di instansi kesehatan maupun pasar.

Untuk mengatasi hal tersebut, LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) menciptakan sebuah inovasi dengan memproduksi hand sanitizer dengan bioetanol sebagai bahan aktif dari limbah kelapa sawit. Ketersediaan hand sanitizer LIPI tersebut membantu dalam penanganan covid-19, namun produksinya hanya terbatas karena tidak diproduksi secara berkelanjutan.

Melihat beberapa hal tersebut, mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kemendikbud-Ristek mengembangkan peluang inovasi bisnis produk hand sanitizer dengan antiseptik dari bioetanol hasil fermentasi molase yang berkelanjutan.

Tim yang diketuai oleh Wildan Sholihan Amien yang berasal dari jurusan Biologi dengan anggotanya Dinda Aisya Bella (Matematika), Reta Lola Oftaviana (Fisika), Ulfah Balqis Ramadhani (Fisika), dan Faza Salsabila (Kimia) berinisiatif untuk berjualan hand sanitizer. Berbeda dari hand sanitizer pada umumnya, bahan baku hand sanitizer ini adalah molase atau tetes tebu.

“Pemilihan tetes tebu (Molase) ini dikarenakan adanya peluang reusable resources yang cukup besar. Selain itu, selama ini tetes tebu tidak dimanfaatkan dan bahkan mengakibatkan pencemaran lingkungan,” jelas Wildan.

Hand Sanitizer hasil olahan tetes tebu ini dibranding dengan nama MOSAN Hand Sanitizer. Berbeda dari hand sanitizer pada umumnya, MOSAN hand sanitizer memiliki aroma yang khas dan membawa manfaat khusus di tiap kemasannya, aroma-aroma tersebut diantaranya: original, lavender, tea tree, dan Peppermint. Dari segi kemasan, MOSAN Hand Sanitizer juga memiliki keunikan, “Tutup botolnya didesain flip top sehingga tidak mudah tumpah”, tambah Wildan.

MOSAN Hand Sanitizer memiliki keefektifan membunuh bakteri dan virus mencapai 93,64% setelah diuji secara klinis di salah satu laboratorium analisis di Kota Malang. Besar harapan prduk ini mampu membantu supply atas kelangkaan produk hand sanitizer di Indonesia.

“Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini, hand sanitizer yang kami produksi diharapkan dapat digunakan oleh seluruh kalangan masyarakat dengan harga yang terjangkau dan membantu pemerintah dalam mempercepat penanganan Covid-19 yang di Indonesia,” imbuh Wildan. (*)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/