alexametrics
30 C
Malang
Monday, 23 May 2022

Tim PPDM UMM Terus Support BUMDes Amadanom

DAMPIT – Sebagai kelanjutan dari pelaksanaan Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Desa Amadanom Kecamatan Dampit, tim yang diketuai M. Syaprin Zahidi dan beranggotakan Hutri Agustino, Havidz Ageng Prakoso dan Erfan Dhani terus bersinergi dengan pemerintahan desa terutama dalam mendukung perkembangan komoditas kopi robusta.

Pada Agustus lalu telah digelar koordinasi multi stakeholders yang dihadiri oleh Pemerintah Desa, Pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Pengurus Karang Taruna, Kader Literasi Kopi serta Pengurus Wisata Eco Wisata Kebun Kopi Amadanom.

Maka sebagai bentuk follow up dari kegiatan tersebut, dilaksanakan penyerahan bantuan peralatan kepada pengurus BUMDES untuk mendukung aktivitas pemasaran berbagai varian produk unggulan desa secara on-line terutama komoditas kopi robusta di era transisi dari pendemi covid-19 saat ini.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kantor Desa Amadanom tersebut langsung disaksikan oleh perangkat desa, pengurus Gapoktan serta Pengelola Eco Wisata. Adapun rincian peralatan yang diserahkan terdiri dari seperangkat alat cetak label yang akan digunakan oleh produsen kopi di Amadanom, satu unit CPU dan monitor sebagai operasional cetak serta retail, satu unit printer barcode, printer nota dan scanner retail serta aplikasi retail kopi Amadanom berbasis web. Selain penyerahan peralatan, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan penggunaan aplikasi berbasis web berikut dengan teknis perawatannya (maintenance).

M. Syaprin, Ketua Tim PPDM UMM mengatakan, kegiatan penyerahan peralatan serta pelatihan aplikasi BUMDes berbasis web tersebut sebagai bentuk komitmen tim terhadap perkembangan komoditas kopi Robusta di Desa Amadanom. Pada tahun pertama, kegiatan difokuskan pada proses kaderisasi petani kopi Robusta berbasis literasi yang ditutup dengan gelaran festival kampung kopi.

“Pada tahun kedua ini, kegiatan pendampingan lebih diarahkan pada penguatan kelembagaan BUMDes sebagai leading sector dalam aktivitas pemasaran. Tim berharap agar bantuan tersebut bisa dimaksimalkan oleh pengurus BUMDes dalam memberikan layanan dan fasilitasi terhadap seluruh potensi industri desa yang telah tersedia termasuk komoditas kopi Robusta,” urai dia.

Hutri Agustino, Anggota Tim PPDM UMM menambahkan, era pendemi Covid-19 ini bisa menjadi momentum bagi para pemangku kepentingan dalam industri kopi Robusta di Desa Amadanom untuk melakukan berbagai pembenahan terkait dengan tata kelola serta strategi pemasaran yang telah dilakukan selama ini.

“Anggap saja pandemi Covid-19 saat ini sebagai masa rehat untuk melakukan lompatan yang lebih jauh,” katanya.

Kehadiran tim PPDM UMM dalam dua tahun terakhir ini, diharapkan bisa menjadi mitra strategis dalam banyak hal. Mulai dari proses kaderisasi sampai strategi pemasaran secara on-line yang memang telah menjadi keniscayaan. Senada dengan yang disampaikan oleh Tim PPDM UMM tersebut, pihak desa yang diwakili oleh Pitono selaku Sekretaris Desa juga berharap agar kerjasama produktif tersebut tidak berhenti sampai pada fase pemasaran.

Mengingat mereka masih membutuhkan pendampingan dalam manajemen keuangan, perluasan jaringan pemasaran, termasuk pembinaan dalam peningkatan kualitas produk agar tetap unggul dalam persaingan pasar. Pemerintah Desa Amadanom turut memberikan apresiasi atas berbagai program yang diinisiasi oleh Tim PPDM UMM tersebut, karena masyarakat utamanya para petani kopi yang tergabung dalam Gapoktan telah difasilitasi dalam beberapa hal termasuk proses kaderisasi yang telah dilakukan tahun lalu, maupun BUMDES yang telah mendapatkan dukungan berupa peralatan serta aplikasi yang baru saja diserahkan.

DAMPIT – Sebagai kelanjutan dari pelaksanaan Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Desa Amadanom Kecamatan Dampit, tim yang diketuai M. Syaprin Zahidi dan beranggotakan Hutri Agustino, Havidz Ageng Prakoso dan Erfan Dhani terus bersinergi dengan pemerintahan desa terutama dalam mendukung perkembangan komoditas kopi robusta.

Pada Agustus lalu telah digelar koordinasi multi stakeholders yang dihadiri oleh Pemerintah Desa, Pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Pengurus Karang Taruna, Kader Literasi Kopi serta Pengurus Wisata Eco Wisata Kebun Kopi Amadanom.

Maka sebagai bentuk follow up dari kegiatan tersebut, dilaksanakan penyerahan bantuan peralatan kepada pengurus BUMDES untuk mendukung aktivitas pemasaran berbagai varian produk unggulan desa secara on-line terutama komoditas kopi robusta di era transisi dari pendemi covid-19 saat ini.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kantor Desa Amadanom tersebut langsung disaksikan oleh perangkat desa, pengurus Gapoktan serta Pengelola Eco Wisata. Adapun rincian peralatan yang diserahkan terdiri dari seperangkat alat cetak label yang akan digunakan oleh produsen kopi di Amadanom, satu unit CPU dan monitor sebagai operasional cetak serta retail, satu unit printer barcode, printer nota dan scanner retail serta aplikasi retail kopi Amadanom berbasis web. Selain penyerahan peralatan, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan penggunaan aplikasi berbasis web berikut dengan teknis perawatannya (maintenance).

M. Syaprin, Ketua Tim PPDM UMM mengatakan, kegiatan penyerahan peralatan serta pelatihan aplikasi BUMDes berbasis web tersebut sebagai bentuk komitmen tim terhadap perkembangan komoditas kopi Robusta di Desa Amadanom. Pada tahun pertama, kegiatan difokuskan pada proses kaderisasi petani kopi Robusta berbasis literasi yang ditutup dengan gelaran festival kampung kopi.

“Pada tahun kedua ini, kegiatan pendampingan lebih diarahkan pada penguatan kelembagaan BUMDes sebagai leading sector dalam aktivitas pemasaran. Tim berharap agar bantuan tersebut bisa dimaksimalkan oleh pengurus BUMDes dalam memberikan layanan dan fasilitasi terhadap seluruh potensi industri desa yang telah tersedia termasuk komoditas kopi Robusta,” urai dia.

Hutri Agustino, Anggota Tim PPDM UMM menambahkan, era pendemi Covid-19 ini bisa menjadi momentum bagi para pemangku kepentingan dalam industri kopi Robusta di Desa Amadanom untuk melakukan berbagai pembenahan terkait dengan tata kelola serta strategi pemasaran yang telah dilakukan selama ini.

“Anggap saja pandemi Covid-19 saat ini sebagai masa rehat untuk melakukan lompatan yang lebih jauh,” katanya.

Kehadiran tim PPDM UMM dalam dua tahun terakhir ini, diharapkan bisa menjadi mitra strategis dalam banyak hal. Mulai dari proses kaderisasi sampai strategi pemasaran secara on-line yang memang telah menjadi keniscayaan. Senada dengan yang disampaikan oleh Tim PPDM UMM tersebut, pihak desa yang diwakili oleh Pitono selaku Sekretaris Desa juga berharap agar kerjasama produktif tersebut tidak berhenti sampai pada fase pemasaran.

Mengingat mereka masih membutuhkan pendampingan dalam manajemen keuangan, perluasan jaringan pemasaran, termasuk pembinaan dalam peningkatan kualitas produk agar tetap unggul dalam persaingan pasar. Pemerintah Desa Amadanom turut memberikan apresiasi atas berbagai program yang diinisiasi oleh Tim PPDM UMM tersebut, karena masyarakat utamanya para petani kopi yang tergabung dalam Gapoktan telah difasilitasi dalam beberapa hal termasuk proses kaderisasi yang telah dilakukan tahun lalu, maupun BUMDES yang telah mendapatkan dukungan berupa peralatan serta aplikasi yang baru saja diserahkan.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/