alexametrics
29.2 C
Malang
Saturday, 28 May 2022

Pemkot Siapkan Skema Vaksinasi Pelajar di Bawah Usia 12 Tahun

MALANG KOTA – Nyaris tuntas dengan program vaksinasi pelajar dengan usia 12 hingga 17 tahun, Pemkot Malang kini mulai melakukan persiapan untuk menggeber program serupa untuk anak-anak. Utamanya bagi mereka yang berusia di bawah 12 tahun.

Pemberian vaksin kepada anak-anak tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah persebaran Covid-19. Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, rencana itu sesuai dengan arahan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dalam pengawasan pembelajaran tatap muka (PTM). Alasannya, risiko penularan virus bagi pelajar yang belum divaksin cukup membahayakan, khususnya bagi pelajar TK dan SD.

Karenanya, opsi vaksinasi pada pelajar di jenjang tersebut perlu dilakukan. “Ini (vaksinasi) sudah ada instruksi dari pemerintah pusat memperbolehkan pelajar di bawah 12 tahun bisa vaksin pakai Pfizer,” kata Sutiaji saat ditemui Rabu (27/10).

Namun, orang nomor satu di Pemkot Malang itu masih belum bisa memastikan kapan vaksin jenis Pfizer bisa didatangkan ke Kota Malang. Sebab beberapa waktu lalu, vaksin tersebut masih digunakan untuk umum dan lembaga non pemerintahan. Jika memang sudah ada droping vaksin tersebut, pemkot bakal secepatnya melakukan vaksinasi kepada pelajar TK dan SD.

Meski  begitu, pihaknya sudah melakukan persiapan teknis pelaksanaan vaksinasi untuk anak-anak tersebut. Selama ini, vaksinasi pelajar usia 12-17 tahun dilakukan di dua tempat, yakni Politeknik Kesehatan Malang (Polkesma) dan Universitas Islam Malang (Unisma). Jika memang dua lembaga pendidikan itu bersedia lagi, maka vaksinasi bisa dilakukan di sana. “Tapi masih kami kaji dulu, yang jelas nanti izin orang tua juga harus ada,” ujar politikus Partai Demokrat itu.

Sutiaji menambahkan, sampai saat ini swab berkala di lingkungan sekolah juga masih tetap dilakukan. Sebab pencegahan klaster sekolah harus tetap dilakukan. Dia telah mengevaluasi pelaksanaan PTM sesuai protokol kesehatan (prokes).

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Malang Suwarjana SE MM juga telah menerima informasi tersebut. Teknis vaksinasi untuk pelajar jenjang TK dan SD  masih dalam tahap pembahasan. Sebab total jumlah siswa TK dan SD di Kota Malang mencapai 90 ribuan anak. Sehingga jumlah pelajar tersebut dua kali lipat lebih banyak dari jumlah pelajar yang masuk sasaran usia 12 tahun ke atas.

“Permasalahan ini yang masih kami bahas. Jadi masih kami rapatkan dulu dengan dinkes (dinas kesehatan) dan pihak penyelenggara vaksin,” tambahnya.

Mantan Kabag Umum Pemkot Malang itu menambahkan, vaksinasi pelajar di bawah 12 tahun bisa digelar di sejumlah kampus yang memiliki fakultas kedokteran (FK). Namun komunikasi dengan sejumlah kampus tersebut masih harus dijajaki. Opsi kedua adalah vaksinasi goes to school (datang ke sekolah). Hal itu mengingat jumlah pelajar yang menjadi sasaran vaksin sangat banyak.

Sambil menunggu vaksinasi tersebut, Suwarjana tetap menekankan ke seluruh sekolah untuk tetap menjaga prokes pelaksanaan PTM. Sebab hasil evaluasi sementara PTM bisa berjalan aman. Mengingat pihaknya juga menerapkan swab berkala terhadap pelajar dan guru. “Berita baik (vaksinasi Pfizer) jangan sampai melupakan prokes saat PTM yang juga menjadi salah satu kunci menekan virus corona,” tandas Suwarjana. (adn/nay/rmc)

MALANG KOTA – Nyaris tuntas dengan program vaksinasi pelajar dengan usia 12 hingga 17 tahun, Pemkot Malang kini mulai melakukan persiapan untuk menggeber program serupa untuk anak-anak. Utamanya bagi mereka yang berusia di bawah 12 tahun.

Pemberian vaksin kepada anak-anak tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah persebaran Covid-19. Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, rencana itu sesuai dengan arahan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dalam pengawasan pembelajaran tatap muka (PTM). Alasannya, risiko penularan virus bagi pelajar yang belum divaksin cukup membahayakan, khususnya bagi pelajar TK dan SD.

Karenanya, opsi vaksinasi pada pelajar di jenjang tersebut perlu dilakukan. “Ini (vaksinasi) sudah ada instruksi dari pemerintah pusat memperbolehkan pelajar di bawah 12 tahun bisa vaksin pakai Pfizer,” kata Sutiaji saat ditemui Rabu (27/10).

Namun, orang nomor satu di Pemkot Malang itu masih belum bisa memastikan kapan vaksin jenis Pfizer bisa didatangkan ke Kota Malang. Sebab beberapa waktu lalu, vaksin tersebut masih digunakan untuk umum dan lembaga non pemerintahan. Jika memang sudah ada droping vaksin tersebut, pemkot bakal secepatnya melakukan vaksinasi kepada pelajar TK dan SD.

Meski  begitu, pihaknya sudah melakukan persiapan teknis pelaksanaan vaksinasi untuk anak-anak tersebut. Selama ini, vaksinasi pelajar usia 12-17 tahun dilakukan di dua tempat, yakni Politeknik Kesehatan Malang (Polkesma) dan Universitas Islam Malang (Unisma). Jika memang dua lembaga pendidikan itu bersedia lagi, maka vaksinasi bisa dilakukan di sana. “Tapi masih kami kaji dulu, yang jelas nanti izin orang tua juga harus ada,” ujar politikus Partai Demokrat itu.

Sutiaji menambahkan, sampai saat ini swab berkala di lingkungan sekolah juga masih tetap dilakukan. Sebab pencegahan klaster sekolah harus tetap dilakukan. Dia telah mengevaluasi pelaksanaan PTM sesuai protokol kesehatan (prokes).

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Malang Suwarjana SE MM juga telah menerima informasi tersebut. Teknis vaksinasi untuk pelajar jenjang TK dan SD  masih dalam tahap pembahasan. Sebab total jumlah siswa TK dan SD di Kota Malang mencapai 90 ribuan anak. Sehingga jumlah pelajar tersebut dua kali lipat lebih banyak dari jumlah pelajar yang masuk sasaran usia 12 tahun ke atas.

“Permasalahan ini yang masih kami bahas. Jadi masih kami rapatkan dulu dengan dinkes (dinas kesehatan) dan pihak penyelenggara vaksin,” tambahnya.

Mantan Kabag Umum Pemkot Malang itu menambahkan, vaksinasi pelajar di bawah 12 tahun bisa digelar di sejumlah kampus yang memiliki fakultas kedokteran (FK). Namun komunikasi dengan sejumlah kampus tersebut masih harus dijajaki. Opsi kedua adalah vaksinasi goes to school (datang ke sekolah). Hal itu mengingat jumlah pelajar yang menjadi sasaran vaksin sangat banyak.

Sambil menunggu vaksinasi tersebut, Suwarjana tetap menekankan ke seluruh sekolah untuk tetap menjaga prokes pelaksanaan PTM. Sebab hasil evaluasi sementara PTM bisa berjalan aman. Mengingat pihaknya juga menerapkan swab berkala terhadap pelajar dan guru. “Berita baik (vaksinasi Pfizer) jangan sampai melupakan prokes saat PTM yang juga menjadi salah satu kunci menekan virus corona,” tandas Suwarjana. (adn/nay/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/