alexametrics
22.9 C
Malang
Monday, 4 July 2022

Pemprov Jatim Beri PR Unisma, Bikin Standar Layanan Sosial Lansia

MALANG KOTA — Universitas Islam Malang (Unisma) dipercaya Provinsi Jatim untuk ‘menggodok’ standart layanan sosial lansia (lanjut usia) di Jatim. Hari ini (28/11), perwakilan Pemprov Jatim juga datang ke Unisma dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan seminar hasil penyusunan pedoman standart pelayanan sosial lansia Provinsi Jatim di ruang pusat studi Jatim, Gedung Pascasarjana Unisma.

Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri MSi menyampaikan bahwa pedoman nanti bisa disebarkan ke masyarakat luas. Sehingga, penanganan lansia di lingkungan keluarga bisa lebih baik. “Bukan hanya (diberikan) kepada panti-panti, tapi juga kepada lingkungan keluarga,” kata pria asal Kabupaten Tuban ini.

Menurutnya, penanganan lansia di lingkungan keluarga dinilai masih kurang maksimal. Sehingga, pedoman tersebut perlu disebarluaskan. “Supaya peran masyarakat juga bisa maksimal,” terangnya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Sosial Provinsi Jatim Dr Boby Soemiarsono menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan sosial di panti sosial. Karena selama ini layanan panti sosial masih kurang maksimal.

“Diakui banyak panti sosial yang sampai saat ini belum memenuhi standart layanan minimal,” jelas dia.

Tak hanya itu, panduan ini nanti juga bakal digunakan sebagai acuan standart layanan kesejahteraan sosial. Terutama klaster layanan lansia yang ada di Dinsos Jatim. “Kami juga ucapkan terimakasih banyak kepada semua pihak yang sudah berkontribusi dalam kegiatan ini,” ungkapnya.

Pewarta: Imam N

MALANG KOTA — Universitas Islam Malang (Unisma) dipercaya Provinsi Jatim untuk ‘menggodok’ standart layanan sosial lansia (lanjut usia) di Jatim. Hari ini (28/11), perwakilan Pemprov Jatim juga datang ke Unisma dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan seminar hasil penyusunan pedoman standart pelayanan sosial lansia Provinsi Jatim di ruang pusat studi Jatim, Gedung Pascasarjana Unisma.

Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri MSi menyampaikan bahwa pedoman nanti bisa disebarkan ke masyarakat luas. Sehingga, penanganan lansia di lingkungan keluarga bisa lebih baik. “Bukan hanya (diberikan) kepada panti-panti, tapi juga kepada lingkungan keluarga,” kata pria asal Kabupaten Tuban ini.

Menurutnya, penanganan lansia di lingkungan keluarga dinilai masih kurang maksimal. Sehingga, pedoman tersebut perlu disebarluaskan. “Supaya peran masyarakat juga bisa maksimal,” terangnya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Sosial Provinsi Jatim Dr Boby Soemiarsono menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan sosial di panti sosial. Karena selama ini layanan panti sosial masih kurang maksimal.

“Diakui banyak panti sosial yang sampai saat ini belum memenuhi standart layanan minimal,” jelas dia.

Tak hanya itu, panduan ini nanti juga bakal digunakan sebagai acuan standart layanan kesejahteraan sosial. Terutama klaster layanan lansia yang ada di Dinsos Jatim. “Kami juga ucapkan terimakasih banyak kepada semua pihak yang sudah berkontribusi dalam kegiatan ini,” ungkapnya.

Pewarta: Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/