Kampung Edukasi Jadi Obat Rindu Sekolah Anak-anak Karangbesuki

Anak-anak belajar di kelas bersama relawan guru. Foto: Intan Refa

KOTA MALANG – Tiga bulan #dirumahaja, membuat banyak anak rindu pada sekolahnya. Rindu beraktivitas dengan teman-temannya di sekolah.

Seiring belum meredanya kasus Covid-19 di Kota Malang, anak-anak masih harus menabung rindu untuk kembali bersekolah. Belum ada kepastian kapan sekolah-sekolah di Kota Malang akan buka kembali.

Nah, Kampung Edukasi pun muncul sebagai pengobat rindu sekolah. Kampung Edukasi digagas Kampung Tangguh RW Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun.

Lewat Kampung Edukasi, anak-anak diajak untuk bersekolah. Mereka boleh mengenakan seragam, meski tak diwajibkan.

Protokol kesehatan juga harus diikuti. Seperti mengenakan masker atau face shield misalnya.

Mereka masuk kelas, belajar bersama guru. Meski bukan guru yang sebenarnya, melainkan relawan.

Asep Tri Pradisto, Ketua Tim Kampung Tangguh Karangbesuki mengatakan, Kampung Edukasi menjadi sekolah informal untuk pengobat rindu anak-anak.

“Jadi konsep kampung edukasi kami seperti ini. Jumlah siswa dalam kelas kampung edukasi ada 12 anak per hari,” kata dia.

Tempat duduknya diatur. Menerapkan prinsip physical distancing. “Dalam satu hari hanya ada satu kelas. Mulai jam 8 sampai 10 pagi,” jelas Asep.

Salah seorang relawan guru, Siti Sundari mengatakan bahwa konsep Kampung Edukasi terus disempurnakan.

“Harapan kami meskipun dengan situasi seperti ini anak-anak masih bisa belajar dengan nyaman dan aman. Sebab kalau terlalu lama meninggalkan sekolah, nanti mereka bisa malas pergi sekolah,” kata pensiunan guru SDN 1 Karangbesuki ini.

Pewarta : Intan Refa Septiana
Foto : Intan Refa Septiana

Editor: Indra M