alexametrics
28.1 C
Malang
Thursday, 7 July 2022

Di Tangan Mahasiswa UB, Enceng Gondok Jadi Obat Anti Gatal

MALANG – Tanaman enceng gondok tumbuh di rawa-rawa atau danau, dan sungai yang alirannya tenang. Cepatnya penyebaran enceng gondok membuat tanaman ini dianggap sebagai gulma dan merusak lingkungan perairan.

Namun di tangan mahasiswa UB, tanaman enceng gondok bisa disulap menjadi obat gatal dan bentol kulit. Inovasi yang telah menjadi produk tersebut diberi nama Lorend yang juga aman untuk kulit sensitif.

Mahasiswa penemu produk inovatif dengan bahan dasar enceng gondok tersebut adalah Mohamad Farhan Wicaksono, Andreas Tedy Ervan Wibowo, Winnie Andriani Kurniawan, Hernanda Iqbal Hasya, dan Nurrahma Indrayati. Mereka adalah mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian UB. “Harapannya masyarakat lebih aware dengan kesehatan kulit. Selain itu semoga inovasi ini bisa dimanfaatkan di seluruh Indonesia” ujar Winnie salah satu anggota tim.

Anggota tim mahasiswa UB saat memproses bahan dari enceng gondok di laboratorium. (ist)

Terciptanya produk tersebut bermula dari banyaknya produk atau obat gatal di pasaran yang dapat memicu efek samping jika digunakan secara berlebihan. Sementara bahan baku enceng gondok tersedia secara melimpah di Indonesia. Selain harganya yang relatif terjangkau, produk tersebut juga menggunakan bahan alami. Selain itu, penggunaan enceng gondok masih jarang di dunia medis.

Produk dalam bentuk lotion ini mempunyai kandungan alkaloid, flovanoid, saponin kuinon, tanin/steroid/triteroenoid. Kandungan tersebut menghambat enzim cyclooxygenase yang menjadi penyebab peradangan.

Pewarta: Ferdinand Dicky

MALANG – Tanaman enceng gondok tumbuh di rawa-rawa atau danau, dan sungai yang alirannya tenang. Cepatnya penyebaran enceng gondok membuat tanaman ini dianggap sebagai gulma dan merusak lingkungan perairan.

Namun di tangan mahasiswa UB, tanaman enceng gondok bisa disulap menjadi obat gatal dan bentol kulit. Inovasi yang telah menjadi produk tersebut diberi nama Lorend yang juga aman untuk kulit sensitif.

Mahasiswa penemu produk inovatif dengan bahan dasar enceng gondok tersebut adalah Mohamad Farhan Wicaksono, Andreas Tedy Ervan Wibowo, Winnie Andriani Kurniawan, Hernanda Iqbal Hasya, dan Nurrahma Indrayati. Mereka adalah mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian UB. “Harapannya masyarakat lebih aware dengan kesehatan kulit. Selain itu semoga inovasi ini bisa dimanfaatkan di seluruh Indonesia” ujar Winnie salah satu anggota tim.

Anggota tim mahasiswa UB saat memproses bahan dari enceng gondok di laboratorium. (ist)

Terciptanya produk tersebut bermula dari banyaknya produk atau obat gatal di pasaran yang dapat memicu efek samping jika digunakan secara berlebihan. Sementara bahan baku enceng gondok tersedia secara melimpah di Indonesia. Selain harganya yang relatif terjangkau, produk tersebut juga menggunakan bahan alami. Selain itu, penggunaan enceng gondok masih jarang di dunia medis.

Produk dalam bentuk lotion ini mempunyai kandungan alkaloid, flovanoid, saponin kuinon, tanin/steroid/triteroenoid. Kandungan tersebut menghambat enzim cyclooxygenase yang menjadi penyebab peradangan.

Pewarta: Ferdinand Dicky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/