alexametrics
20.1 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

Maksimalkan Program Merdeka Belajar, Unisma Gandeng DUDI Se-Indonesia

MALANG KOTA – Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) diterapkan Universitas Islam Malang (Unisma) di semester ganjil 2021/2022. Untuk mengoptimalkan konsep belajar tersebut, Unisma meneken MoU dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) se-Indonesia pada Rabu (29/9) pagi.

Penandatanganan itu sendiri dilakukan secara luring dan daring di Gedung Pascasarjana Unisma mulai pukul 09.30 WIB. Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri Bakri, M.Si mengatakan bahwa sudah ada 35 DUDI yang menandatangani kerja sama dengan Unisma. “Sudah ada 35 DUDI untuk 5 fakultas, yang satunya adalah Pascasarjana,” terangnya. Empat Fakultas Sosial dan Non-Sosial yaitu Ilmu Pendidikan (FKIP), Pertanian, Peternakan dan Hukum. Untuk fakultas lain, masih melakukan inventaris terhadap partner-partnernya dan akan didisplay hasil penelitiannya.

Meski sudah ada puluhan, Unisma masih akan menambah DUDI lagi, hal ini dikarenakan keinginan kampus milik Nahdatul Ulama di Kota Malang itu ingin mencakupi semua mahasiswanya untuk ikut magang. “Ini supaya semua mahasiswa bisa ikut magang, maka jumlah yang ada akan kami tambah terus. Apalagi MBKM sudah kami terapkan di semester ini,” kata Maskuri.

Karena dalam MBKM ini, komposisi pembelajaran lebih banyak di luar daripada di kelas. “40 persen di kampus, sisanya 60 persen di luar. Jangan sampai pendidikan ini seperti di menara gading, entah dia ikut dunia industri dan usaha atau mereka akan ambil transfer kredit di luar atau dalam negeri,” beber dia.

Tujuan lain ialah adanya hilirisasi hasil penelitian. “Supaya hasil penelitian tidak diseminarkan saja, tapi dipakai di dunia usaha maupun industri,” ucapnya. Setidaknya, ada 80 penelitian yang siap “lepas landas” untuk hilirisasi. “Sekitar ada 80 yang siap, dan ini akan menjadi potensi yang sangat besar bagi Unisma dan usaha untuk mengembangkan sektor perekonomian,” ujar pria kelahiran Tuban tersebut.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) diterapkan Universitas Islam Malang (Unisma) di semester ganjil 2021/2022. Untuk mengoptimalkan konsep belajar tersebut, Unisma meneken MoU dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) se-Indonesia pada Rabu (29/9) pagi.

Penandatanganan itu sendiri dilakukan secara luring dan daring di Gedung Pascasarjana Unisma mulai pukul 09.30 WIB. Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri Bakri, M.Si mengatakan bahwa sudah ada 35 DUDI yang menandatangani kerja sama dengan Unisma. “Sudah ada 35 DUDI untuk 5 fakultas, yang satunya adalah Pascasarjana,” terangnya. Empat Fakultas Sosial dan Non-Sosial yaitu Ilmu Pendidikan (FKIP), Pertanian, Peternakan dan Hukum. Untuk fakultas lain, masih melakukan inventaris terhadap partner-partnernya dan akan didisplay hasil penelitiannya.

Meski sudah ada puluhan, Unisma masih akan menambah DUDI lagi, hal ini dikarenakan keinginan kampus milik Nahdatul Ulama di Kota Malang itu ingin mencakupi semua mahasiswanya untuk ikut magang. “Ini supaya semua mahasiswa bisa ikut magang, maka jumlah yang ada akan kami tambah terus. Apalagi MBKM sudah kami terapkan di semester ini,” kata Maskuri.

Karena dalam MBKM ini, komposisi pembelajaran lebih banyak di luar daripada di kelas. “40 persen di kampus, sisanya 60 persen di luar. Jangan sampai pendidikan ini seperti di menara gading, entah dia ikut dunia industri dan usaha atau mereka akan ambil transfer kredit di luar atau dalam negeri,” beber dia.

Tujuan lain ialah adanya hilirisasi hasil penelitian. “Supaya hasil penelitian tidak diseminarkan saja, tapi dipakai di dunia usaha maupun industri,” ucapnya. Setidaknya, ada 80 penelitian yang siap “lepas landas” untuk hilirisasi. “Sekitar ada 80 yang siap, dan ini akan menjadi potensi yang sangat besar bagi Unisma dan usaha untuk mengembangkan sektor perekonomian,” ujar pria kelahiran Tuban tersebut.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/