alexametrics
21.4 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Gandeng 12 Negara, Unisma Gelar Konferensi Internasional

MALANG KOTA – Konferensi Internasional digelar Universitas Islam Malang (Unisma) secara daring Jumat (29/10). Kegiatan yang menggandeng Forum Rektor Indonesia dan Forum Rektor PTNU tersebut diikuti oleh lebih dari tujuh negara dan empat kampus yang menjadi co host partner.

Beberapa negara partisipan dan presenter tersebut antara lain seperti Malaysia, Korea Selatan, Brunei Darussalam, Palestina, Rusia, Saudi Arabia, Sudan, Siria, Yaman, Timor Leste, Thailand dan Uzbekistan. Sementara itu empat kampus yang menjadi partner co host, yakni Universitas Samawa Sumbawa Besar, Universitas Muhammadiyah Sulawesi Utara, Perbanas Institute Jakarta dan Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi.

Rektor Unisma Prof Dr Maskuri MSi menyampaikan, konferensi internasional kali ini mengangkat tema tentang lintas disipliner ilmu atau multidisipliner. Berbagai keilmuan dibahas dalam kegiatan itu. Rinciannya dibagi menjadi tiga bidang. Mulai dari persoalan pendidikan dan agama, ilmu sosial atau humaniora serta bidang eksakta dan medis.

”Kegiatan ini dalam rangka ekspose berbagai hasil riset yang dimiliki dosen, baik dosen Unisma maupun dosen dari luar Unisma bahkan dari dosen luar negeri. Melalui kegiatan ini diharapkan sebagai penguatan wawasan pengembangan keilmuan. Termasuk juga kemungkinan hilirisasi hasil riset,” terang Maskuri.

Lebih lanjut, kolaborasi dalam agenda ini juga sangat penting dilakukan. Sebab antar dosen yang bertemu akan saling memperkuat kajian keilmuan. Bahkan hasil dari konferensi ini nantinya juga akan dibuat semacam jurnal dan prosiding baik nasional maupun internasional.

”Peserta yang sudah daftar presentasi dalam konferensi internasional selama dua hari ini ada lebih dari 130 dosen. Baik dosen nasional maupun in­ternasional. Dari Unisma sekitar 60 dosen. Inilah wujud bahwa atmosfer akademik di Unisma sudah mulai tampak,” paparnya.

Kegiatan riset dosen di Unisma selalu didukung penuh oleh pihak kampus. Maskuri menyebutkan alokasi dana riset selama satu tahun di Unisma disiapkan sekitar Rp 5 miliar. Selain itu, dari Kemendikbud juga telah mengalokasikan Rp 15 miliar. ”Sebab LPPM Unisma sudah dalam klaster utama,” tambahnya.

Penulis: JPRM – Luluk

MALANG KOTA – Konferensi Internasional digelar Universitas Islam Malang (Unisma) secara daring Jumat (29/10). Kegiatan yang menggandeng Forum Rektor Indonesia dan Forum Rektor PTNU tersebut diikuti oleh lebih dari tujuh negara dan empat kampus yang menjadi co host partner.

Beberapa negara partisipan dan presenter tersebut antara lain seperti Malaysia, Korea Selatan, Brunei Darussalam, Palestina, Rusia, Saudi Arabia, Sudan, Siria, Yaman, Timor Leste, Thailand dan Uzbekistan. Sementara itu empat kampus yang menjadi partner co host, yakni Universitas Samawa Sumbawa Besar, Universitas Muhammadiyah Sulawesi Utara, Perbanas Institute Jakarta dan Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi.

Rektor Unisma Prof Dr Maskuri MSi menyampaikan, konferensi internasional kali ini mengangkat tema tentang lintas disipliner ilmu atau multidisipliner. Berbagai keilmuan dibahas dalam kegiatan itu. Rinciannya dibagi menjadi tiga bidang. Mulai dari persoalan pendidikan dan agama, ilmu sosial atau humaniora serta bidang eksakta dan medis.

”Kegiatan ini dalam rangka ekspose berbagai hasil riset yang dimiliki dosen, baik dosen Unisma maupun dosen dari luar Unisma bahkan dari dosen luar negeri. Melalui kegiatan ini diharapkan sebagai penguatan wawasan pengembangan keilmuan. Termasuk juga kemungkinan hilirisasi hasil riset,” terang Maskuri.

Lebih lanjut, kolaborasi dalam agenda ini juga sangat penting dilakukan. Sebab antar dosen yang bertemu akan saling memperkuat kajian keilmuan. Bahkan hasil dari konferensi ini nantinya juga akan dibuat semacam jurnal dan prosiding baik nasional maupun internasional.

”Peserta yang sudah daftar presentasi dalam konferensi internasional selama dua hari ini ada lebih dari 130 dosen. Baik dosen nasional maupun in­ternasional. Dari Unisma sekitar 60 dosen. Inilah wujud bahwa atmosfer akademik di Unisma sudah mulai tampak,” paparnya.

Kegiatan riset dosen di Unisma selalu didukung penuh oleh pihak kampus. Maskuri menyebutkan alokasi dana riset selama satu tahun di Unisma disiapkan sekitar Rp 5 miliar. Selain itu, dari Kemendikbud juga telah mengalokasikan Rp 15 miliar. ”Sebab LPPM Unisma sudah dalam klaster utama,” tambahnya.

Penulis: JPRM – Luluk

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/