alexametrics
22.2 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Smaneta Kembangkan Budaya lewat Gebyar Bulan Bahasa

KABUPATEN – SMAN 1 Tumpang atau lebih dikenal Smaneta menggelar gebyar puncak Bulan Bahasa, Jumat (28/10). Gelaran yang juga sebagai peringatan Hari Sumpah Pemuda itu diisi dengan berbagai kegiatan. Selain lomba-lomba, ada juga berbagai kreasi siswa yang ditampilkan dalam acara yang juga disiarkan secara live YouTube tersebut.
Kepala Smaneta Drs Teguh Pramono MPd menyampaikan bahasa itu adalah pikiran dan perilaku. Maka sudah selayaknya bila bahasa dirawat, dipelihara dan dikembangkan. Tujuannya agar perilaku dan pikiran semakin teratur serta tertata. “Tema kita, satu catatan ada dua kata kunci. Yakni menuju generasi berbhineka yang ber­budaya,” pe­sannya.
Lebih lanjut, Teguh mengatakan generasi saat ini disebut generasi millennial, sebab lahirnya di atas tahun 2000-an. Ia menilai dengan kemajuan teknologi yang pesat itu akan membantu generasi muda untuk semakin cerdas menggunakan bahasa. Wujudnya seperti ketika generasi muda berbahasa disalurkan melalui media sosial. “Untuk itu semakin berkembangnya teknologi seharusnya kita semakin mudah untuk merawat bahasa. Kita berada di Indonesia, khususnya Jawa memiliki kewa­jiban untuk me­me­lihara, merawat, me­ngembangkan, menjaga agar bahasa budaya kita tetap ber­karakter sebagaimana ling­kungan tempat kita hidup,” ajaknya.
Wakil kepala sekolah urusan kesiswaan (Waka Kesiswaan) Smaneta Drs Prianggono me­nam­bahkan tema bulan bahasa kali ini adalah wujudkan generasi millennial yang berbudi kebhinekaan dan berbudaya. Tema itu diwujudkan dengan penampilan kesenian kebudayaan siswa berprestasi. Seperti tari, menyanyi solo dan membaca puisi yang memenangkan perlombaan, baik di ajang FLS2N maupun kompetisi antar kota, provinsi hingga nasional. “Sebagai bentuk peringatan sumpah pemuda, acara tadi diawali dengan ikrar sumpah pemuda, kemudian dilanjutkan musikalisasi puisi oleh kepala sekolah,” imbuhnya.
Tak hanya sebagai wadah kreasi, gebyar bulan bahasa juga bernuansa wawasan kebangsaan. Prianggono menyebut tujuan khususnya adalah untuk menanamkan cinta tanah air kepada siswa. “Tak hanya sekadar tampilan seni, tapi mengandung unsur pembinaan dalam hal kebangsaan,” tutupnya.
Dalam kesempatan yang sama, Rifda siswi kelas XII IPA 2 yang juga menyaksikan kegiatan Bulan Bahasa mengapresiasi tim panitia yang sudah menggelar kegiatan di tengah pandemi dengan sangat baik, selain itu banyak lomba yang unik dan berbeda bagi siswa seperti lomba desain twibbon dengan tema retro. (bin/dik)

KABUPATEN – SMAN 1 Tumpang atau lebih dikenal Smaneta menggelar gebyar puncak Bulan Bahasa, Jumat (28/10). Gelaran yang juga sebagai peringatan Hari Sumpah Pemuda itu diisi dengan berbagai kegiatan. Selain lomba-lomba, ada juga berbagai kreasi siswa yang ditampilkan dalam acara yang juga disiarkan secara live YouTube tersebut.
Kepala Smaneta Drs Teguh Pramono MPd menyampaikan bahasa itu adalah pikiran dan perilaku. Maka sudah selayaknya bila bahasa dirawat, dipelihara dan dikembangkan. Tujuannya agar perilaku dan pikiran semakin teratur serta tertata. “Tema kita, satu catatan ada dua kata kunci. Yakni menuju generasi berbhineka yang ber­budaya,” pe­sannya.
Lebih lanjut, Teguh mengatakan generasi saat ini disebut generasi millennial, sebab lahirnya di atas tahun 2000-an. Ia menilai dengan kemajuan teknologi yang pesat itu akan membantu generasi muda untuk semakin cerdas menggunakan bahasa. Wujudnya seperti ketika generasi muda berbahasa disalurkan melalui media sosial. “Untuk itu semakin berkembangnya teknologi seharusnya kita semakin mudah untuk merawat bahasa. Kita berada di Indonesia, khususnya Jawa memiliki kewa­jiban untuk me­me­lihara, merawat, me­ngembangkan, menjaga agar bahasa budaya kita tetap ber­karakter sebagaimana ling­kungan tempat kita hidup,” ajaknya.
Wakil kepala sekolah urusan kesiswaan (Waka Kesiswaan) Smaneta Drs Prianggono me­nam­bahkan tema bulan bahasa kali ini adalah wujudkan generasi millennial yang berbudi kebhinekaan dan berbudaya. Tema itu diwujudkan dengan penampilan kesenian kebudayaan siswa berprestasi. Seperti tari, menyanyi solo dan membaca puisi yang memenangkan perlombaan, baik di ajang FLS2N maupun kompetisi antar kota, provinsi hingga nasional. “Sebagai bentuk peringatan sumpah pemuda, acara tadi diawali dengan ikrar sumpah pemuda, kemudian dilanjutkan musikalisasi puisi oleh kepala sekolah,” imbuhnya.
Tak hanya sebagai wadah kreasi, gebyar bulan bahasa juga bernuansa wawasan kebangsaan. Prianggono menyebut tujuan khususnya adalah untuk menanamkan cinta tanah air kepada siswa. “Tak hanya sekadar tampilan seni, tapi mengandung unsur pembinaan dalam hal kebangsaan,” tutupnya.
Dalam kesempatan yang sama, Rifda siswi kelas XII IPA 2 yang juga menyaksikan kegiatan Bulan Bahasa mengapresiasi tim panitia yang sudah menggelar kegiatan di tengah pandemi dengan sangat baik, selain itu banyak lomba yang unik dan berbeda bagi siswa seperti lomba desain twibbon dengan tema retro. (bin/dik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/