alexametrics
21.5 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

35 SD dan SMP di Kota Malang Punya Kepsek Baru

MALANG KOTA – Sebanyak 35 orang Kepala Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di
Kota Malang dikukuhkan Selasa (29/12). Adanya pandemi Covid-19 tak membuat pergantian jabatan tertunda. Pelantikan puluhan kepala SD dan SMP ini pun dilakukan dengan memperhatikan standar protokol kesehatan.

“Pergantian adalah sebuah hal yang tidak dapat dipisahkan sebagai proses memberikan suasana yang baru. Salah satu wujud proses evaluasi, pergantian pada personal yang purna tugas, sehingga wajib ada penggantinya, “ujar Wali Kota Malang Sutiaji usai pelantikan kepsek di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang.

Lebih lanjut Sutiaji berpesan agar kepala sekolah yang dikukuhkan bisa meningkatkan potensi serta mengembangkan kompetensi di era digitalisasi. Sebab saat ini sekolah membutuhkan kecepatan penyampaian informasi yang dapat dipertanggung jawabkan, integritas, transparansi, dan akurasi data. ” Jalankan tupoksi secara profesional dan proporsional. Jangan hanya berdasar suka atau tidak suka, like and dislike ” pungkas Sutiaji dalam sambutannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM.menuturkan, ada 30 orang dikukuhkan sebagai kepala SD dan lima orang dikukuhkan sebagai Kepala SMP. ”Pengukuhan tenaga pendidik yang diberi tugas sebagai kepala sekolah merupakan siklus rutin. Mengingat ada beberapa kepala sekolah memasuki masa purna tugas (pensiun). Hal ini sekaligus sebagai bentuk reward atas dedikasi, kinerja dan daya upaya tenaga pendidik,” terangnya.

Dari 35 kepala SD dan SMP yang dikukuhkan, diantaranya ada Dra Endang Tripuji Setyowati yang dilantik menjadi Kepala SDN Polowijen 3 Malang, lalu Umi Nurhayati SPd yang menjadi Kepala SDN Tlogomas 1, serta Misgiarti SPd yang kini menjadi Kepala SDN Tunggulwulung 1.

Pewarta : Errica Vannie

MALANG KOTA – Sebanyak 35 orang Kepala Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di
Kota Malang dikukuhkan Selasa (29/12). Adanya pandemi Covid-19 tak membuat pergantian jabatan tertunda. Pelantikan puluhan kepala SD dan SMP ini pun dilakukan dengan memperhatikan standar protokol kesehatan.

“Pergantian adalah sebuah hal yang tidak dapat dipisahkan sebagai proses memberikan suasana yang baru. Salah satu wujud proses evaluasi, pergantian pada personal yang purna tugas, sehingga wajib ada penggantinya, “ujar Wali Kota Malang Sutiaji usai pelantikan kepsek di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang.

Lebih lanjut Sutiaji berpesan agar kepala sekolah yang dikukuhkan bisa meningkatkan potensi serta mengembangkan kompetensi di era digitalisasi. Sebab saat ini sekolah membutuhkan kecepatan penyampaian informasi yang dapat dipertanggung jawabkan, integritas, transparansi, dan akurasi data. ” Jalankan tupoksi secara profesional dan proporsional. Jangan hanya berdasar suka atau tidak suka, like and dislike ” pungkas Sutiaji dalam sambutannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Dra. Zubaidah, MM.menuturkan, ada 30 orang dikukuhkan sebagai kepala SD dan lima orang dikukuhkan sebagai Kepala SMP. ”Pengukuhan tenaga pendidik yang diberi tugas sebagai kepala sekolah merupakan siklus rutin. Mengingat ada beberapa kepala sekolah memasuki masa purna tugas (pensiun). Hal ini sekaligus sebagai bentuk reward atas dedikasi, kinerja dan daya upaya tenaga pendidik,” terangnya.

Dari 35 kepala SD dan SMP yang dikukuhkan, diantaranya ada Dra Endang Tripuji Setyowati yang dilantik menjadi Kepala SDN Polowijen 3 Malang, lalu Umi Nurhayati SPd yang menjadi Kepala SDN Tlogomas 1, serta Misgiarti SPd yang kini menjadi Kepala SDN Tunggulwulung 1.

Pewarta : Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/