alexametrics
27.9 C
Malang
Thursday, 7 July 2022

PGRI Kota Malang Dukung Penundaan Asesmen Nasional

MALANG KOTA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Malang mendukung penuh keputusan Menteri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yang menunda pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) 2021 dari Maret menjadi September 2020.

Ketua PGRI Kota Malang Drs Burhanuddin M Pd mengungkapkan langkah penundaan tersebut dirasa sangat tepat dilihat dari kondisi saat ini.

“Selain melihat angka Covid-19 yang terus meningkat, perihal metal dan psikis siswa juga jadi pertimbangan. Meski tidak semua siswa yang akan dilibatkan namun hal itu tetap perlu perhatian khusus,” jelasnya.

Pria yang kini menjabat sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Malang itu menambahkan, apabila tidak ada penundaan, menurutnya pelaksanaan Asesmen Nasional yang direncanakan bulan Maret ini dirasa kurang tepat. Apalagi jika merujuk pada keputusan Walikota Malang Sutiaji untuk memperpanjang pemberlakukan pembelajaran daring pada semester genap ini.

“Kalau jadi akan dilakukan kurang lebih 45 siswa dan pelaksanaan akan dilakukan di masing-masing sekolah. Tentunya akan mendatangkan siswa dan itu cukup berisiko tinggi,” pungkasnya.

Pewarta: Chosa Setya Ayu Widodo

MALANG KOTA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Malang mendukung penuh keputusan Menteri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yang menunda pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) 2021 dari Maret menjadi September 2020.

Ketua PGRI Kota Malang Drs Burhanuddin M Pd mengungkapkan langkah penundaan tersebut dirasa sangat tepat dilihat dari kondisi saat ini.

“Selain melihat angka Covid-19 yang terus meningkat, perihal metal dan psikis siswa juga jadi pertimbangan. Meski tidak semua siswa yang akan dilibatkan namun hal itu tetap perlu perhatian khusus,” jelasnya.

Pria yang kini menjabat sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Malang itu menambahkan, apabila tidak ada penundaan, menurutnya pelaksanaan Asesmen Nasional yang direncanakan bulan Maret ini dirasa kurang tepat. Apalagi jika merujuk pada keputusan Walikota Malang Sutiaji untuk memperpanjang pemberlakukan pembelajaran daring pada semester genap ini.

“Kalau jadi akan dilakukan kurang lebih 45 siswa dan pelaksanaan akan dilakukan di masing-masing sekolah. Tentunya akan mendatangkan siswa dan itu cukup berisiko tinggi,” pungkasnya.

Pewarta: Chosa Setya Ayu Widodo

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/