Mantap! 16 Dosen UM Tembus 500 Peneliti Terbaik Indonesia

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro.

KOTA MALANG – Civitas academica Universitas Negeri Malang (UM) kembali menorehkan prestasi membanggakan untuk kampusnya. Kamis (28/5) ada 16 dosen UM yang diumumkan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro masuk dalam daftar 500 peneliti terbaik versi Science and Technology Index (SINTA) 2020.

Dalam pengumuman yang digelar live lewat YouTube Kemenristek/BRIN tersebut, Bambang menyampaikan pemeringkatan SINTA diperoleh dari sejumlah faktor. Antara lain memiliki cakupan parameter skala besar dari jumlah artikel, banyaknya kualifikasi jurnal, aktivitas publikasi nasional, dan urutan peneliti dilihat dari capaian menurut Google Scholar.

”Kami harapkan ranking ini sudah benar-benar menggambarkan kondisi yang paling komprehensif dari kualitas peneliti dan dosen di Indonesia,” ujarnya dalam konferensi virtual SINTA Series 1: Pemeringkatan 500 Peneliti Terbaik Indonesia.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UM Prof Dr Markus Diantoro menjelaskan, pihaknya telah memaksimalkan capaiannya dengan membentuk Tim Percepatan Publikasi (TPP) tahun lalu. Serta mengeluarkan kebijakan untuk memberikan dana penelitian yang dikoordinasikan dengan LP2M.

”Untuk memfokuskan penelitian kami bentuk Pusat Unggulan Iptek (PUI) yang mewadahi bidang kependidikan. Seperti Disruptive Learning Innovation (DLI) dan bidang murni Center of Advance Material for Renewable Energy (CAMRY) dan ini sudah berhasil,” terangnya.

SINTA sendiri merupakan satu inovasi sistem informasi ilmu dan teknologi yang dikembangkan untuk mengukur kinerja individu, institusi, dan networking dari peneliti atau dosen yang melakukan studi. Program yang dibangun mulai 2016 itu sampai sekarang sudah mengelola 194.904 author atau peneliti terverifikasi, 4.607 jurnal, dan 34.677 buku. Selain itu 93.346 artikel, 69.796 conference paper, dan 5.266 book chapter.

Untuk menambah jumlah dosen yang bisa tembus ke 500 peneliti terbaik tahun depan, Markus mengatakan pihaknya bakal menambah dana penelitian agar dosen makin semangat.

”Tahun ini UM juga menambah dana penelitian, lebih banyak dari tahun sebelumnya. Dan tim percepatan publikasi kami koordinasikan juga di masing-masing fakultas supaya optimal. Pelatihan juga kami perbanyak,” imbuhnya.

Pewarta: Adela Okina
Foto: istimewa
Penyunting: Fia