alexametrics
23.4 C
Malang
Friday, 1 July 2022

Keren Banget, SD Brawijaya Smart School Borong Gelar Tingkat Nasional

 

MALANG KOTA – Masa pandemi tak menyrutkan semangat Siswa SD Bawijaya Smart School (BSS) dalam kompetisi dan kejuaraan. Ini berkat dorongan dan sinergi antara guru dan orang tua mereka saat pembelajaran online berlangsung. Hasilnya terlihat ketika beberapa siswa memboyong medali emas dan medali perak di tingkat provinsi hingga nasional.

 

Di masa endemi ini, SD BSS juga terus berupaya menjaring siswanya yang berprestasi. Staf Kesiswaan SD BSS, Zahrul Amin SPd mengatakan beberapa strategi menjaring siswa berprestasi tentu berbeda saat sebelum pandemi, pandemi, maupun endemi.

 

“Sebelum pandemi kami adakan lomba-lomba internal terlebih dulu. Pandemi ini melalui google form kelas 3 dan 4. Kemudian terjaring beberapa siswa, tugas kami melatih mereka,” katanya. “Saat endemi sama seperti sebelum pandemi, bedanya harus lebih ketat terhadap prokes,” lanjutnya.

 

Ini merupakan bentuk dari support penuh guru SD BSS terhadap siswanya saat pembatasan akses pembelajaran. Bukan berarti ini menjadi alasan untuk siswa belajar. Namun pandemi sebagai momentum untuk belajar banyak hal melalui informasi dan teknologi. Terbukti bahwa siswa SD BSS telah lihai dalam mengoperasikan teknologi saat endemi.

 

“Siswa kami sudah paham teknologi pembelajaran. Bahkan sesuatu yang viral pun mereka tahu. Ini terbukti bahwa sekarang pun kontrol guru dan orang tua harus diperketat. Agar mereka memanfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya,” tandasnya. (rof/dik)

 

MALANG KOTA – Masa pandemi tak menyrutkan semangat Siswa SD Bawijaya Smart School (BSS) dalam kompetisi dan kejuaraan. Ini berkat dorongan dan sinergi antara guru dan orang tua mereka saat pembelajaran online berlangsung. Hasilnya terlihat ketika beberapa siswa memboyong medali emas dan medali perak di tingkat provinsi hingga nasional.

 

Di masa endemi ini, SD BSS juga terus berupaya menjaring siswanya yang berprestasi. Staf Kesiswaan SD BSS, Zahrul Amin SPd mengatakan beberapa strategi menjaring siswa berprestasi tentu berbeda saat sebelum pandemi, pandemi, maupun endemi.

 

“Sebelum pandemi kami adakan lomba-lomba internal terlebih dulu. Pandemi ini melalui google form kelas 3 dan 4. Kemudian terjaring beberapa siswa, tugas kami melatih mereka,” katanya. “Saat endemi sama seperti sebelum pandemi, bedanya harus lebih ketat terhadap prokes,” lanjutnya.

 

Ini merupakan bentuk dari support penuh guru SD BSS terhadap siswanya saat pembatasan akses pembelajaran. Bukan berarti ini menjadi alasan untuk siswa belajar. Namun pandemi sebagai momentum untuk belajar banyak hal melalui informasi dan teknologi. Terbukti bahwa siswa SD BSS telah lihai dalam mengoperasikan teknologi saat endemi.

 

“Siswa kami sudah paham teknologi pembelajaran. Bahkan sesuatu yang viral pun mereka tahu. Ini terbukti bahwa sekarang pun kontrol guru dan orang tua harus diperketat. Agar mereka memanfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya,” tandasnya. (rof/dik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/