Obati Rindu Siswa Lewat Anjangsana Edukasi

Guru MTsN 6 Malang memberikan pembelajaran dengan mendatangi siswa ke rumahnya atau tempat bermainnya.

KEPANJEN – Terhitung sudah lebih dari 3 bulan siswa sekolah tidak bisa melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah masing-masing. Hal itu dipercaya membuat kerinduan yang luar biasa, baik untuk siswa maupun gurunya. Karena itu, melakukan anjangsana edukasi dinilai cukup efektif untuk mengobati kerinduan itu selama pandemi Covid-19.

Langkah anjangsana edukasi itu yang dilakukan oleh MTsN 6 Malang agar kerinduan kegiatan belajar mengajar bisa tersalurkan. Caranya, melakukan pembelajaran dengan mendatangi para murid ke kampung halamannya masing-masing.

“Progam anjangsana ini merupakan layanan yang diberikan oleh guru dengan mendatangi siswa ke rumahnya atau tempat bermainnya. Sehingga pembelajaran tetap bisa dilakukan di mana pun mereka berada sembari menunggu keputusan oleh dinas pendidikan kapan para murid bisa melaksanakan pembelajaran di sekolah kembali,” papar Kepala Sekolah MTsN 6 Malang Sutirjo, kemarin.

Menurut Sutirjo, menggantikan pembelajaran tatap muka dengan daring bukanlah hal yang mudah. Sekalipun pemerintah telah memfasilitasi belajar siswa melalui siaran TV, namun realitanya tidak semua siswa mampu mengikuti pembelajaran tersebut, baik yang terkendala jaringan maupun fasilitas.

“Untuk itu kami beri kemudahan dan kenyamanan kepada siswa dengan melaksanakan program anjangsana edukasi selama pandemi ini,” terang Sutirjo.

Selain itu, edukasi jemput bola tersebut juga bertujuan untuk terus mengingatkan para siswa dan orangtua agar terus menaati protokol kesehatan Covid-19 yang ada. Sehingga sekolah juga mempunyai peranan dalam pemutusan rantai penyebaran Covid-19 yang ada di Kabupaten Malang.

“Ada hal yang selalu diingatkan kepada para siswa. Pertama menjaga jarak, menggunakan masker, dan juga mencuci tangan dengan sabun,” tukas Sutirjo.

Sementara itu, seorang siswa kelas 8, Alvin, yang sedang mengikuti pembelajaran di lapangan samping rumahnya mengatakan bahwa ia senang bisa belajar kembali dengan gurunya.

“Suka kalau belajar di lapangan dengan bu guru. Sudah lama tidak belajar secara tatap muka,” kata Alvin.

Pewarta: Achmad Fikyansyah
Foto: MTsN 6 Malang
Editor: Hendarmono Al Sidarto