alexametrics
26.5 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Di Webinar LP2M UM, Kementerian LHK Urai Efek Samping Degradasi Lahan

MALANG KOTA – Salah satu sumber daya alam, yakni lahan merupakan dimensi yang sangat penting bagi kehidupan. Karena sebagai penunjang kebutuhan ekonomi, yang harus dijaga keberlanjutan. Namun, keadaan lahan saat ini mengalami degradasi dan kekeringan. Maka, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Negeri Malang (LP2M UM) mengadakan Seminar Nasional dengan tema Memahami Persoalan Degradasi Lahan dan Kekeringan di Indonesia, Rabu (30/6).

Sejumlah narasumber dihadirkan, mulai dari perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, M Saparis Soedarjanto, Bupati Malang, Drs H M Sanusi MM, Kepala Perhutani Jawa Timur, Ir Karuniawan Purwanto Sanjaya, Dosen Biologi UM, Dr Fatchur Rohman MSi, hingga Praktisi Kehutanan, Prof Dr Ir Sri Puryono Karto Soedarmo MP.

Selain untuk memberikan edukasi mengenai penyelamatan lingkungan, seminar ini diadakan, untuk memperingati Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia (The World Day to Combat Desertification and Drought) yang diperingati tiap 17 Juni.

“UM sebagai perguruan tinggi, turut berperan dalam degradasi lahan dan kekeringan, penanaman kesadaran harus dilakukan sejak dini, karena lingkungan milik anak cucu kita yang harus kita konservasi sebaik mungkin,” tegas Rektor UM, Prof Dr Ahmad Rofi’uddin MPd.

Perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, M Saparis Soedarjanto, Indonesia merupakan Negara yang memiliki lahan lingkungan dan kehutanan sangat luas dan tersebar dimana-mana. Seperti salah satunya yakni berada di Pulau Jawa.

“Sebagai pulau yang memiliki gurun, lahan tanah luas, proses degradasi lahan bisa menyebabkan perubahan iklim, menurunnya produktivitas, memburuknya kemiskinan, serta mendorong migrasi, bahkan menyulut konflik,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya hal tersebut, menurutnya harus meningkatkan pengelolaan hutan berkelanjutan, rehabilitasi lahan, dan juga restorasi. Hal itu, nampakanya menjadi contoh yang harus dilakukan di Kabupaten Malang saat ini.

Menurut, Bupati Kabupaten Malang, Drs H M Sanusi MM. Degradasi lahan yang terjadi di kabupaten Malang rata-rata disebabkan oleh faktor alam. Secara topografi Kabupaten Malang mempunyai gunung dan pantai yang sering terjadi gempa akibat pergerakan lempeng dasar laut dan tanah.

“Penyebab degradasi lahan antara lain disebabkan tanah longsor, banjir, gempa, dan erupsi. Bappeda tentu sudah melakukan studi mitigasi bencana, dan BPBD telah mengkaji terkait potensi tanah bergerak di Kabupaten Malang dan pelatihan evakuasi bencana,” ujarnya.

Pewarta : Roisyatul Mufidah/Defi Maria

MALANG KOTA – Salah satu sumber daya alam, yakni lahan merupakan dimensi yang sangat penting bagi kehidupan. Karena sebagai penunjang kebutuhan ekonomi, yang harus dijaga keberlanjutan. Namun, keadaan lahan saat ini mengalami degradasi dan kekeringan. Maka, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Negeri Malang (LP2M UM) mengadakan Seminar Nasional dengan tema Memahami Persoalan Degradasi Lahan dan Kekeringan di Indonesia, Rabu (30/6).

Sejumlah narasumber dihadirkan, mulai dari perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, M Saparis Soedarjanto, Bupati Malang, Drs H M Sanusi MM, Kepala Perhutani Jawa Timur, Ir Karuniawan Purwanto Sanjaya, Dosen Biologi UM, Dr Fatchur Rohman MSi, hingga Praktisi Kehutanan, Prof Dr Ir Sri Puryono Karto Soedarmo MP.

Selain untuk memberikan edukasi mengenai penyelamatan lingkungan, seminar ini diadakan, untuk memperingati Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia (The World Day to Combat Desertification and Drought) yang diperingati tiap 17 Juni.

“UM sebagai perguruan tinggi, turut berperan dalam degradasi lahan dan kekeringan, penanaman kesadaran harus dilakukan sejak dini, karena lingkungan milik anak cucu kita yang harus kita konservasi sebaik mungkin,” tegas Rektor UM, Prof Dr Ahmad Rofi’uddin MPd.

Perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, M Saparis Soedarjanto, Indonesia merupakan Negara yang memiliki lahan lingkungan dan kehutanan sangat luas dan tersebar dimana-mana. Seperti salah satunya yakni berada di Pulau Jawa.

“Sebagai pulau yang memiliki gurun, lahan tanah luas, proses degradasi lahan bisa menyebabkan perubahan iklim, menurunnya produktivitas, memburuknya kemiskinan, serta mendorong migrasi, bahkan menyulut konflik,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya hal tersebut, menurutnya harus meningkatkan pengelolaan hutan berkelanjutan, rehabilitasi lahan, dan juga restorasi. Hal itu, nampakanya menjadi contoh yang harus dilakukan di Kabupaten Malang saat ini.

Menurut, Bupati Kabupaten Malang, Drs H M Sanusi MM. Degradasi lahan yang terjadi di kabupaten Malang rata-rata disebabkan oleh faktor alam. Secara topografi Kabupaten Malang mempunyai gunung dan pantai yang sering terjadi gempa akibat pergerakan lempeng dasar laut dan tanah.

“Penyebab degradasi lahan antara lain disebabkan tanah longsor, banjir, gempa, dan erupsi. Bappeda tentu sudah melakukan studi mitigasi bencana, dan BPBD telah mengkaji terkait potensi tanah bergerak di Kabupaten Malang dan pelatihan evakuasi bencana,” ujarnya.

Pewarta : Roisyatul Mufidah/Defi Maria

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/