alexametrics
30 C
Malang
Monday, 23 May 2022

Sah! STIKes WCH Resmi Jadi Institut Teknologi dan Kesehatan Malang

MALANG – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Widya Cipta Husada (WCH) resmi berubah menjadi Institut Teknologi dan Kesehatan Malang (ITKM) WCH. Perubahan tersebut sudah diberlakukan sejak (25/6) lalu seiring dipenuhinya semua persyaratan kenaikan status kampus.

“Berubahnya nama STIKes ke ITKM ini ada beberapa syarat yang harus kami penuhi. Salah satu persyaratannya kami harus menambah prodi, dan mempertimbangkan akreditasi prodi minimal B,” ujar Unit Pelaksana Teknis Pusat Jaminan Mutu (UPT PJM), Apt Cesario Tesa Priantoro, MFarm Klin.

Perubahan nama ITKM ini menjadikan prodi-prodi yang ada masuk dalam lingkup fakultas. Jika sebelumnya tidak ada fakultas, kini ada fakultas kebidanan dan keperawatan, serta fakultas teknologi kesehatan.

Fakultas kebidanan dan keperawatan, terdiri dari prodi S1 keperawatan, profesi ners, D3 kebidanan, S1 kebidanan, dan profesi bidan. Sementara untuk fakultas teknologi kesehatan terdiri dari prodi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK), prodi D3 Radiodiagnostik dan Radioterapi, serta S1 ilmu gizi.

“Kami sudah mempertimbangkan mengapa harus menambah sarjana kebidanan dan profesi bidan, karena survei dari masyarakat sendiri banyak yang membutuhkan SDM di bidang itu,” tambahnya.

Selain dengan penambahan prodi, akreditasi juga dinilai, yakni minimal B. Tak hanya itu, beberapa penghargaan kebencanaan ITKM WCH juga pernah diraih. Salah satunya dengan mendapatkan penghargaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) lewat program Remaja Sadar Kesehatan dan Bencana (Radar Kesna).

“Karena lingkup kami lebih ke kesehatan, maka kami lebih mengadakan pelatihan dan pendidikan mengenai kebencanaan dan kesehatan di lingkungan masyarakat, dan yang memberikan pelatihannya itu dosen kami sendiri turun lapangan,” tambahnya.

Rektor ITKM WCH Dr Tayubi Hariyanto SE MM

Sementara itu Rektor ITKM WCH Dr Tayubi Hariyanto SE MM mengatakan, perubahan status kampus mejadi institut diharapkan dapat lebih meningkatkan kualitas lulusannya. ”Mahasiswa ITKM nanti tidak hanya magang kerja di negara Jepang saja, namun juga di banyak negara lainnya,” terangnya.

Bukan hanya itu, karena ITKM menggeluti bidang kesehatan, maka dirinya juga berusaha untuk masuk dalam World Health Organization (WHO) atau organisasi kesehatan internasional, agar mengetahui arah kebijakan ke depan seperti apa.

Pewarta: Roisyatul Mufidah

MALANG – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Widya Cipta Husada (WCH) resmi berubah menjadi Institut Teknologi dan Kesehatan Malang (ITKM) WCH. Perubahan tersebut sudah diberlakukan sejak (25/6) lalu seiring dipenuhinya semua persyaratan kenaikan status kampus.

“Berubahnya nama STIKes ke ITKM ini ada beberapa syarat yang harus kami penuhi. Salah satu persyaratannya kami harus menambah prodi, dan mempertimbangkan akreditasi prodi minimal B,” ujar Unit Pelaksana Teknis Pusat Jaminan Mutu (UPT PJM), Apt Cesario Tesa Priantoro, MFarm Klin.

Perubahan nama ITKM ini menjadikan prodi-prodi yang ada masuk dalam lingkup fakultas. Jika sebelumnya tidak ada fakultas, kini ada fakultas kebidanan dan keperawatan, serta fakultas teknologi kesehatan.

Fakultas kebidanan dan keperawatan, terdiri dari prodi S1 keperawatan, profesi ners, D3 kebidanan, S1 kebidanan, dan profesi bidan. Sementara untuk fakultas teknologi kesehatan terdiri dari prodi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK), prodi D3 Radiodiagnostik dan Radioterapi, serta S1 ilmu gizi.

“Kami sudah mempertimbangkan mengapa harus menambah sarjana kebidanan dan profesi bidan, karena survei dari masyarakat sendiri banyak yang membutuhkan SDM di bidang itu,” tambahnya.

Selain dengan penambahan prodi, akreditasi juga dinilai, yakni minimal B. Tak hanya itu, beberapa penghargaan kebencanaan ITKM WCH juga pernah diraih. Salah satunya dengan mendapatkan penghargaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) lewat program Remaja Sadar Kesehatan dan Bencana (Radar Kesna).

“Karena lingkup kami lebih ke kesehatan, maka kami lebih mengadakan pelatihan dan pendidikan mengenai kebencanaan dan kesehatan di lingkungan masyarakat, dan yang memberikan pelatihannya itu dosen kami sendiri turun lapangan,” tambahnya.

Rektor ITKM WCH Dr Tayubi Hariyanto SE MM

Sementara itu Rektor ITKM WCH Dr Tayubi Hariyanto SE MM mengatakan, perubahan status kampus mejadi institut diharapkan dapat lebih meningkatkan kualitas lulusannya. ”Mahasiswa ITKM nanti tidak hanya magang kerja di negara Jepang saja, namun juga di banyak negara lainnya,” terangnya.

Bukan hanya itu, karena ITKM menggeluti bidang kesehatan, maka dirinya juga berusaha untuk masuk dalam World Health Organization (WHO) atau organisasi kesehatan internasional, agar mengetahui arah kebijakan ke depan seperti apa.

Pewarta: Roisyatul Mufidah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/