alexametrics
19.9 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

Sekdirjen Pendis Kemenag Pacu MTsN 2 Kota Malang Asah Potensi Siswa

MALANG KOTA – Peningkatan kapasitas pendidikan perlu terus dilakukan di tengah perkembangan masa. Pendidik tak melulu mentransfer ilmu kepada murid, namun juga harus mampu membantu generasi penerus bangsa tersebut untuk mengembangkan potensi terbaiknya.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Dr H Imam Safe’i MPd dihadapan kepada guru dan karyawan MTs Negeri 2 Kota Malang, Sabtu (29/8) dalam kegiatan bertajuk ‘Pembinaan dalam rangka peningkatan Kapasitas ASN MTsN 2 Kota Malang’.

Imam Safe’i menjelaskan, nilai bukan menjadi tolok ukur satu-satunya untuk mengembangkan potensi terbaik siswa sehingga para guru di madrasah harus mengenali setiap siswa dan tak lagi menilai mereka melalui kacamata ranking.

“Siswa hadir di madrasah bukan untuk dihakimi, dapat nilai jelek atau bagus, pintar atau tidak, tapi mereka ingin mengembangkan potensi. Hal itulah yang harus difasilitasi sesuai dengan ciri khas madrasah,” kata pria asal Kabupaten Jember ini.

Menurutnya, pengembangan potensi siswa ini menjadi salah satu tugas utama guru di madrasah. Karena setiap siswa pasti memiliki potensi di bidangnya masing-masing. “Nggak ada siswa yang tidak memiliki potensi. Semua pasti punya. Tinggal pandai-pandainya guru untuk mengasah potensi siswa,” terangnya.

Imam Safe’i mencontohkan Inul Daratista. Menurutnya, pedangdut yang memopulerkan goyang ngebor itu dari segi pendidikan formal tidak terlalu tinggi, tapi karena bisa memaksimalkan satu potensi, perempuan asli Jawa Timur itu bisa sukses di ibu kota.

“Tapi bukan berarti pendidikan tidak penting. Saya cuma ingin menyampaikan bahwa guru perlu menemukan dan mengasah potensi siswa,” ungkapnya.

Kepala MTsN 2 Kota Malang Dr H Subhan, SPd MSi menyampaikan, kegiatan pembinaan para pendidik tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan para guru untuk membuat metode pendidikan yang mampu meningkatkan potensi para murid, terutama saat pandemi, dimana proses pendidikan mau tidak mau harus dilakukan secara daring. Sehingga output lulusan yang dihasilkan oleh sekolah, bisa optimal.

“Kami ingin para guru dan karyawan bisa termotivasi dalam menjalankan tugas, terutama dalam mengajar dan mendidik siswa,” terang Subhan.

Pewarta: Imam

MALANG KOTA – Peningkatan kapasitas pendidikan perlu terus dilakukan di tengah perkembangan masa. Pendidik tak melulu mentransfer ilmu kepada murid, namun juga harus mampu membantu generasi penerus bangsa tersebut untuk mengembangkan potensi terbaiknya.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Dr H Imam Safe’i MPd dihadapan kepada guru dan karyawan MTs Negeri 2 Kota Malang, Sabtu (29/8) dalam kegiatan bertajuk ‘Pembinaan dalam rangka peningkatan Kapasitas ASN MTsN 2 Kota Malang’.

Imam Safe’i menjelaskan, nilai bukan menjadi tolok ukur satu-satunya untuk mengembangkan potensi terbaik siswa sehingga para guru di madrasah harus mengenali setiap siswa dan tak lagi menilai mereka melalui kacamata ranking.

“Siswa hadir di madrasah bukan untuk dihakimi, dapat nilai jelek atau bagus, pintar atau tidak, tapi mereka ingin mengembangkan potensi. Hal itulah yang harus difasilitasi sesuai dengan ciri khas madrasah,” kata pria asal Kabupaten Jember ini.

Menurutnya, pengembangan potensi siswa ini menjadi salah satu tugas utama guru di madrasah. Karena setiap siswa pasti memiliki potensi di bidangnya masing-masing. “Nggak ada siswa yang tidak memiliki potensi. Semua pasti punya. Tinggal pandai-pandainya guru untuk mengasah potensi siswa,” terangnya.

Imam Safe’i mencontohkan Inul Daratista. Menurutnya, pedangdut yang memopulerkan goyang ngebor itu dari segi pendidikan formal tidak terlalu tinggi, tapi karena bisa memaksimalkan satu potensi, perempuan asli Jawa Timur itu bisa sukses di ibu kota.

“Tapi bukan berarti pendidikan tidak penting. Saya cuma ingin menyampaikan bahwa guru perlu menemukan dan mengasah potensi siswa,” ungkapnya.

Kepala MTsN 2 Kota Malang Dr H Subhan, SPd MSi menyampaikan, kegiatan pembinaan para pendidik tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan para guru untuk membuat metode pendidikan yang mampu meningkatkan potensi para murid, terutama saat pandemi, dimana proses pendidikan mau tidak mau harus dilakukan secara daring. Sehingga output lulusan yang dihasilkan oleh sekolah, bisa optimal.

“Kami ingin para guru dan karyawan bisa termotivasi dalam menjalankan tugas, terutama dalam mengajar dan mendidik siswa,” terang Subhan.

Pewarta: Imam

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/