alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Sekolah Masih Daring, Psikiatri Dorong Guru dan Wali Murid Inovatif

MALANG KOTA – Sistem pembelajaran sekolah yang masih dilaksanakan secara daring atau jarak jauh ini menimbulkan beberapa dampak. Terutama kepada para siswa, guru, dan orang tua. Hal ini disampaikan oleh Psikiatri Universitas Brawijaya (UB) dr Frilya Rachma Putri Sp KJ (K).

“Dampak dari pembelajaran pada siswa secara jarak jauh ini banyak sekali. Bukan hanya faktor fisik yang terjadi, namun juga beberapa faktor mental yang mengakibatkan anak menjadi stress,” ujarnya.

Hal tersebut terjadi, karena peningkatan penggunaan gawai berisiko menyebabkan perubahan sifat dan perilaku anak. Mulai dari gangguan belajar yang membuat anak menjadi sedih dan tertekan.

Karena itu, orang tua saat juga harus berperan menjadi pendukung dalam kesehatan jiwa anak. Apalagi saat di rumah, anak akan lebih banyak berinterkasi dengan orang tua. Termasuk dalam hal melakukan pembelajaran secara daring.

“Orang tua harus hadir dengan kesungguhan hati, mengajak mereka untuk sibuk dan tetap produktif, menciptakan situasi yang aman secara fisik dan emosional. Serta memberikan informasi yang tepat terkait Covid-19 ini kepada anak,” tambahnya.

Selain itu, peran guru di sekolah saat ini juga menjadi sangat penting. Dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh, guru harus terus menciptakan inovasi agar siswa di kelas tidak merasa jenuh atau bosan ketika terus-terusan belajar secara online.

“Saat ini guru berfungsi sebagai fasilitator, dan tidak menggurui. Sementara siswa harus berperan aktif saat pembelajaran daring,” tutupnya. (cj3/iik)

 

Pewarta : Roisyatul Mufidah (cj3)

MALANG KOTA – Sistem pembelajaran sekolah yang masih dilaksanakan secara daring atau jarak jauh ini menimbulkan beberapa dampak. Terutama kepada para siswa, guru, dan orang tua. Hal ini disampaikan oleh Psikiatri Universitas Brawijaya (UB) dr Frilya Rachma Putri Sp KJ (K).

“Dampak dari pembelajaran pada siswa secara jarak jauh ini banyak sekali. Bukan hanya faktor fisik yang terjadi, namun juga beberapa faktor mental yang mengakibatkan anak menjadi stress,” ujarnya.

Hal tersebut terjadi, karena peningkatan penggunaan gawai berisiko menyebabkan perubahan sifat dan perilaku anak. Mulai dari gangguan belajar yang membuat anak menjadi sedih dan tertekan.

Karena itu, orang tua saat juga harus berperan menjadi pendukung dalam kesehatan jiwa anak. Apalagi saat di rumah, anak akan lebih banyak berinterkasi dengan orang tua. Termasuk dalam hal melakukan pembelajaran secara daring.

“Orang tua harus hadir dengan kesungguhan hati, mengajak mereka untuk sibuk dan tetap produktif, menciptakan situasi yang aman secara fisik dan emosional. Serta memberikan informasi yang tepat terkait Covid-19 ini kepada anak,” tambahnya.

Selain itu, peran guru di sekolah saat ini juga menjadi sangat penting. Dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh, guru harus terus menciptakan inovasi agar siswa di kelas tidak merasa jenuh atau bosan ketika terus-terusan belajar secara online.

“Saat ini guru berfungsi sebagai fasilitator, dan tidak menggurui. Sementara siswa harus berperan aktif saat pembelajaran daring,” tutupnya. (cj3/iik)

 

Pewarta : Roisyatul Mufidah (cj3)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/