alexametrics
28.2 C
Malang
Wednesday, 28 October 2020

UIN Mengabdi Latih Petani Milenial Pakai Teknologi Berbasis Pertanian

Krisis petani dari kalangan anak muda, menjadi perhatian khusus UIN Malang. Dalam program UIN Mengabdi bertajuk Qaryah Thayyibah (Kampung Tangguh), para dosen memberi pelatihan pada kaum milenial di Desa Gading Kulon, Kecamatan Dau untuk mau bertani secara modern. Seperti apa?

Program Qoryah Thoyyibah UIN Malang

Didik Wahyudi terlihat begitu semangat memaparkan konsep bertani modern. Dosen di Jurusan Biologi UIN Maulana Malik Ibrahim memberi arahan ke puluhan anak muda untuk memulai bertani. Tapi tidak secara manual lagi. Harus pakai teknologi. Mulai pengolahan sampai distribusi semua harus berbasis tekonologi modern.

”Sebagai petani milenial, piawai dalam menggunakan teknologi informasi sudah barang wajib dalam kesehariannya,” terang Wahyudi.

Dasar pembekalan pada petani milenial ini karena data menyebut jumlah petani terus menurun. Mayoritas usia petani 45 tahun ke atas. Usia di bawah itu kebanyakan kerja di pabrik atau kantor. Pilihan itu karena anak zaman now terkesan enggan berkotor-kotor dan berpanas-panasan. Namun Wahyudi punya konsep bahwa petani tidak harus kotor. Cukup mengendalikan dari gadget. Ini yang disebut dengan pertanian 4.0.

Ada dua poin penting yang disampaikan Wahyudi dalam kegiatan tersebut. Yakni peningkatan motivasi dan wawasan pertanian 4.0 dan bagaimana menjadi entrepreneur dalam bidang pertanian.

Dalam materinya, Didik Wahyudi mengungkapkan bahwa ada beberapa usaha sampingan yang dapat dikembangkan dalam bidang pertanian seperti produksi sayuran dan buah organik, agrowisata, jual beli pupuk organik dan alat pertanian serta jual beli bibit tanaman hortikultura.

Petani milenial harus punya gadget yang sudah terinstall beberapa aplikasi start up dalam bidang pertanian. Seperti aplikasi Limakilo, Agromart dan TaniHub untuk memantau harga hasil pertanian. Serta ada aplikasi Dokter Tania dan Petani untuk mengetahui hama penyakit dalam bidang pertanian dan cara mengatasinya serta waktu yang tepat dalam memulai bercocok tanam.

Disparitas harga antara di petani dan konsumen menjadi masalah umum yang sering terjadi di Pertanian Indonesia. Harga di tingkat petani jauh berbeda dengan harga yang harus dibayar oleh konsumen. Sebagai contoh pada musim panen, harga jeruk di desa Gading Kulon per kg berkisar antara Rp 5000 dan Rp 8000 di tingkat petani. Namun konsumen harus membayar Rp.12.000 s/d 15.000 per kilogramnya ke penjual. Hal ini diduga karena penerapan sistem ijon dan banyaknya mata rantai distribusi yang dilalui dari produsen ke konsumen. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu adanya usaha untuk menghubungkan secara langsung antara petani dan konsumen sehingga disparitas harga bisa ditekan.

Penggunaan platform seperti Sayurbox mungkin menjadi inspirasi bagi petani muda di Gading Kulon. E-Commerce khusus Jabodetabek ini memungkinkan petani berhubungan langsung dengan pembeli rumah tangga dan bisnis dengan sistem kemitraan. Namun jika dirasa pembuatannya terlalu sulit, pelibatan anak petani sebagai agen penjual produk orang tuanya mungkin bisa menjadi solusi. Platform E-commerce besar seperti Tokopedia, Shoope atapun Lazada dapat digunakan tempat sebagai tempat berdagang hasil pertanian orang tua mereka.

- Advertisement -
- Advertisement -

Artikel Terbaru

Marc Marquez Terancam Absen hingga Akhir Musim Moto GP 2020

RADARMALANG - Juara dunia MotoGP, Marc Marquez, diprediksi melewatkan tiga seri akhir musim MotoGP 2020 lantaran masih menjalani perawatan cedera lengan. Pebalap berusia 27 tahun mengalami patah lengan setelah kecelakaan di MotoGP Spanyol yang notabene merupakan seri pembuka ajang balap tersebut. Bahkan belum lama ini, beredar kabar bahwa pebalap Repsol Honda itu akan menjalani operasi ketiga.

Jalan Sekitar SPBU Sawojajar Membahayakan

Saya sering kali melintasi Jalan Danau Toba, kawasan Sawojajar. Di sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sawojajar, ada beberapa lubang yang dalam.

Inovasi dan Ide Kreatif, Kunci Meningkatkan Perekonomian Kota Malang

MALANG KOTA – Inovasi dan ide kreatif, dua hal yang bisa menjadi kunci peningkatan perekonomian Kota Malang di masa pandemi saat ini. Pesan khusus itu disampaikan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko pada acara HUT ke-61 Pemuda Pancasila di Swiss Belinn Hotel, Rabu (28/10).

Demi SanDi, 12 Anggota FPDIP DPRD Kota Malang Garap Wilayah Utara

MALANG KOTA - Sebanyak 12 anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi PDIP (FPDIP) turun ke wilayah utara Kabupaten Malang. Mereka mendapatkan amanah DPP PDIP untuk membantu kader PDIP yang sedang berjuang di Pilkada Kabupaten Malang 2020. Yaitu, pasangan calon (paslon) Malang Makmur HM Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi).

Pendidikan Siswa Insan Permata Didukung USQ dan BCIP

MALANG KOTA – Dalam mencetak kader berkarakter Islami, Yayasan Insan Permata Malang (YIPM) selain memiliki tiga unit utama jenjang pendidikan, juga ada layanan lain untuk mendukung kegiatan belajar dan mengajar (KBM). Kedua unit itu adalah Unit Sahabat Quran (USQ) dan Talenta dan Business Center Insan Permata (BCIP).

Wajib Dibaca

Marc Marquez Terancam Absen hingga Akhir Musim Moto GP 2020

RADARMALANG - Juara dunia MotoGP, Marc Marquez, diprediksi melewatkan tiga seri akhir musim MotoGP 2020 lantaran masih menjalani perawatan cedera lengan. Pebalap berusia 27 tahun mengalami patah lengan setelah kecelakaan di MotoGP Spanyol yang notabene merupakan seri pembuka ajang balap tersebut. Bahkan belum lama ini, beredar kabar bahwa pebalap Repsol Honda itu akan menjalani operasi ketiga.

Jalan Sekitar SPBU Sawojajar Membahayakan

Saya sering kali melintasi Jalan Danau Toba, kawasan Sawojajar. Di sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sawojajar, ada beberapa lubang yang dalam.

Inovasi dan Ide Kreatif, Kunci Meningkatkan Perekonomian Kota Malang

MALANG KOTA – Inovasi dan ide kreatif, dua hal yang bisa menjadi kunci peningkatan perekonomian Kota Malang di masa pandemi saat ini. Pesan khusus itu disampaikan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko pada acara HUT ke-61 Pemuda Pancasila di Swiss Belinn Hotel, Rabu (28/10).

Demi SanDi, 12 Anggota FPDIP DPRD Kota Malang Garap Wilayah Utara

MALANG KOTA - Sebanyak 12 anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi PDIP (FPDIP) turun ke wilayah utara Kabupaten Malang. Mereka mendapatkan amanah DPP PDIP untuk membantu kader PDIP yang sedang berjuang di Pilkada Kabupaten Malang 2020. Yaitu, pasangan calon (paslon) Malang Makmur HM Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi).