alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 23 January 2022

Calon Guru Lulusan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Selalu Adaptif

MALANG KOTA-Menghadapi problematika dunia pendidikan yang kompleks, adaptif merupakan salah satu skill yang harus dimiliki calon pendidik masa kini. Iis Anjarsari seorang calon sarjana pendidikan matematika, mampu tunjukkan komitmennya dalam mengentas masalah di TK Dharma Wanita Persatuan 9 Pagak. Seluruh potensi yang ada, diubahnya menjadi solusi untuk optimalkan capaian belajar siswa.

Mahasiswa asal Universitas PGRI Kanjuruhan Malang itu, sigap menganalisis dan menguraikan masalah demi masalah yang di hadapi. Mulai dari keterbatasan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), hingga efektifitas Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Seluruh problematika di masa Pandemi tersebut berimbas pada rendahnya capaian belajar siswa. Salah satunya kemampuan untuk mengenal simbol angka dan penjumlahan sederhana di salah satu Kelas B TK Dharma Wanita Persatuan 9 Pagak.

Dalam dunia pendidikan, turunnya capaian belajar siswa adalah pantangan bagi tiap guru. Olehnya, Iis merancang program solutif. Diantaranya, peningkatan protokol kesehatan sebagai langkah preventif penyebaran Covid-19 serta pembuatan media pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan anak usia dini.

Peningkatan protokol kesehatan dilakulan Iis dengan memberikan alat penunjang seperti masker, tempat cuci tangan sederhana, dan alat pengecek suhu badan pada pihak sekolah. Tidak hanya pemberian alat, Iis juga mengedukasi wali murid untuk membuat hansanitizer dari bahan alami yakni daun sirih dan jeruk nipis. Sarana dan penerapan protokol kesehatan akan menunjang kegiatan belajar mengajar yang aman dan nyaman.

Sementara itu, bertolak dari rendahnya kemampuan numerik siswa Iis mengatasinya dengan membuat media pembelajaran. Inovasi media pembelajaran tersebut, diangkat dari keterbatasan anak usia dini untuk memahami konsep abstrak. Iis merancang media pembelajaran berbasis visual yang memudahkan siswa memahami simbol angka dan penjumlahan sederhana.

Tidak lupa, Iis juga mengupayakan keberlanjutan program dengan membagikan pengetahuannya pada para guru. Iis juga turut memberikan penyuluhan agar kebermanfaatan seluruh sarana yang diberikan, dipergunakan dengan maksimal. Keseluruhan program tersebut dilakukan Iis sebagai bentuk program kerja KKNT reguler Universitas PGRI Kanjuruhan Malang. (nj3-Rizki Amalia)

MALANG KOTA-Menghadapi problematika dunia pendidikan yang kompleks, adaptif merupakan salah satu skill yang harus dimiliki calon pendidik masa kini. Iis Anjarsari seorang calon sarjana pendidikan matematika, mampu tunjukkan komitmennya dalam mengentas masalah di TK Dharma Wanita Persatuan 9 Pagak. Seluruh potensi yang ada, diubahnya menjadi solusi untuk optimalkan capaian belajar siswa.

Mahasiswa asal Universitas PGRI Kanjuruhan Malang itu, sigap menganalisis dan menguraikan masalah demi masalah yang di hadapi. Mulai dari keterbatasan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), hingga efektifitas Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Seluruh problematika di masa Pandemi tersebut berimbas pada rendahnya capaian belajar siswa. Salah satunya kemampuan untuk mengenal simbol angka dan penjumlahan sederhana di salah satu Kelas B TK Dharma Wanita Persatuan 9 Pagak.

Dalam dunia pendidikan, turunnya capaian belajar siswa adalah pantangan bagi tiap guru. Olehnya, Iis merancang program solutif. Diantaranya, peningkatan protokol kesehatan sebagai langkah preventif penyebaran Covid-19 serta pembuatan media pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan anak usia dini.

Peningkatan protokol kesehatan dilakulan Iis dengan memberikan alat penunjang seperti masker, tempat cuci tangan sederhana, dan alat pengecek suhu badan pada pihak sekolah. Tidak hanya pemberian alat, Iis juga mengedukasi wali murid untuk membuat hansanitizer dari bahan alami yakni daun sirih dan jeruk nipis. Sarana dan penerapan protokol kesehatan akan menunjang kegiatan belajar mengajar yang aman dan nyaman.

Sementara itu, bertolak dari rendahnya kemampuan numerik siswa Iis mengatasinya dengan membuat media pembelajaran. Inovasi media pembelajaran tersebut, diangkat dari keterbatasan anak usia dini untuk memahami konsep abstrak. Iis merancang media pembelajaran berbasis visual yang memudahkan siswa memahami simbol angka dan penjumlahan sederhana.

Tidak lupa, Iis juga mengupayakan keberlanjutan program dengan membagikan pengetahuannya pada para guru. Iis juga turut memberikan penyuluhan agar kebermanfaatan seluruh sarana yang diberikan, dipergunakan dengan maksimal. Keseluruhan program tersebut dilakukan Iis sebagai bentuk program kerja KKNT reguler Universitas PGRI Kanjuruhan Malang. (nj3-Rizki Amalia)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru